Jualan Buku untuk Siasati Uang Bulanan

SEBAGAI mahasiswa yang jauh dari orangtua dengan kiriman uang bulanan yang tidak pasti, kita diharuskan mampu mengelola keuangan selama sebulan.

Biasanya, awal bulan seperti saat ini kita cenderung tidak terkendali dalam hal keuangan. Sebaiknya, uang bulanan yang kita terima dimanfaatkan dengan baik, misalnya dengan membeli kebutuhan pokok untuk sebulan. Cara ini bisa mengantisipasi kesulitan keuangan kita di akhir bulan.

Untuk mengelola uang bulanan dan agar pengeluaran kita terkontrol, kita bisa mencatat pengeluaran sehari-hari. Dengan demikian, pengeluaran sekecil apa pun dapat terdeteksi. Buat catatan sederhana saja, tidak perlu serumit akuntansi untuk perkantoran.

Sementara itu, untuk meyiasati kekurangan keuangan, saya menjual buku pelajaran kepada teman-teman dengan mencari agen toko buku yang bisa diajak kerjasama. Di situlah saya bisa mengambil keuntungan Rp3.000 per buku. Dengan berbekal tekad, secara tidak sadar saya telah memiliki jiwa wirausaha.

Kita harus mampu berusaha dengan tidak mengandalkan kiriman orangtua karena sebenarnya banyak peluang di sekitar kita.

Dewi Setyowati S-1 Akuntansi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY)
sumber artikel dan foto : okezone.com

Baca Juga

Mengedukasi Anak Untuk Menabung Uang

Anak usia dini belum terlalu mengetahui arti penting dari uang, maka dari itu sikap bijaksana dari orangtua untuk mengedukasi anak untuk berhemat dan menabung uang sangatlah penting.

Selanjutnya anak perlu di larang untuk tidak bersikap boros dan orangtua perlu menasehati mereka untuk menabung karena dengan menabung sedikit demi sedikit kelak akan menjadi banyak sehingga rencana kebutuhan mereka untuk membeli produk tertentu kelak akan bisa tercapai. 

Dengan demikian mereka tidak hanya bermimpi. Untuk membantu anak menabung orangtua perlu menyediakan tempat penyimpanan uang, seperti celengan berbentuk unik.

Baca Juga

Hemat, Miliuner Buang Air di Botol

Entah miliuner ini memang lebih memilih hidup hemat atau dirinya hanya terlalu pelit untuk mengeluarkan uang, hingga dirinya memilih untuk buang air di botol. Ia bahkan mandi dengan menumpang di tempat olahraga.

Victoria Hunt adalah miliuner yang menghasilkan uang dari menyewakan beberapa rumah yang ia miliki sendiri. Tetapi sepertinya ia enggan untuk menggunakan air dari rumahnya sendiri dan memutar otaknya untuk berhemat.

Hunt memilih untuk hidup dengan pengeluaran hingga USD12 ribu atau sekira Rp115,2 juta (Rp9.600 per USD) setiap tahunnya. Selain memilih buang air di botol dan mandi di tempat olahraga, perempuan ini memiliki kiat lain untuk berhemat.

Dirinya juga memilih untuk menanam sayurannya sendiri di halaman rumahnya dan juga di hutan dekat rumahnya. "Rumah saya memang memiliki ruang untuk bercocok tanam. Kemudian saya gunakan ruangan itu untuk menanam tumbuhan yang bisa dimakan," ujar Hunt, seperti dikutip The Huffington Post, Jumat (26/10/2012).

Perempuan berusia 51 tahun itu sempat diliput dalam sebuah acara televisi untuk menceritakan penghematan ekstrim yang dilakukannya. Dia mengaku, tidak ingin miskin lagi. Dia juga menikmati hidupnya saat ini dan senang menyimpan uangnya.

Sumber artikel : international.okezone.com


Baca Juga

Kurangi Beli Camilan & Air Minum Kemasan, Pasti Hemat

SAAT belanja, satu tantangan yang kerap dihadapi adalah godaan untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Guna menghindari pemborosan, Anda akan sangat membutuhkan strategi cermat.

Simak strategi belanja jauh dari sikap boros, seperti diulas Quickeasyfit:

Jadilah vegetarian
Mengonsumsi daging terlalu sering bisa membuat tubuh tidak sehat, begitupun “kesehatan” dompet. Ganti saja asupan daging dengan sayuran, cara ini akan memastikan Anda jadi lebih sehat dan ekonomis.

Katakan “tidak” untuk air dalam kemasan
Air dalam kemasan bukanlah pilihan yang hemat. Akan lebih hemat bila Anda membawa air minum dengan wadah minum khusus yang bisa digunakan berkali-kali. Air minum dalam kemasan juga melalui proses perebusan manual memakai suhu panas tinggi demi mematikan bakteri sehingga mungkin saja terkontaminasi dengan bahan kimia dari botol plastik.

Putuskan apa yang ingin dibeli
Meskipun banyak harga murah yang ditawarkan, Anda tetap harus fokus pada kebutuhan utama. Bila mudah tergoda dengan harga diskon, Anda hanya akan semakin terjebak dalam sikap boros.

Jangan tergoda merek
Terlihat sedehana, tapi ini wajib dilakukan; jangan tergoda dengan barang bermerek. Lihatlah harga yang ditawarkan; semakin murah barang yang dibeli, maka keuangan semakin sehat. Namun, membeli barang murah juga harus turut memperhatikan fungsi dan kualitasnya.

Beli dalam jumlah banyak
Membeli dalam jumlah banyak, harga yang dibebankan biasanya lebih murah. Lebih baik membeli barang kebutuhan yang tidak mudah basi dan busuk sehingga Anda bisa menyimpannya dalam waktu lama.

Berhenti membeli makanan ringan
Makanan ringan paling digemari, padahal gizinya terbilang minim. Camilan pada dasarnya hanya memberikan rasa puas bersantap makanan gurih, tetapi di sisi lain, menyumbang lebih banyak kalori untuk tubuh. Sebagai penggantinya, belilah buah-buahan. Dengan biaya lebih murah, Anda pun menjadi lebih sehat

Sumber artikel : okefood.com


Baca Juga

Inilah 7 Trik Belanja Hemat

Belanja bukan perkara mudah karena seringnya terbelit dalam masalah pemborosan. Ada trik untuk Anda bisa belanja hemat.

Untuk bisa menghemat, tentu saja Anda harus memangkas daftar belanjaan. Rencanakan barang-barang yang akan Anda beli sesuai anggaran dan kebutuhan. Jika semua dilakukan dengan benar, maka belanja akan bisa lebih hemat.

Libatkan anggota keluarga saat menyusun daftar belanja, termasuk memilih bahan makanan, karena mereka bisa memberikan kontribusi lebih efektif untuk Anda.

Berikut beberapa cara sederhana untuk Anda bisa berhemat saat belanja, seperti dikutip Boldsky:

Rencanakan untuk ke depannya
Buat daftar minimal satu hari sebelum pergi belanja. Ini waktu yang cukup untuk Anda mengubah daftar belanja yang sebenarnya tidak diperlukan, termasuk menambah barang belanjaan yang sering dilupakan.

Buat daftar
Sebelum belanja, Anda harus membuat daftar belanjaan, Usahakan daftar belanja dibuat rangkap dua, jaga-jaga terjadi kehilangan.

Bawa peralatan tulis
Ketika belanja, centangkan bahan belanjaan yang sudah dibeli. Ini akan membuat Anda tahu barang yang belum terbeli.

Koordinasi dengan keluarga
Tidak berkoordinasi dengan pasangan atau keluarga saat belanja, yang sering terjadi adalah membeli barang yang sama. Dalam belanja, komunikasi sangat penting jika Anda ingin berhemat pada bahan makanan.

Lihat bahan makanan di dapur
Sebelum belanja, jangan lupa untuk selalu mengecek bahan makanan di dapur. Lihat apa yang dibutuhkan karena tidak ada gunanya membeli bahan makanan yang masih ada stoknya di dapur.

Kategorikan daftar belanja
Tidak semua barang belanjaan dibeli karena ada juga yang tak bisa tahan lama, seperti susu, sayuran, dan lainnya. Bahan-bahan makanan tersebut bisa dibeli secara harian atau mingguan.

Batasi anggaran belanja
Langkah paling baik adalah membatasi anggaran belanja. Tak perlu berlebihan saat membeli bahan makanan.

Sumber artikel : food.okezone.com


Baca Juga