<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757</id><updated>2012-02-20T06:17:07.144-08:00</updated><category term='Pangan Organik'/><category term='kesalahan mengelola uang'/><category term='Jitu Berhemat'/><category term='Belanja Tetap Hemat'/><category term='Mengatasi Masalah Keuangan'/><category term='ayo hemat'/><category term='hemat penggunaan listrik'/><category term='solusi sederhana'/><category term='hemat baterai'/><category term='butuh uang'/><category term='wajib hemat'/><category term='pengaturan uang belanja'/><category term='konsumtif'/><category term='hemat uang berobat'/><category term='belanja kebutuhan pokok'/><category term='besar pasak'/><category term='hemat ponsel baterai'/><category term='Uang'/><category term='hindari pemeriksaan'/><category term='cermat mengelola uang'/><category term='tabung uang'/><category term='tips berbelanja'/><category term='Pintar Kelola Keuangan'/><category term='menabung'/><category term='Menambah Aset'/><category term='hindari boros'/><category term='uang kebutuhan keluarga'/><category term='Kebiasaan Buruk'/><category term='Boros Bensin'/><category term='stop berobat mulu'/><category term='mengatur gaji'/><category term='kebutuhan finansial'/><category term='uang untuk anda'/><category term='cara cepat'/><category term='Belanja secara Impulsif'/><category term='hemat penggunaan pc'/><category term='tips mengelola uang'/><category term='minat'/><category term='masalah uang'/><category term='hemat penggunaan laptop'/><category term='trik menabung'/><category term='masalah keuangan'/><category term='hemat penggunaan kompuer'/><category term='serangan jantung'/><category term='tips berobat'/><category term='diskon'/><category term='Kiat Hemat Belanja'/><category term='formula anggaran'/><category term='tips hindari boros'/><category term='kesehatan'/><category term='nafsu belanja'/><category term='karier'/><category term='Mengamankan Keuangan'/><category term='stop boros'/><category term='hemat baterai ponsel'/><category term='hema'/><category term='Bekerja untuk Uang'/><category term='hemat belanja'/><category term='waspada terhadap boros'/><category term='Bekerja untuk minat'/><category term='hemat'/><category term='disiplin hemat uang'/><category term='belanja'/><category term='tabungan'/><category term='menabung uang'/><category term='pintar berbelanja'/><category term='belanja makanan'/><category term='cerdik berbelanja'/><category term='uang Bikin Anda Bahagia'/><category term='be A Smart Shopper'/><category term='memaksakan menabung'/><category term='hemat uang'/><category term='Menyusun Anggaran'/><category term='belanja barang'/><category term='Kartu Kredit Tanpa Rugi'/><category term='CARA HIDUP HEMAT'/><category term='yang Menyebabkan'/><category term='Masalah Keuangan perempuan'/><category term='pelit uang'/><category term='tanaman sayuran'/><category term='Tips Kelola Keuangan'/><category term='unag'/><category term='uang investasi'/><category term='jauhi sifat boros'/><category term='keperluan keluarga'/><category term='jangan boros'/><category term='ekonomi'/><category term='hindari kartu kredit'/><category term='hilangkan sifat boros'/><title type='text'>Tips dan Motivasi Berhemat</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>127</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6958770615788229225</id><published>2011-12-11T19:50:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T19:50:09.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsumtif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boros Bensin'/><title type='text'>Jangan Salahkah Anak kalau Konsumtif, Tapi Orangtua Musti Tegas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Stop Hidup Konsumtif dan Ayo Hemat.&lt;/b&gt; Membeli barang yang diperlukan anak, sah-sah saja. Namun, kalau orangtua lantas menuruti kemauan anak untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan, tentu saja tidak baik. Ini sama artinya mengajarkan pola hidup konsumtif kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek sosial menjadi bagian dari perkembangan balita. Bertemu dan berhubungan dengan orang lain di luar rumah merupakan pembelajaran atas hubungan interpersonal. Begitu pula saat anak mulai masuk sekolah dan bertemu dengan teman baru, kemampuan interaksinya pun ikut berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi dengan teman baru membawa banyak pengaruh. Salah satunya adalah pengaruh atas benda yang digunakan oleh sang teman. Anak lantas menginginkan barang tersebut. Katakanlah tas sekolah model Barbie atau tempat minum dengan gambar Winnie the Pooh. “Wabah” beyblade (dulu kita menyebutnya gasing) atau crush gear (mobil-mobilan) juga bisa diambil sebagai contoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini bisa terjadi pada anak. Sebab, saat di rumah, orangtua tidak mempunyai benda seperti itu. Di situlah kemampuan interpersonal anak dengan orang lain dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, saya tidak melihat bahwa sifat konsumtif benar-benar dimulai dalam diri anak. Sebetulnya lebih ke sifat ingin memiliki sesuatu yang sama dengan temannya agar bisa menjadi bagian dari mereka,” papar Dra Rose Mini Adi Prianto, MPsi, psikolog dari Fakultas Psikologi UI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perlu siasat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang kemudian membuat anak meminta ini-itu. Pada tahap ini, anak memang sedang menikmati hubungan interpersonalnya. Barang atau benda yang diminta kadang-kadang digunakan sebagai agen untuk bisa berhubungan dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemudian orangtua tidak memberi penjelasan atau pengertian kepada anak tentang kepentingan barang-barang tersebut, itu yang tidak tepat. Sebab, anak juga tidak harus selalu mendapatkan barang yang diinginkan, terutama bila harganya cukup mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua sebenarnya bisa menyiasati dengan mencari alternatif lain. Saat anak Romi, panggilan akrab Rose Mini, duduk di bangku TK (sekarang sudah kuliah semester pertama) sudah diperkenalkan dengan perilaku tidak konsumtif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala teman-temannya menggunakan beraneka ragam tas, Romi membuat tas dari kain sebagai peranti untuk membawa bekal makanannya. “Orangtua harus pintar menanamkan hal-hal seperti itu. Bagi anak, sesuatu yang paling bagus adalah yang bisa membuatnya bahagia. Dan tas itu membuat anak saya bahagia dan bangga,” kenang Romi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku konsumtif pada anak lebih karena faktor lingkungan. Anak tidak bisa mengembangkan sikap bahwa apa yang dimilikinya juga menarik. Padahal, sikap tersebut akan membuat anak lebih menghargai apa yang dimilikinya. Bahkan, ia juga bisa menjadi trendsetter di kalangan teman-temannya. Tas buatan Romi kemudian malah ditiru oleh teman-teman anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempatkan sesuatu sesuai dengan manfaat maupun fungsinya akan membuat anak mengerti. “Ajarkan anak untuk mengenal benda yang diinginkan berdasarkan fungsinya,” kata psikolog yang pernah menjadi mentor saat Akademi Fantasi Indosiar berlangsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jelaskan manfaatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Romi lantas mencontohkan tas sekolah dengan model seperti koper. “Karena kurikulum kita seluas samudera, akhirnya anak membawa tas koper untuk bisa membawa buku pelajaran,” ujarnya. Aneka ragam model tas koper pun ditawarkan. Akibatnya, anak tidak melihat tas sebagai fungsi, melainkan modelnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling memamerkan tas. Roda tas yang lebih besar dianggap lebih menarik. Padahal, semakin besar roda, akan semakin sulit bagi anak untuk membawa tas tersebut naik tangga. Hal inilah yang harus dijelaskan kepada anak. &lt;br /&gt;Penjelasan yang diberikan pun harus dengan pola pikir yang sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan kepada anak memang harus mengena. Orangtua tidak semata-mata bilang “tidak” untuk menahan anak agar tidak membeli tas seperti yang dimaksud. Begitu juga kalau dikatakan bahwa tas seperti itu tidak ada manfaatnya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut tidak bisa masuk dalam pola pikir anak. Kalau tas tersebut tidak boleh beli dan tidak ada manfaatnya, kenapa dijual? “Orangtua harus berbicara apa adanya kepada anak. Katakan kenapa orangtua tidak setuju untuk membelinya. Anak pasti mengerti,” lanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar, menurut Romi, anggapan bahwa anak tidak akan mengerti bila diajak berkomunikasi. Sebaliknya, orangtualah yang selalu membuat anak tidak mengerti. Padahal, jika orangtua berbicara sesuai dengan kapasitas kemampuan, lewat penjabaran yang lebih sederhana, anak pasti mengerti. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Jangan mendua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perilaku konsumtif juga bisa terlihat dari kebiasaan anak membeli barang secara terus-menerus. Walaupun sudah bertumpuk di rumah, anak tetap merengek minta mainan saat berjalan-jalan di pertokoan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, jika dilihat dari harga, mainan yang diminta cukup murah. Namun, menjadi tidak baik bagi anak kalau orangtua membelikannya terus-menerus karena faktor murah tadi. “Ini juga konsumtif,” kata pengajar di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seperti itu keadaannya, orangtua juga harus membuat perencanaan. Anak perlu diberi pengertian membeli mainan cukup satu bulan sekali. Hal ini akan membuat mereka belajar untuk tidak konsumtif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, orangtua terkadang tidak konsisten dengan apa yang dikatakan. Ada yang tidak membolehkan membeli mainan saat harganya masih mahal. Namun, begitu harganya turun, mereka memperbolehkan anak membelinya. Berarti, orangtua bersikap mendua. Sikap ini tidak baik bagi orangtua maupun anak. Sebab, anak akan merasa orangtua pasti akan membelikan barang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimulai dari orangtua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan minta dibelikan mainan atau sesuatu secara terus-menerus bukan semata-mata disebabkan oleh si anak. Dra Rose Mini Adi Prianto, MPsi, staf pengajar Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UI, tidak percaya hal itu. “Saya lebih percaya bahwa tindakan anak yang seperti itu karena ada perlakuan dari orangtuanya,” tutur Romi, panggilan akrabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bersalah karena orangtua bekerja dan meninggalkan anak di rumah dalam waktu lama kerap menjadi alasan. Itu sebabnya, saat pergi bersama anak ke pusat perbelanjaan, dengan ringan orangtua akan membelikan sesuatu yang diinginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah anak pasti senang dengan barang yang dibeli tersebut? “Mungkin hanya sebentar saja,” ujarnya. Justru yang disenangi adalah momen saat itu, saat pergi bersama ayah dan ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, orangtua jangan terlalu asyik dengan dirinya sendiri atau asyik melihat barang-barang. Berikan kondisi yang membuat anak bahagia dengan kehadiran Anda sebagai orangtua. Kondisi ini akan memberi nilai plus. Nilainya jauh lebih banyak dibandingkan dengan hanya membelikan barang yang dimintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah mengubah paradigma berpikir orangtua, terutama saat akan pergi jalan-jalan. Anak yang terbiasa pergi ke mal atau pusat perbelanjaan dan merengek minta dibelikan sesuatu, tidak bisa diberi pengertian pada saat kejadian, tetapi jauh sebelum itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bepergian, orangtua harus berbicara terlebih dahulu kepada anak. Anak harus diberi kondisi: apa yang diinginkan anak pada bulan itu? Beri pengertian bahwa anak hanya bisa membeli barang satu kali dalam sebulan dengan skala prioritas. Dengan begitu, anak diajak untuk berpikir. Patron dalam pikirannya sudah jelas. Jadi, saat merengek, anak diingatkan kembali akan janji yang sudah dibicarakan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akan pergi, biasakan untuk berbicara terlebih dahulu dengan anak. Katakan bahwa pada saat itu Anda hanya ingin membeli sayuran dan buah. Untuk itu Anda harus konsisten. “Jangan kemudian Anda membeli bedak, baju, dan sepatu. Itu tidak konsisten namanya. Sebab, nanti anak akan berpikir, ‘Lho kok ibu boleh beli, aku enggak?’” kata Romi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, orangtua tetap membeli sesuai dengan apa yang dikatakan. Kalaupun anak ingin wortel atau apel, Anda bisa mengizinkan karena itu bagian dari sayur dan buah. Namun, jika anak ingin es krim, Anda bisa menolak. Meski terlihat ekstrem, hal tersebut akan membuat anak mengerti. Anak akan lebih paham bahwa berbelanja tidak bisa ngaco!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbelanja, orangtua juga hendaknya tidak berperilaku konsumtif di rumah. Jangan sampai ayah maupun ibu mempunyai sepatu lebih dari 20 pasang. Sebab, hal tersebut akan membuat anak tidak merasa ragu untuk memohon dibelikan sepatu juga, meski jumlahnya sudah lebih dari selusin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi alasan dengan benar saat akan membeli barang juga bisa membuat anak mengerti. Misalnya, orangtua harus membeli sepatu lagi karena yang lama sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Contoh lain, menggunakan kertas bekas. Bagian belakangnya masih bisa digunakan corat-coret anak. Dari situ anak akan terbiasa memakai barang yang bisa didaur ulang atau berhemat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal seperti itu bisa diajarkan di rumah. Anak akan melihat yang dikerjakan sehari-hari oleh orangtuanya. Apalagi, saat anak berusia 0-5 tahun, segala hal yang terjadi di rumah akan mudah diserap. Pada masa itu anak akan mengumpulkan berbagai pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orangtua bertindak konsumtif, bukan tidak mungkin anak akan menyerap dan mengingat pengalaman tersebut. Dengan kata lain, rumah juga menjadi tempat untuk membiasakan anak agar tidak bertindak konsumtif. (kompas.com).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh Menarik untuk dipelajari orangtua yang memiliki anak &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6958770615788229225?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6958770615788229225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/12/jangan-salahkah-anak-kalau-konsumtif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6958770615788229225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6958770615788229225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/12/jangan-salahkah-anak-kalau-konsumtif.html' title='Jangan Salahkah Anak kalau Konsumtif, Tapi Orangtua Musti Tegas'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6152192354820584353</id><published>2011-12-11T19:42:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T19:42:37.294-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayo hemat'/><title type='text'>Hidup Konsumtif Alasan Karyawan &amp; PNS Susah Menabung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hidup konsumtif.&lt;/b&gt; Banyak karyawan swasta dan PNS belum bisa menabung.  Terlepas dari masalah besar dan kecilnya gaji, sikap konsumtif ditengarai sebagai pemicu utama tidak bisa menghemat gaji yang diterima setiap bulan selalu habis di pertengahan bulan. Akhir-akhir ini banyak pengeluaran untuk pulsa, makan di warung, bukankah itu boros?. Sebaiknya hindari gaya hidup tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang belum bisa menabung disarankan untuk sedikit  menahan nafsu atau mengerem sifat konsumtif dan hentikan kebiasaan menghamburkan uang bukan pada tempatnya dan bersikap lebih bijaksana dalam mengalihkan penghasilan kepada sesuatu yang lebih bermanfaat untuk waktu jangka panjang. Toh masih banyak kebutuhan yang akan di penuhi dimasa depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menghemat itu lebih penting dan harus menghindari sifat konsumtif. Selalu mengutamakan cicilan rumah bagi yang belum sudah berkeluarga ketimbang menghabiskannya untuk kesenangan sesaat. Kamu mau tinggal dikontrakan terus, tentu itu tidak nyaman. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6152192354820584353?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6152192354820584353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/12/hidup-konsumtif-alasan-karyawan-pns.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6152192354820584353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6152192354820584353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/12/hidup-konsumtif-alasan-karyawan-pns.html' title='Hidup Konsumtif Alasan Karyawan &amp; PNS Susah Menabung'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3939564088488391354</id><published>2011-11-08T14:53:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T14:55:53.301-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Menikah Membuatku Jadi Kaya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Oleh Azimah Rahayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari pertama pernikahan kami, suami bertanya, “Ke mana saja uangmu selama ini?” Pertanyaan itu sungguh menggedor dadaku. Ya, ke mana saja uangku selama ini? Buku tabunganku tak pernah berisi angka belasan hingga puluhan juta. Selalu hanya satu digit. Itu pun biasanya selalu habis lagi untuk kepentingan yang agak besar seperti untuk bayar kuliah (ketika aku kuliah) dan untuk kepentingan keluarga besarku di kampung. Padahal, kalau dihitung-hitung, gajiku tidaklah terlalu kecil-kecil amat. Belum lagi pendapatan lain-lain yang kudapat sebagai penulis, instruktur pelatihan menulis, pembicara di berbagai acara, guru privat, honor anggota tim audit ataupun tim studi. Lalu, ke mana saja uangku selama ini? Kepada suamiku, waktu itu aku membeberkan bahwa biaya operasional untuk keaktifanku cukup besar. Ongkos jalan, pulsa telepon, nombok biaya kegiatan, makan dan traktiran. Intinya, aku mencari apologi atas aliran uangku yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diam-diam aku malu padanya. Sesaat sebelum pernikahan kami, dia berkata, “Gajiku jauh di bawah gajimu...”. Kata-kata suamiku -ketika masih calon- itu membuatku terperangah. “Yang benar saja?” sambutku heran. Dengan panjang kali lebar kemudian dia menjelaskan kondisi perusahaan plat merah tempatnya bekerja serta bagaimana tingkat numerasinya. Yang membuatku lebih malu lagi adalah karena dengan gajinya yang kecil itu, setelah empat tahun hidup di Jakarta, ia telah mampu membeli sebuah sepeda motor baru dan sebuah rumah –walaupun bertipe RSS- di dalam kota Jakarta. Padahal, ia tidak memiliki sumber penghasilan lain, dan dikantornya dikenal sebagai seorang yang bersih, bahkan “tak kenal kompromi untuk urusan uang tak jelas.” Fakta bahwa gajinya kecil membuatku tahu bahwa suamiku adalah seorang yang hemat dan pandai mengatur penghasilan. Sedang aku? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari pertama kami pindahan. &lt;br /&gt;Aku menata baju-baju kami di lemari. “Mana lagi baju, Mas?” tanyaku pada suami yang tengah berbenah. “Udah, itu aja!” Aku mengernyit. “Itu aja? Katanya kemarin baju Mas banyak?” tanyaku lebih lanjut. “Iya, banyak kan?” tegasnya lagi tanpa menoleh. Aku kemudian menghitung dengan suara keras. Tiga kemeja lengan pendek, satu baju koko, satu celana panjang baru, tiga pasang baju seragam. Itu untuk baju yang dipakai keluar rumah. Sedang untuk baju rumah, tiga potong kaos oblong dengan gambar sablon sebuah pesantren, dua celana pendek sedengkul dan tiga pasang pakaian dalam. Ketika kuletakkan dalam lemari, semua itu tak sampai memenuhi satu sisi pintu sebuah lemari. Namun dua lemari besar itu penuh. Itu artinya pakaianku lebih dari tiga kali lipat lebih banyak dibanding jumlah baju suamiku. Kata orang, kaum wanita biasanya memang memiliki baju lebih banyak dibanding kaum laki-laki. Tapi isi lemari baju itu memberikan jawaban atas banyak hal padaku. Terutama, pertanyaannya di hari-hari pertama pernikahan kami tentang ke mana saja uangku. Isi lemari itu memberi petunjuk bahwa selain untuk keluarga dan organisasi, ternyata aku menghabiskan cukup banyak uang untuk belanja pakaian. Oo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan-pekan pertama aku hidup bersamanya. &lt;br /&gt;Aku mencoba mencatat semua pengeluaran kami. Dan aku sudah mulai memasak untuk makan sehari-hari. Cukup pusing memang. Apalagi jika melihat harga-harga yang terus melonjak. Tapi coba lihat...! Untuk makan seminggu, pengeluaran belanjaku tak pernah lebih dari seratus ribu. Padahal menu makanan kami tidaklah terlalu sederhana: dalam seminggu selalu terselip ikan, daging atau ayam meski tidak tiap hari. Buah–makanan -kesukaanku- dan susu –minuman favorit suamiku- selalu tersedia di kulkas. Itu artinya, dalam sebulan kami berdua hanya menghabiskan kurang dari lima ratus ribu untuk makan dan belanja bulanan. Aku jadi berhitung, berapa besar uang yang kuhabiskan untuk makan ketika melajang? Aku tak ingat, karena dulu aku tak pernah mencatat pengeluaranku dan aku tidak memasak. Tapi yang pasti, makan siang dan malamku rata-rata seharga sepuluh hingga belasan ribu. Belum lagi jika aku jalan-jalan atau makan di luar bersama teman. Bisa dipastikan puluhan ribu melayang. Itu artinya, dulu aku menghabiskan lebih dari 500ribu sebulan hanya untuk makan? Ups!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sebulan menikah. &lt;br /&gt;“De, kulihat pembelian pulsamu cukup banyak? Bisa lebih diatur lagi?” &lt;br /&gt;“Mas, untuk pulsa, sepertinya aku tidak bisa menekan. Karena itu adalah saranaku mengerjakan amanah di organisasi.” Si mas pun mengangguk. Tapi ternyata, kuhitung dalam sebulan ini, pengeluaran pulsaku hanya 300 ribu, itu pun sudah termasuk pulsa untuk hp si Mas, lumayan berkurang dibanding dulu yang nyaris selalu di atas 500 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bulan awal perkawinan kami. &lt;br /&gt;Seminggu pertama, aku diantar jemput untuk berangkat ke kantor. Tapi berikutnya, untuk berangkat aku nebeng motor suamiku hingga ke jalan raya dan meneruskan perjalanan dengan angkutan umum sekali jalan. Dua ribu rupiah saja. Pulangnya, aku naik angkutan umum. Dua kali, masing-masing dua ribu rupiah. Sebelum menikah, tempat tinggalku hanya berjarak tiga kiloan dari kantor. Bisa ditempuh dengan sekali naik angkot plus jalan kaki lima belas menit. Ongkosnya dua ribu rupiah saja sekali jalan. Tapi dulu aku malas jalan kaki. Kuingat-ingat, karena waktu mepet, aku sering naik bajaj. Sekali naik enam ribu rupiah. Kadang-kadang aku naik dua kali angkot, tujuh ribu rupiah pulang pergi. Hei, besar juga ya ternyata ongkos jalanku dulu? Belum lagi jika hari Sabtu Ahad. Kegiatanku yang banyak membuat pengeluaran ongkos dan makan Sabtu Ahadku berlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi tiga bulan menikah. &lt;br /&gt;“Ke ITC, yuk, Mas?” Kataku suatu hari. Sejak menikah, rasanya aku belum lagi menginjak ITC, mall, dan sejenisnya. Paling pasar tradisional. “Oke, tapi buat daftar belanja, ya?” kata Masku. Aku mengangguk. Di ITC, aku melihat ke sana ke mari. Dan tiap kali melihat yang menarik, aku berhenti. Tapi si Mas selalu langsung menarik tanganku dan berkata,”Kita selesaikan yang ada dalam daftar dulu?” Aku mengangguk malu. Dan aku kembali teringat, dulu nyaris setiap ada kesempatan atau pas lewat, aku mampir ke ITC, mall dan sejenisnya. Sekalipun tanpa rencana, pasti ada sesuatu yang kubeli. Berapa ya dulu kuhabiskan untuk belanja tak terduga itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tiga bulan pernikahan “Kita beli oleh-oleh sebentar ya, untuk Bude?” Masku meminggirkan motor. Kios-kios buah berjejer di pinggir jalan. Kami dalam perjalanan silaturahmi ke rumah salah satu kerabat. Dan membawakan oleh-oleh adalah bagian dari tradisi itu. &lt;br /&gt;“Sekalian, Mas. Ambil uang ke ATM itu...” Aku ingat, tadi pagi seorang tetangga ke rumah untuk meminjam uang. Ini adalah kesekian kali, ada tetangga meminjam kepada kami dengan berbagai alasan. Dan selama masih ada si Mas selalu mengizinkanku untuk memberi pinzaman(meski tidak langsung saat itu juga). Semua itu membuatku tahu, meskipun hemat, si Mas tidaklah pelit. Bersikaplah pertengahan, begitu katanya. Jangan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas, tapi jangan lantas menjadi pelit! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester pertama pernikahan.&lt;br /&gt;Mengkilat. Elegan. Kokoh. Masih baru. Gress. Begitu sedap dipandang mata. Benda itu, sudah sekian lama kuinginkan. Sebuah laptop baru kelas menengah (meski masih termasuk kategori low end). Namun selama ini, setiap kali melihatnya di pameran atau di toko-toko komputer, aku hanya bisa memandanginya dan bermimpi. Tak pernah berani merencanakan, mengingat duitku yang tak pernah cukup. Tapi rasanya, dalam waktu dekat benda di etalase itu akan kumiliki. Rasanya sungguh indah, memiliki sebuah benda berharga yang kubeli dengan uangku sendiri, uang yang kukumpulkan dari gajiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menikah, aku tak pernah lagi membeli baju untuk diriku sendiri. Pakaian dan jilbabku masih dapat di-rolling untuk sebulan. Sejak menikah, aku memilih membawa makan siang dari rumah ke kantor. Aku juga jarang ke mall lagi. Dan kini, setiap kali akan membeli sesuatu, aku selalu bertanya: perlukah aku membeli barang itu? Indahnya, aku menikmati semua itu. Dan kini, aku bisa menggunakan tabunganku untuk sesuatu yang lebih berharga dan tentu saja bermanfaat bagi aktifitasku saat ini, lingkunganku dan masa depanku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur kepada Allah. Semua ini, bisa dikatakan sebagai berkah pernikahan. Bukan berkah yang datang tiba-tiba begitu saja dari langit. Tapi berkah yang dikaruniakan Allah melalui pelajaran berhemat yang dicontohkan oleh suamiku. Rabb, terima kasih atas berkahMu. (eramuslim.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Azimah, 070606&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3939564088488391354?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3939564088488391354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/11/menikah-membuatku-jadi-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3939564088488391354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3939564088488391354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/11/menikah-membuatku-jadi-kaya.html' title='Menikah Membuatku Jadi Kaya'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4493197400931839339</id><published>2011-10-07T01:54:00.001-07:00</published><updated>2011-10-07T01:54:19.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanja kebutuhan pokok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Hemat Uang Membeli Bahan Kebutuhan Rumah</title><content type='html'>Beli buah-buahan dan sayuran pada musimnya. Banyak pakar kesehatan holistik berpikir itu tidak hanya lebih murah tapi lebih baik untuk kesehatan Anda untuk makan selaras dengan lingkungan dan iklim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari membeli barang-barang non-pangan seperti deterjen, pasta gigi, sampo, serbet, dan lain-lain di toko kelontong. Biasanya anda bisa mendapatkan barang-barang itu jauh lebih murah dengan harga diskon di supermarket. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari membeli makanan kemasan yang sudah diproses dan dengan demikian Anda akan menghemat uang dan itu baik untuk kesehatan anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4493197400931839339?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4493197400931839339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/hemat-uang-membeli-bahan-kebutuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4493197400931839339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4493197400931839339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/hemat-uang-membeli-bahan-kebutuhan.html' title='Hemat Uang Membeli Bahan Kebutuhan Rumah'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-1349702788519027038</id><published>2011-10-06T23:22:00.001-07:00</published><updated>2011-10-06T23:22:45.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CARA HIDUP HEMAT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengatasi Masalah Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusun Anggaran'/><title type='text'>Cara Menghemat Belanja Bulanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:justify;"&gt;Menekan pengeluaran yang tidak perlu bisa menghemat belanja bulanan.&lt;hr&gt;&lt;/hr&gt;&lt;br /&gt;Boleh percaya boleh tidak, banyak sekali pengeluaran yang kita lakukan sebetulnya sifatnya tidak wajib, sehingga Anda bisa leluasa menekan jumlah pengeluarannya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja fitness, rekreasi, nonton. Semua itu tidak wajib. Paling tidak dari sekali seminggu, Anda bisa menguranginya menjadi sekali dalam dua minggu atau sekali dalam sebulan. Ada banyak lagi pengeluaran yang bisa Anda tekan. Setidaknya, lewat empat pos pengeluaran yang harus Anda waspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat pos itu adalah telepon, listrik, air; biaya sosial (hadiah dan sumbangan); busana dan aksesori; serta hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Telepon, Air, Listrik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Telepon, listrik, dan air adalah pos-pos pengeluaran yang punya kecenderungan untuk jadi besar kalau Anda tidak berhati-hati. Kenapa demikian? Selain karena ketiganya adalah fasilitas yang akan menunjang keberlangsungan hidup di rumah Anda, alasan lainnya adalah karena pembayaran ketiga pos tersebut dilakukan belakangan. Segala sesuatu yang pembayarannya dilakukan belakangan, biasanya akan terasa berat ketika Anda harus membayarnya di akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua komponen yang biasanya Anda bayar pada rekening telepon, biaya langganan dan pulsa. Kalau bicara tentang biaya langganan, mungkin hal itu agak sulit Anda ubah karena jumlahnya memang sudah tetap tiap bulannya. Tapi pembayaran pulsa biasanya ditagih berdasarkan jumlah pemakaian Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, cara menghemat adalah dengan bicara hanya yang penting-penting saja selama bertelepon. Internet sangat mungkin juga menjadi salah satu sumber membengkaknya rekening telepon Anda, jadi hindarilah terjebak dalam pemakaian yang sangat lama.&lt;br /&gt;Bagaimana menghemat biaya listrik Anda. Caranya, antara lain hindari pemakaian listrik secara serentak di malam hari. Jangan menyetrika atau mencuci di malam hari, sementara seluruh lampu rumah dan televisi menyala. Selain itu, jangan biarkan AC menyala sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengganti lampu bohlam dengan lampu neon juga penting , walaupun awalnya terasa mahal. Lampu neon mungkin lebih mahal dibanding membeli bohlam. Tapi pada praktiknya, listrik yang harus Anda bayar kemudian bisa jadi jauh lebih murah karena energi yang diperlukan lebih hemat. Cara menghemat listrik lainnya adalah dengan mematikan lampu atau barang elektronik bila sedang tidak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal menghemat air, yang bisa Anda lakukan antara lain adalah dengan menggunakan pancuran air atau shower. Dengan pancuran, air yang Anda pakai akan jauh lebih sedikit, tetapi tersebarnya air tersebut tidak kalah dengan kalau Anda memakai gayung. Cara yang lain menghemat air adalah memasang bak kecil dan menghindari melubernya air ketika mengisi bak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Biaya Sosial (Hadiah dan Sumbangan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mencoba menghitung, berapa kali dalam bulan ini Anda mendapat undangan pesta pernikahan? Selanjutnya, coba hitung lagi berapa total uang yang Anda keluarkan untuk hadiah pernikahan tersebut. Mungkin banyak dari Anda yang kaget setelah mencoba menghitungnya. Kenapa? Karena terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hadiah pernikahan memang hanya salah satu contoh dari sekian banyak biaya sosial yang biasa kita temui dalam pergaulan kita sebagai anggota masyarakat. Masih banyak lagi contoh biaya sosial yang bisa Anda temui, seperti iuran RT/RW, permohonan sumbangan untuk masjid, gereja, panti asuhan, dan sebagainya, bahkan iuran arisan pun sebenarnya bisa digolongkan ke dalam biaya sosial, lho.Prinsipnya, pengeluaran uang yang dilakukan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar atau membantu orang di sekililing kita, bisa dikatakan sebagai biaya sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kendali atas biaya sosial ini berada pada diri kita masing-masing, kita sendirilah yang mesti pintar-pintar menyiasati pengeluaran untuk biaya yang satu ini, agar anggaran tidak jebol. Dengan demikian, kalau ada biaya sosial yang harus kita keluarkan, kita juga pasti bisa mengeluarkan uang untuk biaya tersebut dengan hati yang lebih ikhlas, tanpa perlu ngedumel atau marah-marah. Nah, untuk membantu Anda mengendalikan biaya sosial, di bawah ini sejumlah tips yang mungkin bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkirakan Biaya Sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari Anda mungkin memasukkan kebutuhan biaya sosial ke dalam kelompok "Pengeluaran Tak Terduga" dalam anggaran Anda. Padahal, jangan lupa, biaya sosial tidak selalu tidak bisa diduga. Beberapa dari biaya sosial yang Anda keluarkan terkadang malah sudah bisa diperkirakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, memang ada biaya sosial seperti sumbangan-sumbangan yang sifatnya benar-benar tidak terduga. Prinsipnya, Anda tetap bisa membuat perkiraan kalau mau. Kan, enak kalau angka biaya sosial ini bisa diperkirakan dulu sebelumnya. Tak perlu terperinci sekali, yang penting ada perkiraan angkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Susun Daftar Prioritas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda memperoleh perkiraan tentang berapa total kebutuhan biaya sosial, yang harus Anda lakukan berikutnya adalah membuat daftar prioritas dari tiap-tiap komponen biaya sosial tersebut. Misalnya, prioritas pertama iuran RT, prioritas kedua arisan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan komponen biaya yang benar-benar tak terduga dalam urutan terakhir di daftar prioritas Anda. Cara ini akan memudahkan Anda dalam menyusun prioritas biaya sosial Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sesuaikan Daftar Prioritas dengan Anggaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah menyesuaikan daftar prioritas yang baru saja Anda buat dengan anggaran keluarga Anda. Kalau dana Anda ternyata tidak cukup, tentu saja akan ada komponen-komponen biaya sosial yang harus Anda relakan dicoret dari daftar. Biasanya yang akan menjadi 'korban' pencoretan pertama kali adalah komponen biaya sosial yang sifatnya benar-benar tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan ragu untuk mengatakan 'Tidak'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda telah menyesuaikan daftar prioritas biaya sosial dengan anggaran, yang harus Anda lakukan sekarang adalah mematuhi daftar tersebut. Kalau ada kebutuhan di luar anggaran, Anda harus bisa mengatakan “tidak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Busana dan Aksesori&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Baju memang penting, tapi Anda mungkin bisa menekan jumlah rupiah yang Anda keluarkan untuk baju kalau memang pengeluaran Anda untuk baju terasa besar. Yang dimaksud busana &amp; aksesori adalah pakaian yang kita kenakan setiap hari berserta segala pelengkapnya, seperti tas, sepatu, sabuk, dan segala macam perhiasan yang melekat di tubuh ataupun busana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu beragamnya jenis busana dan aksesori hingga tanpa sadar kita sering terbujuk untuk memiliki lebih banyak ragam busana dan aksesori. Tahu-tahu tanpa terasa kita sudah membelanjakan begitu banyak untuk pengeluaran yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar pengeluaran untuk busana dan aksesori tidak kebablasan? Anda mesti menanyakan pada diri sendiri, benarkah saya memerlukan barang ini? Pantaskan saya memakainya? Kalaupun saya memang bisa memakainya, seberapa seringkah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplinkan diri Anda hanya untuk membeli baju bila memang dibutuhkan. Untuk menekan anggaran belanja, kalau biasanya beli baju baru sebulan sekali, sekarang coba dijadikan dua bulan sekali. Beli yang kualitasnya bagus karena lama pemakaiannya bisa lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya koleksi baju dan aksesori Anda kelihatan banyak, pintar-pintarlah memadupadankan semua koleksi Anda. Dengan demikian, tidak ada koleksi baju atau aksesori yang mubazir, karena tidak bisa dipadupadankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hiburan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hiburan bukan melulu nonton filem atau nonton konser, tapi banyak macamnya. Anda mendengar musik dari radio tape di rumah atau menonton televisi, itu juga sudah hiburan. Anda pergi ke restoran dan makan bersama teman-teman Anda, juga hiburan. Apa lagi? Banyak, kan? Apa pun itu, asalkan sifatnya bisa menghibur diri Anda sendiri, bisa dikatakan sebagai hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anggaran makan di luar pergi bersama keluarga, bicara soal harga, biasanya uang yang harus Anda keluarkan akan sangat bergantung pada tempat yang Anda datangi. Semakin bagus dan mewah tempat itu, biasanya uang yang harus Anda keluarkan akan semakin mahal. Tetapi jangan lupa bahwa hal itu biasanya cukup sebanding, karena suasana biasanya mahal harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, saya tidak akan menyarankan Anda datang ke tempat yang murah dibanding ke tempat yang mahal, karena biasanya masing-masing tempat makan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Boleh saja sesekali mengajak keluarga makan di restoran yang agak mewah. Misalnya, ketika ayah/ibu mendapat bonus dari kantor. Selebihnya, untuk acara makan di luar setiap malam minggu, fast food dan kedai yang bersih bisa menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hiburan Anda di rumah adalah menonton TV, tak usah ngotot berlangganan TV kabel bila memang anggaran keluarga tidak mencukupi. Sekarang ini ada tujuh stasiun teve di Indonesia yang bisa Anda tonton. Kompetisi yang ketat membuat mereka berlomba-lomba menyajikan acara yang menarik. Nah, tinggal Anda rajin membaca jadwal acara masing-masing televisi di koran untuk mencari acara yang paling menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Menghemat Uang Belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita amat tergantung dengan berbagai produk barang. Hasrat untuk memiliki sebuah barang kerap jauh dari akal sehat. Sekali menyukainya, tak perduli apakah ada uang di kantong atau tidak, langsung saja dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal seperti inilah yang mengganggu anggaran belanja keluarga. Supaya tak mudah tergoda, Anda bisa mengatur pengeluaran belanja secara bijak, berikut kiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manfaatkan Waktu Obral&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, beberapa kali toko-toko menggelar obral gede-gedean. Manfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan yang memang sudah diprioritaskan. Misalnya membeli sepatu anak karena sepatu lamanya perlu diganti atau mengganti kompor yang rusak. Prioritaskan pada barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Belilah barang yang memang dibutuhkan lebih dulu oleh keluarga Anda, baru setelah itu barang yang memang diinginkan. Jangan mentang-mentang semua barang banting harga, Anda lalu kalap membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan Tergiur Iklan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belilah karena Anda memang membutuhkannya. Jangan terbujuk iklan, karena iklan dibuat memang agar Anda mau membeli, bukan sekadar memberi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membawa Catatan Belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasakan membawa secarik kertas yang berisi daftar barang yang harus dibeli. Cara ini bisa menghemat uang belanja, sebab, Anda hanya membeli apa yang tertera di kertas. Bukannya melenceng ke barang-barang lain yang memang tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memilih Tempat Belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jadikan harga sebagai faktor utama dalam memilih tempat berbelanja. Apalagi berbelanja barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kalau Anda bisa membeli barang yang sama di tempat yang murah, kenapa tidak ke sana saja? Ingat, barang-barang rumah tangga adalah kebutuhan yang harus dibeli secara rutin dan berulang. Bila Anda membelinya di tempat yang mahal, selisih harga yang cukup besar akan terasa setelah beberapa bulan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-1349702788519027038?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/1349702788519027038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/cara-menghemat-belanja-bulanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1349702788519027038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1349702788519027038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/cara-menghemat-belanja-bulanan.html' title='Cara Menghemat Belanja Bulanan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2121600075076891820</id><published>2011-10-03T02:55:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T02:57:48.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesalahan mengelola uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Lima Ksalahan Mengenalkan Uang pada Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:justify;"&gt;Sah-sah saja untuk mengenalkan anak pada nilai uang. Namun meski niatnya baik, seringkali Anda melakukan berbagai kesalahan ketika mengajarkan anak tentang uang. Bila hal ini tidak juga Anda sadari, bisa-bisa anak pun tak akan mendapat pesan yang ingin Anda sampaikan. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan orangtua ketika mengenalkan anak tentang nilai uang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan contoh yang salah. &lt;br /&gt;Mungkin kesalahan ini paling tak disadari ketika melakukannya. Anda mengajarkan kepada anak Anda untuk berhemat dan tidak membelanjakan uang untuk membeli barang yang tak dibutuhkan. Sehingga seringkali Anda melarang anak-anak untuk membeli mainan yang sangat diinginkannya di mall, dengan dalih mereka tidak membutuhkannya. Namun ternyata Anda sendiri asyik belanja-belanja baju, DVD, majalah, atau apa pun yang Anda inginkan. Seharusnya sebagai orang tua, Anda mencontohkan hal tentang pengelolaan uang yang benar tak hanya sebatas ucapan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Larangan tanpa contoh yang jelas dari orang tua membuat anak menjadi bingung, karena hal ini bertentangan. Lebih baik jelaskan dengan memberikan contoh yang tepat," ungkap Eileen Gallo, PhD, penulis Silver Spoon Kids: How Successful Parents Raise Responsible Children. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. &lt;br /&gt;Tak ada salahnya jika membeli sesuatu yang memang sangat dibutuhkan. Namun, hal ini berbeda dengan benda yang kita inginkan. Ketika orangtua sulit membedakan mana kebutuhan dan keinginan, maka anak juga tak akan mampu membedakan keduanya. Misalnya, sepatu keluaran desainer yang menjadi favorit Anda sedang didiskon separuh harga. Anda pun "menyerah" dan membelinya. Kekalahan Anda yang akhirnya membuat Anda membeli sepatu tersebut membuat anak Anda tidak akan belajar bagaimana menolak simbol status baru seperti diskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak juga perlu belajar bahwa membeli barang yang tak dibutuhkan -meski didiskon- juga sebenarnya juga merupakan pemborosan. Karena sebenarnya uang itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya," tukas Paul Richard, direktur eksekutif Institute of Consumer Financial Education di San Diego. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu menyelamatkan anak dari kesalahan.&lt;br /&gt;Ketika belajar mengelola uang, anak-anak pasti sering melakukan kesalahan. Misalnya, ketika diberi uang jajan untuk seminggu, biasanya mereka sulit mengelolanya sehingga belum sampai seminggu uangnya sudah habis. Tak jarang Anda merasa kasihan dengan anak-anak, karena mereka tidak bisa membeli jajan lagi karena uangnya habis. Rasa kasihan ini membuat Anda cenderung menyelamatkannya dari kesalahan, sehingga anak tak belajar dari kesalahannya. Sebaiknya, biarkan anak merasakan susahnya tak bisa jajan karena tak ada lagi uang yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda selalu menyelamatkan anak ketika mereka tidak mengelola uang dengan baik, mereka tidak akan belajar tentang cara mengelola uang dan mereka tidak akan merasakan akibat dari kesalahan yang dibuatnya. Hal ini akan menjadi pelajaran penting tentang hidup sesuai kemampuan mereka," ungkap Ann Douglas, penulis buku Family Finace: The Essential Guide for Parents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menghargai segala sesuatunya dengan uang. &lt;br /&gt;Pernahkan Anda mengganjar segala sesuatu yang dilakukan anak-anak dengan uang? Jika ya, berhentilah melakukannya. Jangan pernah memberinya imbalan uang untuk segala sesuatu yang memang harus dilakukannya, misalnya membuat PR. Jangan memberinya upah berupa sejumlah uang ketika ia berhasil mendapatkan nilai yang bagus di kelas, atau setelah membantu Anda melakukan pekerjaan rumah. Jika Anda melakukannya, Anda akan gagal memberikan motivasi yang benar untuk bekerja keras dan belajar maksimal di sekolah. Selain itu, yang diterima anak bukanlah kepuasan yang datang dengan melakukan hal yang terbaik untuk mencapai tujuan, tapi untuk mendapatkan uang yang banyak dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menggunakan uang sebagai pengganti waktu dan perhatian.&lt;br /&gt;Bekerja seharian untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga memang umum dilakukan oleh pria dan wanita karier. Namun, hal ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam kehidupan rumah tangga. Bagi Anda yang sibuk, seringkali anak tak mendapat perhatian yang cukup. Untuk mengatasi hal ini, biasanya Anda akan memberikan sejumlah uang dan membiarkan mereka memilih semua hal yang mereka inginkan agar mereka bahagia dan tak merengek meminta perhatian Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda, inilah cara paling praktis untuk menunjukkan rasa peduli, dan sebagai pengganti kebersamaan dengan keluarga. Namun ini salah. Sadarkah Anda bahwa tak ada satu pun di dunia ini -bahkan uang sekalipun- yang lebih besar dan berharga untuk anak Anda dibandingkan dengan cinta dan perhatian Anda?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber link Akfti : &lt;a href="http://female.kompas.com/read/2011/10/03/15313281/5.Cara.Salah.Mengenalkan.Uang.pada.Anak"/&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2121600075076891820?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2121600075076891820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/lima-ksalahan-mengenalkan-uang-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2121600075076891820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2121600075076891820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/lima-ksalahan-mengenalkan-uang-pada.html' title='Lima Ksalahan Mengenalkan Uang pada Anak'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2288861719099046281</id><published>2011-10-03T02:51:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T02:51:15.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Agar Efektif, Fokuslah pada Satu Tabungan</title><content type='html'>Apa yang Anda inginkan dalam hidup Anda saat ini? Apakah melunasi cicilan mobil, mulai mencicil pinjaman rumah, dan menabung untuk liburan akhir tahun? Jika Anda ingin ada kemajuan dalam upaya Anda, ada baiknya Anda mulai berfokus pada salah satu hal saja. Sebab menurut penelitian dari Rotman School of Management, University of Toronto, jika Anda ingin menabung, Anda akan mampu menyimpan jauh lebih banyak uang jika menentukan satu prioritas lebih dulu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda hanya punya satu tujuan, hal itu akan membuat mindset Anda lebih berorientasi pada tindakan, dan membantu Anda menabung lebih banyak," kata Min Zhao, asisten profesor marketing di universitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti sebelumnya melakukan serangkaian penelitian terhadap subjek yang berbeda, di antaranya rumah tangga di pedesaan India, para ayah dengan pendapatan menengah di Kanada, dan pekerja profesional yang tinggal di Hong Kong. Meskipun latar belakang mereka berbeda, hasilnya ternyata sama. Menabung dengan satu tujuan terbukti jauh lebih efektif daripada bila tujuannya bermacam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila Anda memiliki beberapa tabungan untuk kebutuhan yang berbeda-beda, hal itu akan membuat Anda mengkompromikan antara tujuan yang berbeda-beda tersebut. Anda cenderung menjadi kurang disiplin, dengan memberi kelonggaran pada satu jenis tabungan untuk mempercepat tercapainya jenis tabungan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align:justify;"&gt;Para peneliti bahkan mengatakan, pendekatan yang dilakukan bank-bank ketika memberi saran mengenai cara-cara menabung sebenarnya kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesalahan paling umum adalah menekankan berbagai alasan untuk menabung," tukas Zhao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang pasti memiliki berbagai kebutuhan yang membuat mereka harus menabung. Namun hal terbaik yang perlu dilakukan, menurut Zhao adalah menyatukan berbagai tujuan ini ke dalam satu tujuan atau tujuan yang abstrak. Misalnya, mendapatkan kebebasan finansial, atau fleksibilitas finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, agar menabung menjadi efektif, cobalah untuk menentukan jumlah yang terukur. Ketimbang Anda menabung berapapun sisa gaji yang ada, lebih baik tentukan jumlah yang harus Anda tabung setiap bulannya&lt;/div&gt;Sumber link Aktif : &lt;a href="http://female.kompas.com/read/2011/09/28/14020122/Agar.Efektif.Fokuslah.pada.Satu.Tabungan"/&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2288861719099046281?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2288861719099046281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/agar-efektif-fokuslah-pada-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2288861719099046281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2288861719099046281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/agar-efektif-fokuslah-pada-satu.html' title='Agar Efektif, Fokuslah pada Satu Tabungan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4935035783727895468</id><published>2011-10-01T08:56:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:56:23.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>6 Tips Membangun Kekayaan</title><content type='html'>SETIAP orang tentu mengidamkan kehidupan yang lebih nyaman, sejahtera, dan tidak perlu mengkhawatirkan masalah finansial. Dengan pengelolaan aset yang baik, setiap orang bisa membangun dan mengembangkan kekayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti sejumlah aturan sederhana seperti dipublikasikan situs CNNMoney.com berikut ini dan bersiap-siaplah membangun kekayaan Anda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bernyali &lt;br /&gt;Untuk membuat simpanan Anda tumbuh lebih cepat daripada inflasi (tingkat tahunan rata-rata: 3,1 persen), Anda harus berinvestasi dalam saham jangka panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan berusaha terlalu keras &lt;br /&gt;Sebanyak 72 persen dana skala besar yang dikelola secara aktif, gagal mengalahkan pasar saham selama lima tahun terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konsisten &lt;br /&gt;S&amp;P 500 memeroleh 11,8 persen per tahun antara 1982 dan 2001. Namun, hanya investor yang konsisten dan bertahan saja yang berhasil memeroleh keuntungan besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dampak biaya tinggi &lt;br /&gt;Semakin besar jumlah yang harus dibayar untuk biaya manajemen dan berbagai pengeluaran lain, semakin sedikit hasil yang akan Anda peroleh dari waktu ke waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Utang tidak membanggakan &lt;br /&gt;Jika Anda hanya membuat pembayaran minimum dari tagihan sebesar US$5.000, Anda akan membayar utang tersebut selamanya dan rugi banyak dari bunga yang dikenakan sepanjang jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Uang tidak mendatangkan kebahagiaan &lt;br /&gt;Lebih banyak uang tidak berarti Anda secara otomatis bisa menjadi lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2010/04/29/3091/9/Enam-Tips-Membangun-Kekayaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4935035783727895468?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4935035783727895468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/6-tips-membangun-kekayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4935035783727895468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4935035783727895468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/6-tips-membangun-kekayaan.html' title='6 Tips Membangun Kekayaan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6173891141383240242</id><published>2011-10-01T08:51:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:51:52.925-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Delapan Mitos Perusak Kekayaan</title><content type='html'>UANG bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan tetapi tidak mutlak. Bahkan orang yang bekerja hanya mengejar uang justru akan merusak kemakmurannya. Simak 8 mitos yang justru akan membuat kekayaan Anda tidak menjadi seperti yang Anda inginkan. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan Anda terperangkap dalam mentalitas kekurangan. Berapapun uang yang Anda miliki, cukupkan. Jika Anda berpikir tentang kekurangan, Anda tidak akan memiliki energi untuk mewujudkan hal yang tepat sesuai harapan Anda. Belajarlah dari kegagalan finansial orang lain, sehingga saat tanda-tanda muncul, Anda sudah sangat waspada dan bisa mengantisipasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siapa bilang uang adalah kekuasaan? Uang akan berkuasa jika Andalah yang memberikan kuasa kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cintailah apapaun pekerjaan Anda sehingga pekerjaan bisa mendatangkan kebahagiaan, sementara uang akan muncul karena Anda menjalani pekerjaan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Percayalah pada intuisi. Sesuatu yang berisiko tinggi akan mendatangkan hasil yang baik, demikian pula sebaliknya. Kuncinya di sini adalah untuk tidak membiarkan rasa takut mencegah Anda dari mengambil risiko. Pastikan Anda berada di puncak permainan yang satu ini seprti misalnya pasar saham atau investasi jenis lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bagaimana Anda berurusan dengan utang. Apakah Anda menggunakannya dengan benar dan melunasinya dengan mudah atau apakah Anda sengaja mengoleksi utang? Pastikan bahwa Anda tidak menggunakan utang untuk menyembunyikan masalah Anda sendiri atau menyembunyikan di balik sesuatu. Gunakanlah utang dengan cara yang benar dengan tujuan menciptakan keseimbangan dan memungkinkan untuk meningkatkan investasi Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan jadikan uang menjadi sesuatu yang menakutkan. Biarkan uang menjadi pelengkap sistem energi Anda agar menjadi lebih kreatif dan juga pendukung solusi permasalahan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Belanjakan lebih sedikit uang daripada penghasilan Anda. Intinya jangan besar pasak daripada tiang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Milikilah cadangan dana untuk saat-saat sulit yang tidak diduga sebelumnya. Dana cadangan ini penting terlepas dari berapa banyak yang Anda hasilkan atau seberapa banyak utang Anda. Jika Anda tidak memiliki dana cadangan, maka sepanjang jalanmenyimpan sepanjang jalan maka Anda sedang menciptakan energi kurangnya yang hanya membangun dirinya sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2011/09/08/6048/9/8-Mitos-Perusak-Kekayaan-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6173891141383240242?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6173891141383240242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/delapan-mitos-perusak-kekayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6173891141383240242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6173891141383240242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/delapan-mitos-perusak-kekayaan.html' title='Delapan Mitos Perusak Kekayaan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-829410074076975412</id><published>2011-10-01T08:30:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:30:38.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nafsu belanja'/><title type='text'>Tip Praktis Mengerem Nafsu Belanja</title><content type='html'>TIGA bulan menjelang penghujung tahun biasanya menjadi periode kritis bagi mereka yang doyan berbelanja sekaligus 'lapar mata'. Betapa tidak, pada bulan-bulan tersebut berbagai toko dan pusat perbelanjaan sering menggelar diskon akhir tahun sekaligus sejumlah penawaran khusus lain yang sayang untuk dilewatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika tidak pandai mengerem nafsu belanja maka berbagai tawaran menggiurkan itu bisa membuat kantong bolong dan tabungan pun terkuras. Oleh karena itu, baca dulu sejumlah tip berikut sebelum Anda mengajak teman menyerbu pusat perbelanjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tinggalkan dompet &lt;br /&gt;Tidak sedikit orang yang berbelanja hanya karena dorongan nafsu semata, walaupun dirinya tidak benar-benar membutuhkan benda tersebut. Ketika melihat sepasang pump-shoes merah yang didiskon setengah harga, Anda bisa jadi tergoda untuk memilikinya, meskipun tahu tidak ada koleksi busana di dalam lemari yang cocok dikenakan bersama sepatu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, potongan harga yang ditawarkan terasa sayang untuk dilewatkan sehingga Anda memutuskan untuk membelinya. Lalu Anda pun terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli beberapa potong pakaian yang sesuai demi menunjang penampilan. Coba bayangkan, berapa total uang yang akhirnya harus dikeluarkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gregory Berns, M.D., associate professor of psychiatry dari Emory School of Medicine, aktivitas berbelanja mampu meningkatkan kadar dopamin di otak. Ketika Anda melihat berbagai barang-barang baru yang menarik mata, perasaan euforia itu semakin meledak-ledak dan tak tertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu trik sederhana yang dapat diterapkan untuk menghindarkan diri dari situasi serupa: jangan membawa uang dalam bentuk apapun kecuali budget untuk makan dan minum, pada saat window shopping. Sebaiknya, tinggalkan dompet di rumah agar tidak diburu nafsu berbelanja. Setelah itu, Anda dapat kembali lagi ke toko dengan pikiran jernih dan kontrol diri untuk menentukan apa yang penting dan apa yang tidak penting untuk dibeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belanja seorang diri &lt;br /&gt;Perempuan mana yang tidak suka pergi berbelanja bersama teman-teman sesama jenisnya? Kaum hawa umumnya senang menjadikan aktivitas berbelanja sebagai salah satu momen untuk bersosialisasi dengan kelompoknya. Akan tetapi, hal tersebut justru mampu meningkatkan dorongan berbelanja hingga sebesar 7 %. Apalagi jika teman yang Anda ajak berbelanja termasuk shoppaholic sejati, bisa runyam cerita! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik pergi berbelanja seorang diri atau bersama satu hingga dua orang teman yang terkenal sifat hematnya dan hebat petuah bijaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bayar tunai &lt;br /&gt;Hindari kartu kredit atau pun kartu debit sebagai medium pembayaran. Menurut Sheryl Garrett, perencana keuangan sekaligus penulis seri buku finansial On the Road, kedua cara pembayaran tersebut membuat orang cenderung tidak menyadari seberapa banyak uang yang telah dikeluarkan, sehingga terus saja menggesekkannya tanpa merasa bersalah sedikitpun. Sebaliknya, dengan membayar tunai orang bisa mengurangi nafsu belanja sebesar 12-18%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hindari godaan &lt;br /&gt;Hindari memasuki toko-toko tertentu yang Anda tahu pasti tidak akan bisa keluar dari sana tanpa membeli satu barang pun, misalnya toko pernak-pernik yang baru saja launching jika Anda suka pernak-pernik. Jika masih saja kesulitan, tentukan batas maksimum uang yang boleh dibelanjakan di toko itu untuk memuaskan nafsu Anda. Sebab, jika terus ditahan dan tidak dilampiaskan maka hal itu justru memicu Anda untuk berbelanja lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2009/10/19/2258/9/Tip-Praktis-Mengerem-Nafsu-Belanja-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-829410074076975412?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/829410074076975412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/tip-praktis-mengerem-nafsu-belanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/829410074076975412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/829410074076975412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/tip-praktis-mengerem-nafsu-belanja.html' title='Tip Praktis Mengerem Nafsu Belanja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7963454812422786316</id><published>2011-10-01T08:27:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:27:14.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanja barang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pintar berbelanja'/><title type='text'>Pintar Berbelanja</title><content type='html'>Be A Smart Shopper&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dari tiga wanita yang berbelanja selalu membeli sesuatu dengan tak terencana. Menurut Paco Underhill, a shopping sociologist, kebanyakan wanita membeli suatu barang hanya untuk kesenangan, sebagai pemuasan terhadap diri sendiri, membeli hanya karena tertarik barangnya bagus tetapi jarang sekali wanita membeli barang karena benar-benar membutuhkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, ketika para wanita berbelanja, saat itu mereka tengah merusak perencanaan keuangan yang telah mereka tetapkan. Bayangkan waktu untuk seorang wanita saat berbelanja lebih lama dari pada untuk berolahraga. Jika waktu tersebut digunakan dengan baik untuk olahraga, Underhill membayangkan bentuk tubuh yang banyak diidamkan kebanyakan wanita pasti bisa dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Underhill pun memberikan tip bagi para wanita untuk menjadi seorang smart shopper yang tak merusak rencana keuangan yang telah dibuatnya. Lebih penting lagi, saat Anda berbelanja haruslah sesuai dengan kebutuhan bukan sebatas suka, diskon atau kesenangan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pergunakan shopping log. &lt;br /&gt;Shopping log dapat Anda buat sendiri yaitu dengan mencatat semua benda tidak penting yang Anda belanjakan kecuali makanan dan obat-obatan. Diakhir bulan lihat betapa banyak barang yang Anda belanjakan tak mewakili kepentingannya. Dengan memiliki shopping log diharapkan Anda dapat memantau semua barang yang dibelanjakan hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buatlah shopping diary. &lt;br /&gt;Sisipkan sebuah catatan kecil dengan pena yang dapat dibawa kemanapun Anda pergi. Catat semua hal yang menyangkut belanja, baik itu semua barang yang Anda butuhkan, perasaan bersalah ketika membeli suatu beda yang tak berharga hingga rasa kesal kepada pelayan toko yang tidak memberikan pelayanan yang baik. Sambil mencatat di buku harian, masukkan lima pertannyaan berikut yang dapat membantu memberikan motivasi yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;- Apa yang saya lakukan disini?&lt;br /&gt;- Apa yang memicu saya untuk datang ke sini?&lt;br /&gt;- Apa yang saya rasakan?&lt;br /&gt;- Apakah saya membutuhkan benda yang akan saya beli ini? Apa yang akan terjadi jika saya tidak membelinya?&lt;br /&gt;- Apa yang terjadi jika saya membelinya?&lt;br /&gt;Dengan mencatat semua hal diatas diharapkan akan mengerem pengeluaran belanja Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pergunakanlah internet secara bijaksana &lt;br /&gt;Jika Anda termasuk pengguna jasa internet dalam melakukan pembelajaan, bijaksanalah dalam menggunakannya. Belanja melalui internet memang lebih mudah juga lebih cepat menyedot uang Anda. Hanya dengan menggunakan jari, semua barang yang diinginkan dapat terbeli. Sebelum memutuskan membeli, pelajari semua informasi dan lebih lanjut baca media perempuan rubrik financial Belanja Online. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Temukan kesenangan lain selain berbelanja. &lt;br /&gt;Kebanyakan wanita menghabiskan wanktu senggang mereka dengan membelanjakan uangnya. Anda dapat menemukan 1001 kesenangan yang tak ada sangkut pautnya dengan belanja. Misalnya membaca buku-buku hebat tentang keuangan, mencoba resep baru, berkebun, atau berolahraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berbelanjalah seperti pria &lt;br /&gt;Menurut Underhill, kebanyakan pria berbeanja lebih efektif daripada wanita. Kaum pria hanya membeli apa yang mereka butuhkan sekalipun mereka melewati banyak toko, mata mereka hanya tertuju pada barang yang mereka perlukan. Selain itu kadang kala mereka juga agresive sehingga mereka bisa mendapatkan harga yang murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2008/10/06/689/9/Be-A-Smart-Shopper&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7963454812422786316?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7963454812422786316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/pintar-berbelanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7963454812422786316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7963454812422786316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/pintar-berbelanja.html' title='Pintar Berbelanja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3506631244547126035</id><published>2011-10-01T08:24:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:24:40.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanja barang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskon'/><title type='text'>Belanja dimana? Pasar Tradisional Vs Pasar Modern</title><content type='html'>DI zaman resesi seperti saat ini, orang harus lebih cermat dan bijak membelanjakan setiap sen uang, termasuk ketika membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Jika selama ini terbiasa berbelanja bulanan di supermarket atau pasar modern lainnya, sudah waktunya melirik kemungkinan berbelanja di pasar tradisional. Selain lebih murah, Anda pun bisa turut membantu meningkatkan taraf kesejahteraan para pedagang kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini Media Perempuan memberikan sejumlah perbandingan untung-rugi berbelanja di pasar tradisional versus pasar modern: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harga barang &lt;br /&gt;Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tawar menawar &lt;br /&gt;Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diskon &lt;br /&gt;Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kenyamanan berbelanja &lt;br /&gt;Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kesegaran produk &lt;br /&gt;Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selamat berbelanja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2009/07/30/1937/9/Pasar-Tradisional-Vs-Pasar-Modern&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3506631244547126035?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3506631244547126035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/belanja-dimana-pasar-tradisional-vs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3506631244547126035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3506631244547126035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/belanja-dimana-pasar-tradisional-vs.html' title='Belanja dimana? Pasar Tradisional Vs Pasar Modern'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6921474276459946770</id><published>2011-10-01T08:18:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:18:28.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanja makanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat belanja'/><title type='text'>Trik Hemat Belanja Bahan Makanan</title><content type='html'>HARGA bahan makanan semakin melonjak dari hari ke hari. Demi menjaga kesehatan kondisi finansial, ada baiknya mempersiapkan strategi ketika Anda harus berbelanja salah satu kebutuhan pokok tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berikut ini adalah sejumlah trik yang dapat Anda terapkan untuk berhemat ketika membeli bahan makanan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makan di rumah &lt;br /&gt;Makan di luar bisa berbuntut tagihan mahal. Padahal, hampir semua menu bergizi yang tersedia di restoran bisa Anda buat sendiri di rumah, dengan biaya yang jauh lebih murah. Bahkan, secangkir kopi yang nikmat pun jatuhnya bisa lebih murah jika diseduh sendiri di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, makanan cepat saji memang di luar kategori. Sebab, makanan tinggi kalori namun berkualitas rendah tersebut memang memiliki harga yang cukup terjangkau. Akan tetapi, dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang Anda tidak sepadan dengan keuntungan ekonomis jangka pendek yang diberikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bikin rencana &lt;br /&gt;Hilir mudik di supermarket sambil menyambar barang apa pun yang menarik mata, bisa menguras isi dompet. Oleh karena itu, Anda perlu mempersiapkan daftar belanja sebelum keluar rumah, untuk meminimalisasi pengeluaran yang tidak diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencanakan menu makanan Anda selama sepekan ke depan, lalu buat catatan apa saja yang harus dibeli untuk menyiapkan menu tersebut. Begitu daftar tersebut jadi, beli hanya barang yang tertera di sana dan hindari pembelian impulsif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Langsung ke tujuan &lt;br /&gt;Supermarket dirancang agar membuat pembeli harus melalui labirin untuk mencapai barang kebutuhan paling mendasar, dengan harapan supaya Anda tergoda melakukan pembelian impulsif sepanjang jalan. Jika tetap konsisten dengan daftar belanjaan yang telah dibuat, Anda tidak akan tergoda ketika dipaksa menyusuri lorong junk food ketika sedang mencari susu, misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar barang kebutuhan dan bahan memasak dasar biasanya ditempatkan di sepanjang tepi luar toko. Jadi, mulailah kegiatan belanja Anda di sekitar area tersebut. Usahakan untuk memasuki labirin hanya ketika Anda harus mengambil sisa barang lain di dalam daftar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makan sebelum belanja &lt;br /&gt;Ketika Anda memasuki sebuah bangunan yang penuh dengan makanan dalam kondisi perut keroncongan, Anda cenderung untuk mengisi keranjang belanjaan sampai penuh dengan pembelian yang tidak perlu dan mahal, hanya karena menarik selera.Untuk menghindari pemborosan tersebut, sebaiknya isi perut Anda sebelum pergi berbelanja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kurangi frekuensi belanja &lt;br /&gt;Mengurangi frekuensi perjalanan ke toko bahan makanan, bisa turut mengurangi kemungkinan pembelian yang tidak perlu sekaligus meminimalisasi biaya bensin yang dihabiskan untuk menuju ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/read/2011/02/02/4961/9/Trik_Hemat_Belanja_Bahan_Makanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6921474276459946770?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6921474276459946770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/trik-hemat-belanja-bahan-makanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6921474276459946770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6921474276459946770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/trik-hemat-belanja-bahan-makanan.html' title='Trik Hemat Belanja Bahan Makanan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5468607499205242140</id><published>2011-10-01T08:09:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:09:59.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat belanja'/><title type='text'>Tip Hemat Berbelanja</title><content type='html'>Menjelang Lebaran, adakalanya pengeluaran Jadi tidak terkontrol. Apalagi hubungannya dengan urusan belanja berbagai keperluan untuk hari raya tersebut. Berikut ini ada beberapa trik agar hemat dalam berbelanja. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan berapa dana yang dianggarkan. Usahakan semampunya saja, tak perlu menguras tabungan, apalagi sampai berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah skala prioritas. Untuk keluarga besar dengan banyak anggota keluarga, contohnya, boleh Jadi kudapan yang diutamakan. Sementara, kalau keluarga ini akan banyak dikunjungi bocah-bocah kecil, mungkin anggaran untuk mainan dan penganan kesukaan anak-anak harus disediakan lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat bukan berarti asal membeli barang berharga murah. Tetap cermati kualitas barang yang akan dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkan trik-trik belanja hemat, misalnya membeli produk yang memiliki kemasan isi ulang, seperti minyak goreng, kecap, dan deterjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari kenali tempat-tempat belanja murah. Menjelang Lebaran biasanya supermarket berlomba menggelar obral. Namun Jangan gampang tergiur pada barang-barang yang diobral. Selalu kembalikan pada pertanyaan "Apa yang saya butuhkan" dan bukan "Apa yang saya inginkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa serta daftar belanjaan dan usahakan jangan melenceng. Kendati tampaknya sepele, daftar belanjaan paling tidak berfungsi sebagai alat kontrol terhadap apa saja yang dibeli dan berapa besar alokasi pengeluaran dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://bataviase.co.id/node/372287&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5468607499205242140?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5468607499205242140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/tip-hemat-berbelanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5468607499205242140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5468607499205242140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/tip-hemat-berbelanja.html' title='Tip Hemat Berbelanja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7317427971098925121</id><published>2011-10-01T08:03:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T08:03:29.802-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat belanja'/><title type='text'>Ini triknya yang Mau Hemat Belanja</title><content type='html'>Anda bisa mengisi lemari es agar tetap penuh bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi tanpa menguras habis isi dompet. Simak trik belanja berikut untuk tujuan penghematan keuangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan beli satuan&lt;br /&gt;Sejumlah kebutuhan dapur Anda bisa awet tersimpan lama. Sebut saja bawang atau kentang. Untuk alasan penghematan, beli bawang, kentang, atau buah jeruk dalam kantong besar atau dalam takaran lebih besar dan hindari pembelian satuan. Dengan cara ini, Anda bisa menghemat setengah harga dibandingkan membeli satuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tak harus berbelanja di supermarket&lt;br /&gt;Harga barang di supermarket boleh jadi lebih murah daripada di pasar tradisional atau penjual ritel. Namun, tak semua barang berbanderol murah di supermarket. Khusus untuk produk kecantikan dan perawatan tubuh, Anda bisa menghemat pengeluaran jika membelinya di toko ritel dibandingkan di supermarket. Begitu pun dengan produk kertas, Anda bisa berhemat dengan membelinya di toko grosir. Sedangkan bahan makanan seperti buah dan sayuran, tak ada yang bisa mengalahkan harga di pasar tradisional atau tukang sayur keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Produk seafood beku lebih murah&lt;br /&gt;Jika tujuannya penghematan, produk seafood yang sudah dibekukan lebih murah 20-40 persen dibandingkan produk segar. Bicara rasa, boleh jadi ada bedanya. Namun, jika saat ini kondisi keuangan sedang menipis atau membutuhkan penghematan, Anda masih bisa menikmati ikan atau seafood yang sudah dibekukan. Pilih ikan atau seafood beku yang masih segar atau belum terlalu lama dibekukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hemat belanja daging&lt;br /&gt;Penghematan tak lantas mengharuskan Anda mengurangi konsumsi daging atau ayam. Belilah daging atau ayam dalam jumlah yang lebih besar, ukuran family pack. Cara ini bisa lebih menghemat 20 persen untuk daging, dan hemat 50 persen untuk ayam, dibandingkan jika Anda membeli dalam porsi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Teliti sebelum membeli&lt;br /&gt;Saat berbelanja di supermarket, perhatikan harga per unit satuan. Misalnya, harga buah dan sayuran per gram atau per ons. Ketelitian semacam ini bisa membantu Anda mengontrol belanja untuk berhemat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://palembang.tribunnews.com/2011/07/10/mau-hemat-belanja-ini-triknya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7317427971098925121?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7317427971098925121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/ini-triknya-yang-mau-hemat-belanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7317427971098925121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7317427971098925121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/ini-triknya-yang-mau-hemat-belanja.html' title='Ini triknya yang Mau Hemat Belanja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8787010269527643594</id><published>2011-10-01T07:50:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T07:50:25.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Sepuluh Tips Hemat Belanja</title><content type='html'>1. Buat daftar belanja rutin untuk barang yang dibutuhkan setiap bulan sesuai dengan budget bulanan yang sudah dibuat.&lt;br /&gt;2. Selalu membawa daftar belanja setiap kali berbelanja and stick to it ! Hal ini penting untuk menghindari membeli barang yang tidak diperlukan.&lt;br /&gt;3. Biasakan pergi berbelanja secara teratur misalnya setiap satu atau dua bulan sekali berdasarkan “kebutuhan” dan bukan “keinginan” apalagi jika hanya sekedar jalan-jalan.&lt;br /&gt;4. Berbelanjalah di pusat perkulakan daripada di minimarket. Selain ragam barang yang tersedia kurang lengkap, hargapun biasanya lebih mahal.&lt;br /&gt;5. Membeli barang dengan jumlah yang lebih banyak akan lebih menguntungkan karena lebih murah. Hal ini tentunya baru dapat dilakukan jika cash flow Anda memungkinkan.&lt;br /&gt;6. Lakukan riset untuk mendapatkan tempat belanja yang selalu memberikan harga yang paling murah dan sering berpromosi. Siapa tahu Anda mendapatkan barang yang kebetulan anda mau beli dengan harga miring.&lt;br /&gt;7. Shop smart – pandai-pandailah memilih barang yang berkualitas cukup baik dengan harga ekonomis. Jangan ragu menggunakan produk generik untuk pemakaian setiap hari seperti pembersih lantai misalnya.&lt;br /&gt;8. Jangan lupa, memilih tempat belanja yang memberikan free parking akan menambah nilai belanja hemat Anda.&lt;br /&gt;9. Jika menggunakan kartu kredit, pastikan dapat anda lunasi penuh tepat waktu.&lt;br /&gt;10. Apabila tergoda, Ingatlah selalu "spend less=save more",semakin banyak yang ditabung, semakin cepat tujuan keuangan kita tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://keluargacerdas.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8787010269527643594?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8787010269527643594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/sepuluh-tips-hemat-belanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8787010269527643594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8787010269527643594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/sepuluh-tips-hemat-belanja.html' title='Sepuluh Tips Hemat Belanja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2367473643557326845</id><published>2011-10-01T07:41:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T07:41:35.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat belanja'/><title type='text'>Tip Hemat Belanja Interior</title><content type='html'>Memilih interior kadang memang sangat menyenangkan. Berbagai jenis interior yang ditawarkan sangat menarik. Rasanya ingin membeli semua yang ada. Namun, Anda harus hati-hati. Kalau mengikuti nafsu, bisa-bisa Anda over budget saat belanja interior.&lt;br /&gt;Nah, agar tidak over budget, ikuti tip berikut.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentukan anggaran yang tersedia.&lt;br /&gt;2. Putuskan tema interior Anda untuk mencegah ’lapar mata’, juga untuk menghemat waktu berbelanja.&lt;br /&gt;3. Buat daftar belanja berdasarkan prioritas. Barang yang wajib didaftar bagian atas dan barang tak wajib di bagian bawah. Bila dana tak mencukupi, utamakan membeli barang yang wajib. &lt;br /&gt;4. Berbelanja sebagian barang di satu tempat. Biasanya pembeli dalam jumlah besar akan mendapat pelayanan dan diskon yang lebih baik.&lt;br /&gt;5. Kunjungi beberapa toko lebih dahulu agar bisa membandingkan harga. &lt;br /&gt;6. Manfaatkan program diskon belanja yang ditawarkan perusahaan kartu kredit Anda. Namun, jangan lupa untuk membayar tagihannya tepat waktu untuk menghindari beban bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber link aktif : http://www.femina.co.id/waktu.senggang/interior/tip.hemat.belanja.interior/006/004/32&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2367473643557326845?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2367473643557326845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/tip-hemat-belanja-interior.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2367473643557326845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2367473643557326845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/tip-hemat-belanja-interior.html' title='Tip Hemat Belanja Interior'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7921825664356842270</id><published>2011-10-01T07:11:00.001-07:00</published><updated>2011-10-01T07:11:33.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Hemat Hindari Main Ke Sana Sini</title><content type='html'>Alangkah bagusnya waktu luangnya di manfaatkan dirumah untuk berkreasi ketimbang keluyuran di luar rumah, syukur-syukur bisa mendatangkan duit atas kreasinya dan Hindari Gaul sana sini itu bisa bikin capek dan kantong ikut tipis. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluyuran di plaza atau mall itu mengeluarkan ongkos untuk angkutan dan capek, tidak hanya mengeluarkan ongkos untuk perjalanan tapi juga itu seperti rokok, makanan dan minuman belum lagi tergiur dengan barang promosi. Kebiasaan itu merupakan faktor boros yang tak bermanfaat, padahal kalau bertahan dirumah bisa makan gratis dan segar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main ketempat yang di ingikan itu boleh asal ada rencana seperti ingin membeli barang ini itu. Itu boleh dilaksanakan tapi kalau bisa pilih lokasi yang dekat karena bisa hemat tenaga dan ongkos angkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat bermula dari kesadaran dan niat untuk menabung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7921825664356842270?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7921825664356842270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/hemat-hindari-main-ke-sana-sini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7921825664356842270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7921825664356842270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/10/hemat-hindari-main-ke-sana-sini.html' title='Hemat Hindari Main Ke Sana Sini'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4036951580508760389</id><published>2011-09-27T00:21:00.001-07:00</published><updated>2011-09-27T00:21:50.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangan jantung'/><title type='text'>Pria Terlibatlah Merawat Anak, Cegah Terkena Serangan Jantung</title><content type='html'>Umumnya pernikahan baik untuk kesehatan dan bagi pria terhindar dari serangan jantung dan kemungkinan besar untuk bertahan hidup lebih lama karena mendapat perawatan dari istri bila terkena serangan jantung.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menyebutkan, pria yang terlibat merawat anak kemungkinan kecil untuk meninggal akibat terkena serangan jantung ketimbang pria yang cuek bebek dengan urusan perawatan anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4036951580508760389?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4036951580508760389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/pria-terlibatlah-merawat-anak-cegah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4036951580508760389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4036951580508760389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/pria-terlibatlah-merawat-anak-cegah.html' title='Pria Terlibatlah Merawat Anak, Cegah Terkena Serangan Jantung'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-154787385365301549</id><published>2011-09-27T00:07:00.001-07:00</published><updated>2011-09-27T00:07:15.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Minat Menabung Orang Indonesia Masih Kalah VS Malaysia</title><content type='html'>Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad, menilai minat menabung masyarakat Indonesia masih kalah dengan Malaysia, sehingga perlu upaya perbankan untuk terus memberikan edukasi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya meyakini minat masyarakat Indonesia untuk menabung dan melakukan berbagai transaksi dengan perbankan masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura," katanya ketika memberikan sambutan pada acara "NTB Banking Expo" 2011, di Mataram, Kamis (30/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kata dia, perbankan harus terus mendorong edukasi agar masyarakat melek finansial. Perbankan juga jangan melakukan edukasi hanya untuk kepentingan bisnis. Menurut Muliaman, edukasi tentang perbankan sangat penting dilakukan karena potensi nasabah di Indonesia saat ini mencapai 51 juta orang. Perbankan harus merespon peluang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Konsumen perbankan saat ini berbeda dengan lima tahun yang lalu. Sekarang konsumen sudah cukup kritis. Oleh karena itu, perbankan perlu merespon dengan cara melakukan edukasi secara menyeluruh, kalau perlu hingga ke pelosok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menilai posisi perbankan sangat strategis dalam mendorong perkembangan ekonomi dan budaya masyarakat, melalui penghimpunan dana nasabah dan penyaluran kredit ke berbagai sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link Aktif : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/11/06/30/lnlfav-minat-menabung-masyarakat-indonesia-masih-kalah-lho-dengan-malaysia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-154787385365301549?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/154787385365301549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/minat-menabung-orang-indonesia-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/154787385365301549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/154787385365301549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/minat-menabung-orang-indonesia-masih.html' title='Minat Menabung Orang Indonesia Masih Kalah VS Malaysia'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6148210265588580975</id><published>2011-09-26T22:22:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:22:46.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Otak Kiri Suka Menabung, Bagaimana jika Otak Kanan?</title><content type='html'>Tahukah Anda jika selama ini kesulitan untuk menabung, bisa jadi hal itu terkait dengan cara kerja otak. Sebuah studi menunjukkan, kemampuan seseorang untuk menabung ternyata ditentukan dari otak bagian mana yang lebih sering Anda gunakan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti menemukan, orang-orang yang seringkali menggunakan belahan otak kanan yang menentukan kreativitas, lebih mengutamakan sikap "hidup untuk hari ini", menggunakan kartu kredit seenaknya dan tanpa tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, para pemikir yang sering menggunakan bagian otak kiri yang menentukan sisi logis, lebih efektif mengatur keuangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang didanai oleh First Direct dan dilakukan oleh Hertfordshire University itu dipimpin oleh seorang Psikolog, Professor Karen Pine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Pine mengawali penelitiannya yang di kompilasi dengan peneliti asal Amerika Serikat, dengan mengajukan permainan asah otak kepada 500 partisipan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pine kemudian memeriksa jawaban dan menemukan hanya satu dari tiga orang yang menjawab degan benar. Sebagian besar merupakan refleksi dari otak sisi kiri yang menggunakan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi menjawab salah karena menggunakan intuisi, yang seringkali dilakukan orang dengan menggunakan otak kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika partisipan yang menjawab salah dimintai keternagan mengenai situasi keuangan, sebagian memiliki tabungan yang sedikit, tagihan kartu kredit dan sangat sedikit pengetahuan mengenai pengaturan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Pine yang juga penulis dari buku "Sheconomics" mengatakan, orang yang reaktif cenderung menjawab dengan hal pertama yang terlintas di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka adalah tipe orang yang hidup untuk saat ini dan menghindari usaha yang bermanfaat jangka panjang. Bisa dikaitkan dengan tak mampu menjalankan manajemen keuangan, serta membayar kartu kredit dengan tagihan minimum," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis orang yang mengandalkan intuisi mungkin merasa tidak puas dengan bank yang mereka gunakan, tapi tidak mengubahnya. "Hal itu tidak masuk akal mengingat  banyaknya pilihan saat ini," ujar Profesor Pine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan penelitian juga menunjukkan, 43 persen dari orang yang mengandalkan intuisi menggunakan bank yang sama sejak dari bangku sekolah. Bahkan, sebagian berada di bank yang sama selama 30 tahun atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jason Sharpe dari Customer Service and Sales Director di First Direct mengatakan, dengan bunga rata-rata yang sangat rendah beberapa tahun terakhir, sangat penting untuk Anda mengedepankan sisi keuangan dan memastikan pelayanan dan kompensasi yang mereka terima adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link Aktif : http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/10/05/26/117112-sering-gunakan-otak-kiri-artinya-suka-menabung-bagaimana-jika-otak-kanan-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6148210265588580975?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6148210265588580975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/otak-kiri-suka-menabung-bagaimana-jika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6148210265588580975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6148210265588580975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/otak-kiri-suka-menabung-bagaimana-jika.html' title='Otak Kiri Suka Menabung, Bagaimana jika Otak Kanan?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6609520448362693534</id><published>2011-09-26T22:20:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:20:29.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Netizen Pilih Menabung Ketimbang Saham</title><content type='html'>Lembaga pemeringkat AC Nielsen mengungkapkan para pengguna internet (netizen) di Indonesia lebih memilih menabung daripada menyisihkan penghasilannya untuk investasi saham.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Managing Director Nielsen, Catherine Eddy, di Jakarta, Selasa menyatakan 70 persen pengguna internet atau konsumen online menyisihkan uangnya untuk menabung. "Tujuh dari sepuluh konsumen di Indonesia akan menempatkan uang berlebih mereka ke tabungan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang menghabiskan uang mereka untuk investasi saham, tambahnya, hanya 31 persen. Bahkan, pengguna internet di Indonesia yang menginvestasikan uangnya untuk saham lebih rendah daripada yang memanfaatkan untuk liburan yakni mencapai 36 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, lanjutnya, yang menyisihkan uangnya untuk produk teknologi baru sebanyak 29 persen disusul, hiburan luar rumah (28 persen), dan membayar tagihan kartu kredit (24 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekitar 22 persen netizen menggunakan uang mereka untuk membeli pakaian baru, dekorasi rumah (17 persen), "retirement fund" atau dana pensiun (14 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dua persen dari pengguna internet di Indonesia menurut laporan Nielsen, tidak mempunyai uang cadangan dan tidak tahu dalam menyisihkan penghasilannya sebanyak satu persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link Aktif : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/11/05/31/lm2ip3-netizen-pilih-menabung-ketimbang-saham&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6609520448362693534?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6609520448362693534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/netizen-pilih-menabung-ketimbang-saham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6609520448362693534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6609520448362693534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/netizen-pilih-menabung-ketimbang-saham.html' title='Netizen Pilih Menabung Ketimbang Saham'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5878203393943112517</id><published>2011-09-26T22:18:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:18:40.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat baterai ponsel'/><title type='text'>Tips merawat batu baterai handphone agar tahan lama</title><content type='html'>Jika anda semua punya pengalaman gak enak atau bete waktu handphone keseringan drop baterainya padahal baru di charge?jangan buru-buru nyalahin merk/jenis Handphonenya,bisa jadi penggunaan yang tidak cermat yang jadi penyebabnya,Berikut ini adalah tips-tips untuk merawat baterai Handphone agar dapat lebih tahan lama:&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‪1.Jika anda sering Charge baterai,sebaiknya Handphone dalam keadaan mati.Jika Handphone meyala akan terjadi arus keluar masuk secara bergantian yang akan mengakibatkan rusak molekul pada baterai.Ini juga akan mengakibatkan terjadinya memori efek pada baterai.Apalagi pada saat kita Charge,lantas Handphone digunakan untuk koneksi,itu akan menambah beban pada proses kimia dalam baterai.&lt;br /&gt;‪2.‬ Kurangi menerima atau menelefon didalam mobil.Karena pada saat itu Handphone berusaha keras mencari sinyal BTS (Base Transceiver Station)terdekat.Ketika kita bergerak manjauh dari BTS maka pada saat itu dia berusaha mencari sinyal pada BTS yang lebih dekat.Aktivitas seperti itulah yang memakan energi baterai lumayan besar.Apalagi kita melakukan koneksi internet dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;‪3.‬ Saat akan mencharge baterai Handphone,sebaiknya Handphone dikeluarkan dari Leather case/sarung Handphone karena pengisian baterai dapat menimbulkan panas yang bisa dapat menyebabkan umur ponsel dan baterainya menurun.&lt;br /&gt;‪4.‬ Jangan sering-sering Charging di mobil.Saat mengisi baterai dalam kendaraan,kita menggunakan pemantik api sebagai sambungan.Voltase pada kendaraan sering tidak stabil,sehingga dapat mengakibatkan tidak stabilnya arus listrik masuk kedalam baterai.&lt;br /&gt;‪5.‬ Jika umur baterai telah lebih dari enam bulan,sering-seringlah membersihkan pin emas dan konektor baterai dengan cotton bud atau tissue.&lt;br /&gt;‪6.‬ Matikan fungsi-fungsi yang tidak peting dan tidak perlu untuk digunakan.Misalnya Bluetooth,kamera aktif,Vibrate,GPRS,sering menyalakan Led badan ponsel,screensaver yang cepat,mengaktifkan Backlight siang hari,sering buka tutup sliding dan multitasking.&lt;br /&gt;‪7.‬ Berhematlah saat anda mengaktifkan mp3,radio,Bluetooth dan bermain games. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link Aktif : http://www.dunia-unik.com/2011/02/tips-merawat-batu-baterai-handphone.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5878203393943112517?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5878203393943112517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tips-merawat-batu-baterai-handphone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5878203393943112517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5878203393943112517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tips-merawat-batu-baterai-handphone.html' title='Tips merawat batu baterai handphone agar tahan lama'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8298256805361071581</id><published>2011-09-26T22:15:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:15:37.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat baterai ponsel'/><title type='text'>Tips Hemat Baterai Ponsel Nokia</title><content type='html'>Nokia Made In Filandia. Smartphone nokia pada umumnya mempunyai fungsi multitasking. Disini saya akan membahas mengenai ponsel nokia C6-00 karena ponsel ini saya memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangkah ke tips hemat baterai kita simak sebentar spesifikasi Nokia C6-00 yang sering menghabiskan daya tahan baterai. Sebagai berikut :&lt;br /&gt;‪1.‬Memiliki Bluetooth versi 2.0 &lt;br /&gt;‪2.‬Pemutaran video&lt;br /&gt;‪3.‬Panggilan video &lt;br /&gt;‪4.‬Pemutar musik&lt;br /&gt;‪5.‬USB 2.0 konektor&lt;br /&gt;‪6.‬GPS/A-GPS terpadu&lt;br /&gt;‪7.‬WLAN&lt;br /&gt;‪8.‬Jaringan Data&lt;br /&gt;‪9.‬Selanjutnya spesifkasi Nokia C6-00 di nokia.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur-fitur diatas kalau stand on terus di jamin baterainya cepat habis untuk itu nonaktifkan bila tidak perlu dan coba manajemen penghematan baterai anda. Dengan tips sederhana dari saya :&lt;br /&gt;‪1.‬Pada pengaturan tampilan coba rubah sensor cahayanya menjadi redup&lt;br /&gt;‪2.‬Pada pengaturan profil aktifkan Profil diam dan personalisasikan dengan menonaktifkan gaya layar sentuh dan aktifkan Tanda Getar.&lt;br /&gt;‪3.‬Pada layar utama ada Wlan coba di buka lalu pilih Nonaktifkan Pindai Wlan.&lt;br /&gt;‪4.‬Matikan Bluetooth jika aktif&lt;br /&gt;‪5.‬Matikan aplikasi yang berjalan yang tidak diperlukan&lt;br /&gt;‪6.‬Hindari menyuntik mp3 dan video yang berlebihan, karena memaksa ROM dan Baterai bekerja ekstra keras untuk loading&lt;br /&gt;‪7.‬Jangan keseringna main game (biang keroknya)&lt;br /&gt;‪8.‬Jangan keseringan telpon&lt;br /&gt;‪9.‬Jangan keseringan Internetan&lt;br /&gt;‪10.‬Stop menyuntik aplikasi yang berlebihan di ponsel (pasang apliksai opera mini, ucweb, palringo, nimbuzz, ebuddy dan mig33 sudah lebih dari cukup)&lt;br /&gt;‪11.‬Jika ingin charger baterai lepaskan sarungnya untuk menghindari penguapan panas.&lt;br /&gt;‪12.‬Matikan ponselnya bila ingin charger baterai &lt;br /&gt;‪13.‬Lebih dan kurangnya silahkan di tambahkan sebagai komentar, nanti saya update. terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber link aktif : http://konsumtif.blogspot.com/2011/09/tip-hemat-baterai-ponsel-nokia.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8298256805361071581?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8298256805361071581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tips-hemat-baterai-ponsel-nokia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8298256805361071581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8298256805361071581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tips-hemat-baterai-ponsel-nokia.html' title='Tips Hemat Baterai Ponsel Nokia'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6506772791321557054</id><published>2011-09-26T22:11:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:11:30.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>70 Persen Konsumen Indonesia Lebih Pilih Menabung</title><content type='html'>Nielsen Global Online menyatakan bahwa berdasarkan survey tingkat keyakinan konsumen di kuartal Pertama 2011, masyarakat Indonesia  lebih banyak menabung dibanding menghamburkan uangnya.  Bahkan hasil survey mereka menyatakan tujuh dari sepuluh konsumen di Indonesia lebih memilih menaruh uang mereka dalam tabungan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Managing Director Nielsen Indonesia, Catherine Eddy, seperti halnya mayoritas penduduk di Asia Pasifik, jumlah konsumen kebanyakan memiliki cadangan uang dibanding mereka yang tak memiliki uang lebih. Angka pastinya yaitu sebesar 70 persen masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menabung di bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi survey ini dilakukan secara online di lebih dari 51 negara. Di Indonesia sendiri, Nielsen melakukan survey kepada 500 responden. Survey ini lebih banyak menyasar ke kelas menengah atas dan pekerja kerah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menabung, kebanyakan konsumen online lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk berlibur (36 persen), investasi saham (31 persen), produk teknologi baru (29 persen) dan hiburan luar rumah (28 persen). ‘’Berlibur ini bukan berarti keluar negeri atau melancong, akan tetapi lebih keluar rumah di akhir pekan,’’ ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/11/05/31/lm2czn-70-persen-konsumen-indonesia-lebih-pilih-menabung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6506772791321557054?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6506772791321557054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/70-persen-konsumen-indonesia-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6506772791321557054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6506772791321557054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/70-persen-konsumen-indonesia-lebih.html' title='70 Persen Konsumen Indonesia Lebih Pilih Menabung'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-14581480643251016</id><published>2011-09-26T22:09:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:09:40.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat ponsel baterai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat baterai'/><title type='text'>Tips Menghemat Baterai di Ponsel Android</title><content type='html'>Mempunyai smartphone idaman kini bisa didapatkan berkat kehadiran sistem operasi Android. Ya, OS berbasis open source ini membuat hampir semua perangkat dengan berbagai harga bisa disematkan dengan OS, dan berlabel 'Smartphone'.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terkadang kendalanya adalah smartphone berbeda dengan ponsel fitur yang semarak dengan beragam aplikasi. Sehingga kebutuhan ponsel pun tak sekedar lagi menjadi untuk berkomunikasi saja dengan panggilan atau sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya aplikasi yang hilir masuk ke perangkat genggam Android ini, terkadang membuat ponsel ini menjadi mudah lemah. Pemakaian daya yang berlebihan dan 'mubazir' menjadikan baterai handset Android cepat habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tips sederhana agar baterai Anda dapat bertahan lama, yang okezone rangkum dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Matikan aplikasi yang tidak digunakan lagi. &lt;br /&gt;Ponsel ini memang mempunyai fungsi multitasking, sehingga pengguna dapat menjalankan satu aplikasi ke aplikasi lainnya tanpa harus mematikan aplikasi sebelumnya. Di satu sisi memang bagus, namun jeleknya aplikasi yang masih berjalan ini juga memakan energi, meski tidak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan ini, pengguna bisa melakukannya secara manual dengan mematikannya satu-satu. Namun, Anda juga bisa menggunakan aplikasi seperti 'Advanced Task Killer' untuk mematikan, atau menyortir aplikasi mana yang ingin 'dibunuh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada aplikasi lain bernama 'Battery dry to Save Battery'. Aplikasi ini jauh lebih komplit, karena juga memberikan informasi tambahan aplikasi mana saja yang memakan energi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengurangi kecerahan layar&lt;br /&gt;Anda tidak perlu resolusi pencahayaan yang besar saat siang atau berada di luar ruangan. Jadi, layar di perangkat Anda bisa dikurangi untuk menghemat baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya cukup mudah, masuk ke menu 'setting', lalu pilih 'display, setelah itu pengguna bisa mengatur kontras warna dan rasio kecerahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Matikan live wallpaper&lt;br /&gt;Ponsel Android memang sangat keren bila muncul dengan walpaper yang bisa bergerak-gerak. Akan tetapi, sayangnya ini cukup menguras tenaga bagi baterai handsetnya. Ada baiknya Anda cukup mengganti walpaper biasa, untuk mengemat baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mobile network&lt;br /&gt;Komputer dalam genggaman memang disematkan untuk ponsel Android ini, karena kemampuannya untuk menjelajah dunia maya sangat mengagumkan. Tapi bila Anda sedang tidak dalam keadaan online, ada baiknya memang jaringan mobile dimatikan untuk menghemat kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, masuk ke menu setting, lalu pilih Wireless and network, setelah itu baru pilih mobile network, kemudian pilih fungsi 'off'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link Aktif : http://techno.okezone.com/read/2011/07/04/92/475635/tips-menghemat-baterai-di-ponsel-android&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-14581480643251016?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/14581480643251016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tips-menghemat-baterai-di-ponsel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/14581480643251016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/14581480643251016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tips-menghemat-baterai-di-ponsel.html' title='Tips Menghemat Baterai di Ponsel Android'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4567974068920634566</id><published>2011-09-26T22:06:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:06:44.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Tak Ingin Kantong Tipis dan Caranya ?</title><content type='html'>Mike Rini Sutikno,konsultan perencana keuangan memberikan tips dalam perencanaan keuangan agar terwujudnya keluarga sehat dan bahagia. Wanita yang akrab disapa Mike ini mengingatkan agar kaum ibu tak usah takut berbelanja. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja yang dimaksudnya adalah mengalokasikan pendapatan untuk hal-hal yang diperlukan. "cermatlah berbelanja. Mengelola keuangan sebenarnya adalah fokus pada apa yang dibelanjakan, bukan berapa bersar belanjaannya," katanya, dalam talkshow di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyarankan agar menganggarkan dana untuk hal-hal yang penting terlebih dahulu. "Pertama, sisihkan untuk investasi atau tabungan, baru setelah itu untuk kebutuhan lain," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalokasikan untuk investasi, maka kebutuhan lain yang wajib harus ditunaikan lebih dulu, seperti membayar cicilan, membayar premi asuransi, dan belanja kebutuhan dapur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau masih ada sisa, silakan digunakan untuk belanja yang lain, bahkan dihabiskan juga tak apa  karena kita sudah menganggarkan untuk hal yang penting terlebih dulu," ungkap penulis buku dan kolumnis di beberapa media massa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih teratur, ia mengingatkan dalam keluarga harus ada pembagian tanggung jawab dalam hal keuangan antara suami istri. "Suami bayar apa, istri bayar apa harus didiskusikan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link aktif : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/11/09/24/ls15v0-tak-ingin-isi-kantong-tekor-begini-cara-mengaturnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4567974068920634566?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4567974068920634566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tak-ingin-kantong-tipis-dan-caranya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4567974068920634566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4567974068920634566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/tak-ingin-kantong-tipis-dan-caranya.html' title='Tak Ingin Kantong Tipis dan Caranya ?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6572998464405648012</id><published>2011-09-26T22:04:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T22:04:13.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Berapapun Gaji Anda, yang Penting Menabung</title><content type='html'>Mike Rini Sutikno,konsultan perencana keuangan menyarankan kepada peserta talkhow "Healthy &amp; Happy Family", Sabtu (24/9) di Chatter Box, Cilandak Town Square agar rajin menabung.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun habis kena PHK juga harus tetap menabung, berapapaun banyaknya," katanya katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang hadir mengenakan kerudung biru ini juga menyarankan agar jika mempunyai pendapatan tambahan, maka gunakan untuk  memperbanyak tabungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar disiplin menabung, walau penghasilan cekak? Ia memberi kiat dengan: hal pertama yang harus dialokasikan ketika menerima gaji adalah menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada uang sisa, jangan belanjanya yang dibanyakin. Diskon tidak membuat anda hemat karena yang tadinya tak mau beli jadi beli," katanya.&lt;br /&gt;sumber link aktif : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/11/09/24/ls164n-berapapun-gaji-anda-yang-penting-menabung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6572998464405648012?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6572998464405648012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/berapapun-gaji-anda-yang-penting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6572998464405648012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6572998464405648012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/09/berapapun-gaji-anda-yang-penting.html' title='Berapapun Gaji Anda, yang Penting Menabung'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7059793448058766201</id><published>2011-08-08T09:14:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T09:14:33.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Tips Hemat dan Bermanfaat</title><content type='html'>* Gunakan kayu/batang panjang yang telah dililitkan lap atau kain pembersih di ujungnya untuk membersihkan jendela-jendela yang tinggi. Setelah kotor, cuci lap atau ganti dengan lap bersih lainnya. Lilitkan lap/kain berkali-kali sehingga bagian tongkat tidak akan menggores kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jika sepatu atau boot basah di bagian dalamnya, masukkan gumpalan gumpalan koran. Selipkan sampai ke bagian dalam sepatu. Air akan menyerap ke koran. Kalau perlu, ganti koran&lt;br /&gt;beberapa kali. Cara ini juga sangat berguna untuk menyimpan sepatu di udara yang panas karena koran dapat menyerap keringat dan bau.&lt;br /&gt;*Jangan pernah membuang sikat gigi yang sudah tidak terpakai lagi. Gunakan saat harus membersihkan kotoran atau debu di tempat tersembunyi atau sulit dijangkau, misalnya celah-celah kursi, pajangan dari kayu, ukiran, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jika ingin menyimpan kertas kado yang sudah terpakai tapi terlihat masih bagus, sebelum disimpan sebaiknya disetrika dengan panas rendah terlebih dahulu untuk menghilangkan kerutan. Setelah itu, gulung kertas pada bekas gulungan aluminium foil, ikat dengan karet gelang/tali/pita. Hanya dengan meluangkan waktu beberapa menit, Anda dapat menghemat uang yang cukup berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan pernah membuang boks sepatu karena banyak sekali kegunaannya. Entah untuk menyimpan mainan anak, alat jahit-menjahit, perhiasan, dan sebagainya. Tutup/bungkus boks sepatu dengan taplak/kertas kado yang cantik, sehingga terlihat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pilih penggorengan/panci yang berat dan berwarna hitam. Soalnya, hitam menyerap panas lebih cepat dan berat akan menyimpan panas lebih lama sehingga kompor tak perlu digunakan terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Simpan semua peralatan berkebun secara tegak lurus dan taruh ke dalam kantong berisi pasir. Sebelumnya oleskan peralatan dengan minyak sayur atau minyak lainnya. Tutup alat-alat dengan pasir. Hal ini akan melindungi alat-alat dari karat dan pasir akan menjaga alat tetap bersih. (Tabloidnova)&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7059793448058766201?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7059793448058766201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/08/tips-hemat-dan-bermanfaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7059793448058766201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7059793448058766201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/08/tips-hemat-dan-bermanfaat.html' title='Tips Hemat dan Bermanfaat'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5570031555628438992</id><published>2011-08-08T09:03:00.001-07:00</published><updated>2011-08-08T09:03:55.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>5 Alasan Mengapa Orang Bisa Hemat</title><content type='html'>Hidup hemat akan tampak mengerikan, terutama bagi mereka yang terbiasa hidup untuk hari saja. Ketika seorang teman bertanya mengapa Anda pulang-pergi ke kantor setiap hari dengan menumpang taksi, Anda menjawab, "Setelah kesibukan yang benar-benar membuat stres, tak ada salahnya kan saya memanjakan diri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu memang tidak salah. Tetapi perlukah dilakukan setiap hari? Memilih sarana transportasi hanya menjadi salah satu contoh dari keputusan seseorang saat mengelola keuangannya. Bagaimana Anda menggunakan uang untuk makan, bersenang-senang, atau mengisi waktu, akan mempengaruhi kondisi keuangan Anda secara total. Jangan terkejut bila diakhir bulan Anda merasa selalu kehabisan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, cobalah berkaca dari orang yang selalu hemat. Apa sih yang mereka pikirkan dengan memilih gaya hidup seperti ini? Selain karena bisa menabung lebih banyak, inilah yang mereka rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalau tidak hemat justru cemas&lt;br /&gt;Orang yang hemat bukan berarti tidak mampu membeli sepatu yang mahal, atau makan di restoran fine dining. Tetapi mereka selalu berpikir, buat apa makan di restoran mahal kalau bisa makan di restoran kecil yang tak kalah enak? Kalau bisa naik kendaraan umum, mengapa harus naik taksi? Kalau mereka bisa berolahraga sendiri, untuk apa menyewa personal trainer? Orang lain mungkin tak mau repot hidup seperti ini, tetapi bagi orang yang hemat, sangat mengganggu bila harus mengikuti gaya hidup orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sudah biasa hemat&lt;br /&gt;Ada orang yang sudah dibiasakan hidup hemat. Tetapi bila Anda baru mau berusaha hidup hemat, itu juga baik. Orang yang hemat cenderung akan memilih sesuatu yang lebih murah. Kalaupun ia membeli sebuah barang mahal, benda tersebut benar-benar menjadi investasi baginya. Misalnya, membeli tas yang berkualitas dan akan memakai tas itu saja 10 tahun ke depan. Kalau Anda terbiasa ngopi di gerai kopi premium, mereka akan berpikir, "Segelas kopi dengan harga Rp 40.000 itu tidak masuk akal!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Punya cara sendiri untuk bersenang-senang&lt;br /&gt;Mereka tidak menghindari mal atau tempat-tempat hiburan, hanya tidak mengunjungi setiap akhir pekan. Mereka juga senang dengan kegiatan tawar-menawar harga di toko atau pasar tradisional. Di akhir pekan, mereka cukup bahagia dengan bermain dengan anak-anak di tempat tidur. Ingin nonton, mereka pilih nongkrong di depan TV saja sambil ngemil. Mal tidak selalu menarik bagi mereka. Berenang, bersepeda di taman kota di kompleks, melihat-lihat pameran flora dan fauna, atau berwisata kuliner di warung-warung yang bertanda "sudah dikunjungi Bondan Winarno" juga asyik buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tak suka repot&lt;br /&gt;Bagi mereka, semakin sering membeli pernak-pernak -termasuk majalah, CD, DVD- sebenarnya hanya membuat rumah makin berantakan. Banyak pengeluaran enggak penting bukan saja menghambur-hamburkan uang, tapi juga merepotkan karena harus selalu membersihkan dan membereskan rumah dari pernak-pernik tersebut. Membeli sesuatu tentunya bukan sesuatu yang haram dilakukan, tetapi mereka cukup puas dengan apa yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Senang aja kalau bisa hemat&lt;br /&gt;Dengan berhemat, mereka tetap bisa menikmati hidup sekaligus melihat saldo rekening tabungan semakin bertambah. Dan, itu menyenangkan. Mereka bangga dengan diri mereka karena tidak membuang-buang uang dan barang yang sudah dibeli tetapi tidak berguna. Jika orang lain gemar shopping, mereka juga puas karena barang-barang di rumah masih awet sehingga tidak perlu membeli yang baru. (kompas)&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5570031555628438992?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5570031555628438992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/08/5-alasan-mengapa-orang-bisa-hemat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5570031555628438992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5570031555628438992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/08/5-alasan-mengapa-orang-bisa-hemat.html' title='5 Alasan Mengapa Orang Bisa Hemat'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5613034108487578610</id><published>2011-08-08T08:49:00.001-07:00</published><updated>2011-08-08T09:03:25.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>5 Cara Bersahabat dengan Uang</title><content type='html'>Hubungan baik tak hanya dilakukan oleh manusia kepada manusia lain, tetapi juga kepada uang. Artinya, Anda harus lebih bijak dan luwes dalam memperlakukan uang. Untuk menyeimbangkan kesenangan saat ini dan keamanan untuk masa depan, kuncinya adalah menghormati prioritas. Untuk menyeimbangkan antara prioritas dan keinginan, Anda harus mempelajari bagaimana cara menikmati diri hari ini tanpa menciptakan masalah di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeremy Shapiro, PhD, seorang psikolog dari Case Western Reserve University, penulis empat buku dan artikel ilmiah tentang berbagai topik psikoterapi, menyampaikan poin-poin agar Anda bisa tetap merasa bahagia usai mengeluarkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beli pengalaman, bukan materi&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan, orang akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dengan membeli pengalaman, daripada membeli hal-hal materi. Bersantai untuk menikmati pemandangan alam, atau menonton pertunjukan teater akan memberi manfaat jangka panjang. Jika menghabiskan uang dengan membeli tas model terbaru, sepatu, atau perhiasan,kepuasannya akan cepat hilang karena barang Anda akan segera digantikan dengan model-model baru yang terus muncul. Oleh karena itu banyak orang lebih suka menghabiskan waktu dan uang untuk berbincang bincang, atau traveling yang bisa menciptakan kenangan indah selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat pembelian kecil dalam jumlah banyak&lt;br /&gt;Penelitian juga menunjukkan bahwa uang yang dikeluarkan menghasilkan kenikmatan lebih ketika digunakan untuk pembelian dalam jumlah banyak. Membeli benda-benda kecil tapi banyak lebih menyenangkan daripada membeli satu benda saja dengan harga yang mahal. Anda akan mendapatkan lebih banyak kepuasan jika menghabiskan uang pada waktu yang berbeda untuk hal-hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan menjadi rutinitas&lt;br /&gt;Pengalaman menyenangkan biasanya melibatkan hal baru dan beragam. Tapi ketika kesenangan itu dilakukan berulang-ulang, Anda akan menjadi terbiasa, dan pengalaman tersebut akan menjadi rutinitas yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menikmati latte setiap pagi, atau makan di restoran setiap hari untuk makan siang, maka Anda akan menghabiskan uang setiap tahun tanpa merasa melakukan sesuatu yang berarti. Cobalah rutin membawa makanan&lt;br /&gt;dari rumah untuk bekal dengan lauk seadanya. Lalu sesekali manjakan diri dengan makan di restoran mahal.Kepuasannya pasti akan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan otak, bukan hanya uang&lt;br /&gt;Orang yang terbiasa hemat pasti mampu menikmati kegiatan gratis atau murah. Anda akan menjadi lebih kreatif untuk menghasilkan lebih banyak uang dan menggunakannya dengan bijak. Ada sumber-sumber kebahagiaan yang ditemukan para psikolog dari hasil studi mereka, yakni dengan berolahraga, berkebun, menghabiskan waktu di alam, seni dan kerajinan, musik, dan  kegiatan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikan pada orang lain, bukan hanya diri sendiri&lt;br /&gt;Penelitian membuktikan, melakukan kebaikan untuk orang lain adalah cara yang sangat efektif untuk meningkatkan kebahagiaan. Dalam satu eksperimen, orang diberi sejumlah uang dan mereka diminta menghabiskan uang tersebut dengan berbagi pada orang lain. Seminggu kemudian, skor kebahagiaan responden menunjukkan peningkatan. Artinya, berbagi itu memang menyenangkan. Responden sepakat bahwa memberi itu lebih berharga daripada menerima. Menerjemahkan nilai-nilai ke dalam tindakan melalui berbagi dapat membangun harga diri dan perasaan, serta meningkatkan hubungan baik dengan orang lain.&lt;p align="justify"&gt;(kompas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5613034108487578610?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5613034108487578610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/08/5-cara-bersahabat-dengan-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5613034108487578610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5613034108487578610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/08/5-cara-bersahabat-dengan-uang.html' title='5 Cara Bersahabat dengan Uang'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7518465912617395145</id><published>2011-05-19T06:58:00.001-07:00</published><updated>2011-05-19T06:58:45.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Keuangan adalah masalah besar dalam survei stres</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Makin banyak warga Amerika mengalami stres akibat kondisi keuangan&amp;nbsp; mereka, menurut survei tahunan yang dilakukan Asosiasi Psikologi Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam survei Stres online di Amerika pada bulan Agustus oleh American Psychological Association, 76% dari 1.134 orang dewasa yang disurvei msalah keuangan sebagai penyebab stres.&amp;nbsp; Tahun lalu, 71% menyatakan tidak.&amp;nbsp; Untuk 1.037 orang tua dari anak usia 8-17 juga disurvei, 80% menghadapi masalah keuangan sebagai stressor &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang dewasa yang disurvei mengalami stres dan berdampak pada perilaku serta seringkali memiliki konsekuensi fisik sebagai berikut :  &lt;p align="justify"&gt; • 31% mengatakan mereka melewatkan makan.  &lt;p align="justify"&gt; • 40% mengatakan mereka makan makanan tidak sehat.  &lt;p align="justify"&gt; • 44% mengatakan mereka berbaring dan terjaga di malam hari.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7518465912617395145?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7518465912617395145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/05/keuangan-adalah-masalah-besar-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7518465912617395145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7518465912617395145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/05/keuangan-adalah-masalah-besar-dalam.html' title='Keuangan adalah masalah besar dalam survei stres'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7846728115845500932</id><published>2011-05-19T06:40:00.001-07:00</published><updated>2011-08-08T08:50:07.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>80 Persen Warga Amerika Stres Akibat Masalah Ekonomi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Delapan dari sepuluh warga Amerika mengalami stres akibat kondisi keuangan dan ekonomi mereka, menurut survei tahunan yang dilakukan Asosiasi Psikologi Amerika.  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber stres utama tahun-tahun sebelumnya adalah keuangan pribadi, pekerjaan dan isu-isu terkait anak, kata Dr. Katherine Nordal, Direktur Eksekutif Asosiasi itu.  &lt;p align="justify"&gt;"Tahun ini, perhatian nomor satu adalah tentang uang dan ekonomi," ujarnya.  &lt;p align="justify"&gt;"Dalam 30 tahun pekerjaan saya, di masa lalu, ini bukanlah hal utama dalam daftar komplain. Sebagian besar warga melakukan konsultasi karena masalah hubungan terkait perkawinan dan anak, depresi dan kecemasan."  &lt;p align="justify"&gt;Namun, tambahnya, "Apa yang kita lihat hari ini adalah ekonomi dan keuangan dipandang lebih membuat stres oleh delapan dari sepuluh warga Amerika."  &lt;p align="justify"&gt;Hampir 7.000 warga Amerika mengikuti survei yang dilakukan antara April dan September tahun ini. Dalam lima bulan, kecemasan tentang ekonomi meningkat dari 66 persen menjadi 80 persen. Survei itu dilakukan sebelum undang-undang dana talangan US$ 700 miliar disetujui minggu lalu dan gejolak pasar saham Senin kemarin.  &lt;p align="justify"&gt;Setengah dari responden mengatakan mereka semakin tertekan terkait kemampuan memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Lebih dari setengah, 56 persen, mengungkapkan kekhawatiran tentang kestabilan pekerjaan. Hal ini menyebabkan penurunan produktivitas di tempat kerja, karena kecemasan tentang pendapatan, beban kerja yang berat dan jaminan kerja.  &lt;p align="justify"&gt;Wanita juga lebih khawatir dibandingkan pria terkait keuangan personal mereka, ekonomi, pekerjaan, biaya perumahan, dan kestabilan kerja, menurut survei itu.  &lt;p align="justify"&gt;"Penurunan kondisi ekonomi negara membebani&amp;nbsp; secara fisik dan emosional warga di seluruh negeri, dan wanita menanggung pukulan terberat dari tekanan keuangan," menurut survei itu.  &lt;p align="justify"&gt;Wanita lebih tertekan karena mereka lebih kurang terjamin secara ekonomi dari pria, kata Barbara Gault, Wakil Presiden dan Direktur Riset di Institut for Women's Policy Research.  &lt;p align="justify"&gt;"Banyak wanita bercerai akibat kemiskinan. Wanita lebih mengkhawatirkan jaminan ekonomi dan lebih mungkin menjadi miskin di usia tua dari pria," ujarnya.  &lt;p align="justify"&gt;Warga yang lebih tua juga menyatakan uang sebagai sumber stres, lebih dari generasi muda. Dalam survei itu, 79 persen baby boomers dan 73 persen yang berusia 63 dan lebih tua menyatakan uang sebagai sumber stres.  &lt;p align="justify"&gt;Kecemasan yang memuncak membuat 60 persen responden mengatakan mereka merasa marah dan mudah marah, 53 persen merasa keletihan dan 52 persen mengatakan mereka terbangun di tengah malam.  &lt;p align="justify"&gt;47 persen responden mengaku mengalami sakit kepala, 35 persen merasakan sakit perut, dan 34 persen mengalami ketegangan otot karena stres.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7846728115845500932?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7846728115845500932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/05/80-persen-warga-amerika-stres-akibat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7846728115845500932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7846728115845500932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/05/80-persen-warga-amerika-stres-akibat.html' title='80 Persen Warga Amerika Stres Akibat Masalah Ekonomi'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-1301035640436818430</id><published>2011-05-04T11:18:00.001-07:00</published><updated>2011-05-04T11:18:32.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman sayuran'/><title type='text'>Hemat Bercocok Tanam di halaman Belakang</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika memiliki halaman belakang yang cukup besar, mengapa tidak memulai&amp;nbsp; untuk berkebun tanaman sayuran,&amp;nbsp; Selain itu menjadi hobi yang menyenangkan, segala sesuatu yang Anda panen merupakan penghematan ketimbang harus membeli di swalayan atau pasar tradisional, dan sebagai manfaat tambahan Anda dapat memastikan bahwa itu sehat dan organik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Halaman Belakang bisa ditanam sayuran seperti : cabe, serei, tomat dan tanaman lain yang memungkin dan muda di olah. Karena tanaman sayuran tak begitu membutuhkan perawatan ekstra. Semoga bermanfaat..&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-1301035640436818430?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/1301035640436818430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/05/hemat-bercocok-tanam-di-halaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1301035640436818430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1301035640436818430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/05/hemat-bercocok-tanam-di-halaman.html' title='Hemat Bercocok Tanam di halaman Belakang'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-618482684876114814</id><published>2011-04-19T20:01:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T20:01:24.891-07:00</updated><title type='text'>My Blog Opera Tempat Yang Meyenangkan</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Blog MY OPERA tak ubahnya seperti Facebook, disana kita bisa sharing foto, file dan lain-lain. My Opera pun terhubung dengan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter. Setiap ketika menulis artikel di my opera dan bila telah di publish maka secara otomatis artikel kita ikut tersebar ke twitter dan facebook. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal yang menyenangkan ngeblog di my opera setiap kita berkomentar  di blogger friend bila di reply otomatis ada pemberitahuan news komentar telah direply. Untuk sesama user my opera bila kita berkunjung di my opera user secara otomatis jejak kita terindeks diblog teman dan berkomentar pun jejak kita tetap terlihat di recent visitor, keren kan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di my opera pun ada forumnya, bila anda malas di forum anda bisa membuat akun grup komunitas, umpama grup film, grup curhat, dan lain-lain. Dengan ngeblog di my opera pun kita dapat mengikuti perkembangan browser opera dan opera mini. Tapi ingat jangan pernah memposting iklan dan gambar cabul my opera. Sebab my opera bukan blog untuk mencari duit tapi untuk promosi link blog sepertinya tidak bermasalah. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak user my opera memberikan tips dan trik ngenet gratis, bila mencarinya di google agak susah di dapat karena blog yang membahas tip dan trik internet gratis lebih ditujukan kepada friend my opera itu sendiri, jadi sebaiknya anda bergabung di my opera untuk bisa dapat membaca artikel tentang tip dan trik internet gratis di ponsel menggunakan opera mini modif dan lain-lain. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-618482684876114814?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/618482684876114814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/04/my-blog-opera-tempat-yang-meyenangkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/618482684876114814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/618482684876114814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/04/my-blog-opera-tempat-yang-meyenangkan.html' title='My Blog Opera Tempat Yang Meyenangkan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8971190798284667012</id><published>2011-04-17T22:40:00.001-07:00</published><updated>2011-04-17T22:40:25.496-07:00</updated><title type='text'>Lima Jurus Melepas Jerat Utang</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Tagihan terus datang dan utang menumpuk? Saat ini terjadi, Anda harus segera mengubah sikap dengan fokus keluar dari utang. Jika tidak, lilitan utang akan membelenggu hidup Anda dengan beban bunga yang terus membengkak. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cobalah trik berikut sebagai panduan keluar dari masalah tagihan dan utang demi kemudahan masa depan, seperti yang dilansir dari She Knows: &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Gunting kartu kredit     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kartu kredit merupakan bentuk pinjaman dengan bunga tertinggi. Ubah mind set Anda, bahwa kartu kredit bukan 'source of income' yang bisa menjadi tambahan uang belanja, tapi kartu kredit adalah utang untuk keadaan emergency, bukan untuk membiayai gaya hidup sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segera bayar lunas semua utang kartu kredit Anda. Kurangi juga jumlah kepemilikan kartu kredit. Cukup satu kartu untuk kebutuhan darurat. Singkirkan kartu kredit dari konsumsi tertier. Mulailah membayar sesuatu dengan uang tunai. Tidak punya uang di tangan? Jangan membeli!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Cari penghasilan tambahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu cara untuk memastikan Anda tidak jatuh kembali pada kartu kredit adalah memegang uang tunai lebih di tangan. Anda bisa mulai memikirkan cara untuk menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan atau lembur.  Ketika sudah mendapat uang lebih dalam kas, gunakan skala prioritas. Yang utama, gunakan untuk membayar utang, selebihnya untuk dana cadangan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Melunasi utang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan lunasi semua utang, mulai dari tagihan terkecil sampai berbesar. Yang satu lunas, hadapi yang lain. Perlahan-lahan namun pasti. Mungkin ini memakan waktu lama, tetapi Anda memiliki rencana yang solid untuk akhirnya bebas dari tagihan utang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Simpan untuk keadaan darurat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap bulan, Anda harus mengatur dana darurat dan pastikan menyimpan jumlah minimum di dalam rekening. Dana darurat akan mencegah Anda menggunakan kartu kredit meski dalam kondisi mendadak. Simpan sekitar Rp5-10 juta dalam rekening. Ini akan berguna jika tiba-tiba Anda menghadapi masalah yang mengharuskan Anda mengeluarkan uang. Jangan sampai Anda berutang lagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Membayar tagihan tepat waktu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebisa mungkin pastikan Anda tidak terlambat dalam membayar tagihan utang. Jika memang Anda orang yang tidak teratur, catat tanggal jatuh tempo tagihan pada kalender. Anda juga dapat mengatur pembayaran otomatis dengan fasilitas perbankan. Pastikan jangan terlambat karena Anda akan berhadapan dengan biaya cerukan atau denda yang akan semakin memusingkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Vivanews.com&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8971190798284667012?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8971190798284667012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/04/lima-jurus-melepas-jerat-utang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8971190798284667012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8971190798284667012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/04/lima-jurus-melepas-jerat-utang.html' title='Lima Jurus Melepas Jerat Utang'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4343708743563722084</id><published>2011-03-20T06:38:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T06:38:55.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebutuhan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='formula anggaran'/><title type='text'>Strategi Menyusun Anggaran</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahapan menyusun anggaran untuk mencapai kemandirian finansial diawali dengan menentukan tujuan finansial; kemudian mengumpulkan informasi keuangan personal; lalu mengurangi pengeluaran; dan terakhir membuat formula dalam penyusunan anggaran. Lebih lanjut, Hotman menjelaskan tahapan budgeting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menentukan tujuan finansial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Agar bisa mandiri secara finansial, mulailah dengan menentukan tujuan finansial jangka pendek, menengah, dan panjang. Ajukan sejumlah pertanyaan kepada diri sendiri untuk membantu Anda memperjelas tujuan finansial. Apa yang menjadi prioritas utama Anda, apa saja kebutuhan Anda, dan apa yang menjadi keinginan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Mengumpulkan berbagai informasi keuangan pribadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya, kumpulkan seluruh data penghasilan dan pengeluaran. Data yang harus Anda kumpulkan di antaranya gaji bagi yang sudah bekerja atau uang saku dari orangtua, tagihan kartu kredit, pembayaran barang yang menjadi kebutuhan utama, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lakukan klasifikasi data menjadi tiga bagian untuk dijadikan landasan membuat anggaran. Bagian pertama, yaitu penghasilan, jumlahkan semua penghasilan dari seluruh sumber pendapatan. Bagian kedua, yaitu pengeluaran, jumlahkan semua pengeluaran tetap seperti cicilan rumah, dan pengeluaran variabel seperti uang bensin, telepon, dan lainnya. Ketiga adalah bagian bottom line, yakni selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang akan memberikan ukuran apakah pengeluaran Anda sudah berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat bottom line Anda, jika selisihnya positif maka Anda bisa menyisihkan dana lebih untuk menabung atau menaikkan jumlah pembayaran kartu kredit atau utang. Kalau selisihnya negatif, artinya Anda membelanjakan lebih dari pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda membelanjakan lebih dari 15-20 persen gaji bersih, ditambah pembayaran utang atau tagihan kartu kredit, Anda berada pada posisi berbahaya. Teliti kembali pengeluaran Anda, terutama pengeluaran variabel untuk mengontrol pengeluaran. Jangan sampai gaji Rp 5 juta tetapi pengeluaran per bulan Rp 7 juta," tutur Hotman. "Bila perlu, catat pengeluaran bulanan," katanya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Kurangi pengeluaran!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang membelanjakan uang untuk barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, walaupun mungkin diinginkannya. Karenanya, Anda perlu memonitor pengeluaran dengan membawa selalu catatan kecil. Catatan ini akan membantu Anda mengenali kebiasaan belanja setiap bulannya. Tentu saja Anda perlu disiplin mencatat semua pengeluaran harian dan bulanan dalam buku catatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bottom line Anda positif, kebiasaan mengurangi pengeluaran tetap perlu diterapkan. Mulailah dengan membawa makanan dari rumah dan mengurangi makan di restoran. Kurangi juga kebiasaan minum kopi dan makan di restoran cepat saji. "Anda bisa menghemat Rp 5 juta per tahun jika kebiasaan minum kopi sebesar Rp 20.000 tiap hari bisa dikurangi," saran Hotman. Berhenti dari kebiasaan merokok satu bungkus per hari juga bisa menghemat Rp 1 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;4. Buatlah formula anggaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tahapan terakhir dalam menyusun anggaran adalah membuat formulasi. Tentukan komposisi presentasi anggaran dari gaji bulanan Anda. Seperti berapa persen yang Anda anggarkan untuk tabungan, biaya sewa atau cicilan rumah, makanan, transportasi, pakaian, jalan-jalan, dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;kompas.com&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4343708743563722084?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4343708743563722084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/03/strategi-menyusun-anggaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4343708743563722084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4343708743563722084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/03/strategi-menyusun-anggaran.html' title='Strategi Menyusun Anggaran'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7534324540158529417</id><published>2011-01-16T02:05:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T02:16:17.359-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayo hemat'/><title type='text'>Piawai Atur Isi Kulkas, Pangkal Hemat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerakan ramah lingkungan atau go green bukan hanya soal menanam pohon, mendaur ulang sampah, atau menghemat energi. Menjaga kelestarian lingkungan, juga bisa diawali dengan mengatur isi dari lemari pendingin di rumah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeilih makanan yang sehat, tidak berpengawet, segar, dan tepat digunakan, juga merupakan langkah melestarikan lingkungan. Bila masing-masing rumah tangga memanfaatkan bahan makanan secara efektif, berarti iku andil menjaga lingkungan dengan mengurangi pemborosan bahan makanan. Selain itu, dapat menghemat anggaran belanja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli Ukuran Ekonomis&lt;br /&gt;Mengatur isi dari lemari es dapat dimulai dengan membeli bahan makanan dalam ukuran ekonomis (besar). Bahan makanan seperti susu, telur, pasta, sereal bisa dibeli dalam ukuran ekonomis, daripada membeli dalam satuan individual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemas bahan-bahan tersebut dengan wadah bertutup rapat, sehingga tidak berkontak atau bereaksi dengan udara luar. Pengemasan yang tepat juga ikut memberi dampak pada usia penyimpanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari Membuang&lt;br /&gt;Sesekali mungkin Anda berbelanja melebihi dari yang dikonsumsi, baik karena salah prediksi atau ada hal lain yang membuat konsumsi tak sesuai rencana. Namun perlu diingat, kelebihan bahan makanan tersebut tak harus dibuang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan makanan sisa bisa digunakan atau dimodifikasi menjadi makanan lain di esok hari. Misal, daging bisa direbus kembali dijadikan tambahan sup, sayuran bisa dijadikan sayur berkuah, sisa nasi dijadikan nasi lemak atau nasi goreng, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpan Tepat = Lebih Awet&lt;br /&gt;Ketika memasukkan makanan ke dalam lemari pendingin, perhatikan suhu yang dibutuhkan dan bagaimana sifat bahan makanan. Misalnya, untuk seledri yang jarang digunakan dalam jumlah banyak Anda bisa melakukan trik tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuci dan potong menjadi bagian lebih ringkas. Untuk jenis sayuran dan buah yang berbeda, masukkan ke dalam wadah terpisah. Alasannya, ciri dan kebutuhannya berbeda dan ini untuk mencegah mereka menjadi rusak karena saling berbenturan dalam lemari pendingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahan Suhu Pendingin&lt;br /&gt;Jangan memasukkan terlalu bahan bahan makanan dalam lemari pendingin. Usahakan masih ada ruang kosong sekitar sepertiga ruang penyimpanan, atau jangan terlalu penuh sesak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan penempatan bahan makanan dalam pendingin. Tempat pendingin paling atas dapat digunakan untuk menyimpan bahan yang mudah membusuk dan makanan beku, seperti daging, ikan, dan bahan makanan olahan siap masak. Tempat kedua, pendingin berpenutup, atau chiller, digunakan untuk menaruh bahan makanan yang tak perlu dibekukan terlalu lama, seperti sisa lauk, ikan, bakso, atau bahan makanan segar lain yang akan segera dimasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan bagian tengah bisa digunakan untuk menyimpan bahan maknana yang hanya memerlukan suhu ruangan agar selalu segar. Misal, buah, sayur, selai, sirup, bumbu instan, air minum, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ingat, lemari pendingin memiliki alat deteksi dan pengatur suhu yang berfungsi menyesuaikan suhu dalam ruangan pendingin. Sebaiknya, jauhkan lemari pendingin dari dinding, microwave, kompor, dan sejenisnya, agar tidak terjadi pemborosan energi. Begitu pula dengan makanan maupun minuman yang masih hangat, jangan langsung dimasukkan dalam lemari pendingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Seperlunya&lt;br /&gt;Penting diketahui bila setiap kali Anda membuka lemari pendingin, sekitar 30 persen udaha dingin dari dalam lemari pendingin keluar. Pengatur suhu lemari pendingin akhirnya harus bekerja keras untuk mengendalikan temperatur tetap dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan Lebih teratur&lt;br /&gt;Membuat isi lemari pendingin lebih teratur dengan menempatkannya dalam wadah berpenutup rapat akan menghemat energi listrik yang digunakan. Wadah ini dapat mempertahankan kesegaran lebih panjang dan membuat kompresor lemari pendingin lebih awet. Kelembaban yang dilepaskan oleh bahan makanan (basah) juga akan memicu kompresor lemari pendingin bekerja lebih berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempatkan bahan makanan dalam wadah juga mempermudah kita untuk menuliskan keterangan dalam bentuk label pada kemasan. Beri label pada wadah-wadah penyimpanan dan tuliskan tanggal pembelian maupun perkiraan kedaluwarsa.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7534324540158529417?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7534324540158529417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/01/5-kebiasaan-bikin-karier-melejit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7534324540158529417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7534324540158529417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/01/5-kebiasaan-bikin-karier-melejit.html' title='Piawai Atur Isi Kulkas, Pangkal Hemat'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2110822357600655165</id><published>2011-01-16T01:57:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T01:57:46.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayo hemat'/><title type='text'>Buanglah' Uang pada Tempatnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SEBELUM membaca artikel ini lebih lanjut, coba Moms &amp;  Dads mencerna judul di atas! Ternyata tak hanya sampah yang harus dibuang pada tempatnya, kan? Uang juga bisa “dibuang” pada tempatnya, loh!  &lt;br /&gt;Sekarang coba jujur, siapa yang dikenal paling boros? Moms-kah? Or Dads?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak ada persentase yang pasti&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejauh ini memang belum ada data yang menunjukkan berapa persentase keborosan antara pola pembelanjaan istri dibandingkan dengan suami.&lt;br /&gt;Namun, biasanya kaum perempuan mendapat predikat sebagai ratu belanja. Sedikit-sedikit ngemal. Nggak boleh lihat barang sedang diskon, pasti langsung disambar, he...he...he. Tahu-tahu, pulang sudah menjijing aneka belanjaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan bersorak kegirangan dulu Dads. Kaum laki-laki memang jarang belanja, tapi sekalinya “buang uang” bisa berkali-kali lipat besarnya dari yang dibelanjakan perempuan. Biasanya terkait dengan hobi seperti membeli aksesoris mobil, sepeda, gadget terbaru, dan aroma kegiatan pria lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, tidak berimbangnya pengeluaran belanja yang berimbas pada kondisi keuangan keluarga memang tak ubahnya menggelindingkan bola salju. Awalnya tampak sepele tapi hati-hati keborosan ini bisa saja “menggoyang” harmoni keluarga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak sedikit loh pasangan yang ketika diperingati untuk tidak menghamburkan uang, justru memberikan respon yang membuahkan perselisihan cukup dalam. Beberapa ada yang mengambil jalan untuk membuat rekening pribadi sendiri di luar pengetahuan pasangan. Bahkan ekstrimnya ada yang kemudian memilih berpisah karena tak sanggup menghadapi keborosan pasangannya yang telah meninggalkan banyak utang. Mengerikan, ya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alasan menjadi boros&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenapa orang boros? “Orang boros karena berpikir bahwa uangnya ada atau akan ada nantinya. Jadi bagaimana supaya dia nggak boros? Bikin supaya uangnya nggak ada! Dengan cara, begitu uang masuk, langsung ditarik untuk investasi dan tabungan,” papar perencana keuangan Aidil Akbar Madjid MBA CFE CFP RIFA RFC, Managing Partner/Senior Advisor dari Akbar's Financial Check Up.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kedua, karena ia tidak mengetahui bahwa ke depannya akan membutuhkan uang dalam jumlah banyak. Biaya pendidikan untuk anak setiap tahun naik, begitu juga dengan biaya-biaya yang lain. Ketika kita menyadari betapa tingginya biaya-biaya di masa depan, pasti tidak akan berani boros,” tambah pria berkacamata ini lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah melihat itu, ada baiknya kata bijak benar-benar disematkan dalam mengatur keuangan keluarga. Ya, bijaklah dalam menggelontorkan uang karena  tak hanya sampah yang dibuang pada tempatnya, uang pun harus dikeluarkan pada tempatnya. Sesuai porsinya!&lt;/div&gt;okzone.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2110822357600655165?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2110822357600655165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/01/buanglah-uang-pada-tempatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2110822357600655165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2110822357600655165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/01/buanglah-uang-pada-tempatnya.html' title='Buanglah&apos; Uang pada Tempatnya'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2558421853851362091</id><published>2011-01-16T01:55:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T01:55:33.483-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayo hemat'/><title type='text'>Inilah Langkah Bijak Atasi Pemborosan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JIKA Moms and Dads ingin mengubah perilaku boros, tak ada salahnya mengikuti cara bijak menggunakan uang ala perencana keuangan Aidil Akbar Madjid MBA CFE CFP RIFA RFC, Managing Partner/Senior Advisor dari Akbar's Financial Check Up.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Simak tip &amp; triknya, yuk!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Saat menerima penghasilan langsung anggarkan sesuai pos masing-masing kebutuhan. Misalkan, pertama untuk tabungan, investasi, disusul pengeluaran lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Maksimum total cicilan sejumlah 30 persen (KPR, kartu kredit, cicilan mobil, cicilan motor, atau cicilan-cicilan lainnya) dari gaji yang diterima.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Tabungan dan investasi minimum 15 persen, idealnya 25-30 persen (contoh, logam mulia, reksadana). Saat berinvestasi, masukkan uang pada produk yang memang tidak bisa ditarik kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Hindari pasangan yang boros dari informasi tentang jumlah uang yang tersedia. Buat seolah-olah uang memang sudah habis untuk pos-pos di awal yang tak bisa diganggu gugat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Sebelum pergi ke mal atau bertemu teman dimanapun, usahakan untuk mengisi perut terlebih dulu. Ketika di mal nanti harus makan pun tidak akan sebanyak saat kondisi perut dalam keadaan kosong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Jika pemborosan sudah sangat akut, ada baiknya pasangan berkonsultasi dengan perencana keuangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Waspadai komponen “bocor halus” seperti kasih uang ke pengamen, tukang sampah, biaya parkir, voucher pulsa, cuci rambut di salon, mengecat rambut, undangan pernikahan. “Bocor halus” adalah sesuatu yang tidak seberapa perlu untuk dilakukan tapi jika dihitung-hitung frekuensinya bisa sangat besar.&lt;/div&gt;okezone.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2558421853851362091?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2558421853851362091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/01/inilah-langkah-bijak-atasi-pemborosan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2558421853851362091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2558421853851362091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2011/01/inilah-langkah-bijak-atasi-pemborosan.html' title='Inilah Langkah Bijak Atasi Pemborosan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7354916420792787776</id><published>2010-12-31T21:32:00.001-08:00</published><updated>2010-12-31T21:32:53.675-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='besar pasak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Besar Pasak daripada Tiang, Apa Masalahnya?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah keuangan tak hanya dialami lajang dengan penghasilan pas-pasan, tetapi juga atasan berpenghasilan besar namun punya banyak hutang. Akar masalah yang umum terjadi adalah dari cara mengelola keuangan yang tidak terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan dari Akbar's Financial Check Up, Aidil Akbar Madjid, mengatakan bahwa 95 persen orang memerlukan perencanaan keuangan. Realitasnya tak sedikit lajang ataupun yang telah menikah mengalami masalah pengeluaran membengkak, sementara pendapatan stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam media gathering perencanaan keuangan dengan wartawan beberapa waktu lalu, Akbar menyebutkan sejumlah faktor yang perlu lebih dahulu dikenali agar bisa mengukur kondisi keuangan, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang&lt;br /&gt;Kurangi hutang konsumtif dan non-produktif. Akbar menjelaskan, hutang terbagi dua yakni produktif dan konsumtif. Dikatakan produktif adalah jika Anda membeli rumah dengan kredit, namun meski berhutang nilai rumah akan terus meningkat, dan harganya pun semakin tinggi. Anda membeli kamera dengan kredit bisa dikatakan hutang produktif jika kamera tersebut digunakan untuk bisnis fotografi misalnya. Artinya kamera ini menghasilkan uang dari sejumlah proyek yang Anda jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kekayaan bersih (net-worth)&lt;br /&gt;Pastikan nilai kekayaan bersih positif. Artinya aset dikurangi hutang hasilnya positif. Kekayaan seseorang dilihat dari asetnya, dan bukan sekadar barang mewah yang dimiliki. Aset dikatakan bernilai positif jika nilainya masih baik (atau berkurang 50 persen) dalam kurun waktu tiga tahun. Misalnya, barang yang Anda miliki jika dijual harganya tinggi dan atau menurun sedikit. Jadi jika ingin menjadikan barang yang Anda beli sebagai aset jangan membeli yang nilainya turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus kas (cash flow)&lt;br /&gt;Seperti dijelaskan di awal, arus kas yang baik adalah ketika penghasilan dikurangi pengeluaran nilainya positif. Jika pengeluaran sudah dibatasi namun masih juga minus, cari penghasilan tambahan dari pendapatan utama. Manfaatkan hobi Anda untuk dijadikan side job. Misalkan mencari tambahan dari penyedia jasa katering, pernikahan, rumah produksi, atau menulis buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana darurat&lt;br /&gt;Persiapkan dana taktis yang dialokasikan terpisah, untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat atau keadaan terpaksa. Besaran dana taktis sangat bervariasi pada setiap orang. Jika Anda lajang tanpa tanggungan, nilai dana taktis jumlahnya 3 bulan dari gaji utama. Jika lajang atau menikah dengan tanggungan 2 orang, dana taktis jumlahnya 6 bulan dari gaji utama. Untuk tanggungan lebih dari 2 orang, dana darurat sejumlah 12 bulan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi&lt;br /&gt;Asuransi kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi Anda yang bekerja. Jika perusahaan sudah menyediakan fasilitas ini, Anda bebas masalah. Namun jika ternyata tidak ditanggung, sebisa mungkin asuransi kesehatan dialokasikan. Asuransi jiwa hanya mendesak bagi yang sudah berkeluarga. Bagi lajang, asuransi kesehatan sudah cukup, hal ini terkait dengan investasi di poin berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi&lt;br /&gt;Akan lebih menguntungkan jika seorang lajang mengalokasikan dana untuk investasi daripada asuransi jiwa, misalnya. Lantas apa bentuk investasinya? Sebelum memilih, pisahkan dulu pendapatan utama Anda untuk dana darurat sesuai besaran yang tepat dengan kondisi Anda. Kemudian alokasikan dana untuk investasi sesuai kemampuan. Pilihan investasi bergantung kebutuhan dan tujuan. Apakah untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Apakah untuk membeli aset, menyiapkan dana pendidikan anak, atau dana pensiun. Jika sudah mengenali sejumlah faktor ini, Anda akan lebih mudah mencari produk investasi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenali sejumlah alat ukur kondisi keuangan, Anda bisa mengenali akar masalah jika setiap bulan selalu saja defisit. Dengan begitu, Anda bisa mencari solusi keuangan yang lebih tepat, tentu saja konsultasi dengan pakar akan lebih memudahkan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7354916420792787776?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7354916420792787776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/besar-pasak-daripada-tiang-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7354916420792787776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7354916420792787776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/besar-pasak-daripada-tiang-apa.html' title='Besar Pasak daripada Tiang, Apa Masalahnya?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8789377770551122136</id><published>2010-12-31T21:26:00.001-08:00</published><updated>2010-12-31T21:26:27.689-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelit uang'/><title type='text'>Saat Menabung: Bedakan Hemat dan Pelit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krisis finansial yang terjadi saat ini seharusnya bisa ditanggapi secara positif oleh Anda yang sebenarnya masih mampu hidup dengan layak. Jadikan krisis ini sebagai sinyal bahwa Anda harus mulai hidup hemat dan lebih banyak menabung, untuk memberi kemandirian finansial ketika krisis akhirnya betul-betul terjadi pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika Anda sedang mencari cara untuk memotong pengeluaran Anda, jangan biarkan penghematan yang Anda lakukan berjalan terlalu jauh. Anda berusaha membuat pengaturan keuangan yang cerdas, namun Anda masih ingin mengambil keuntungan. Apa yang Anda hemat, ternyata menyebabkan kerugian orang lain. Ada perbedaan antara menerapkan sikap hemat dan pelit, atau irit dan tidak bertanggung jawab. Anda ingin tahu contohnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat: Membeli barang-barang yang dibutuhkan saat sale&lt;br /&gt;Pelit: Hanya membeli barang saat sale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari barang-barang yang didiskon bisa jadi cara yang cerdas untuk memenuhi kebutuhan barang sehari-hari, pakaian, dan pada hakekatnya barang-barang lain yang perlu Anda dapatkan dengan budget yang ngepas. Di hipermarket, misalnya, Anda bisa membeli bahan-bahan makanan yang ada dalam daftar promo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini menjadi tricky ketika Anda menolak membeli barang-barang yang tidak didiskon. Hal ini bisa mendorong Anda untuk membeli barang-barang yang mungkin lebih murah, padahal sebenarnya tidak Anda butuhkan. Dengan cara ini Anda justru bisa berbelanja lebih banyak daripada yang Anda butuhkan. Nilai barang tersebut seringkali tidak sesuai dengan uang yang Anda keluarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat: Memberi tip sesuai prosentase layanan&lt;br /&gt;Pelit: Tidak pernah memberi tip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penyedia jasa layanan seringkali membayar karyawannya dengan gaji yang rendah. Karena itu, karyawan mengharapkan tip dari para pelanggannya. Jika Anda tidak mendapatkan layanan yang layak, memang tidak salah jika Anda enggan meninggalkan tip. Namun, jika Anda tidak pernah memberikan tip meskipun menerima layanan yang memuaskan, coba tanya diri Anda apa sebabnya. Apakah karena Anda menganggap waiter atau penata rambut Anda sudah menerima gaji yang cukup, atau hanya karena Anda tidak mau kehilangan uang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat: Menyisihkan uang untuk ditabung&lt;br /&gt;Pelit: Menabung semua gaji, dan tak pernah bersenang-senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang berprinsip menabung sebanyak-banyaknya selagi muda. Tujuannya, misalnya, agar kelak bisa membeli rumah dan pensiun dini untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga. Atau, traveling dan mengejar impian Anda yang lain. Prinsip seperti ini tentu patut ditiru. Namun, jika Anda menolak untuk membayar biaya reuni karena Anda tidak berniat ikut menikmati hidangannya, atau tak pernah mau memberi sumbangan untuk teman yang sedang terkena musibah, coba tanyakan kembali pada diri Anda: untuk apa Anda menabung. Sebagai manusia yang harus hidup bersosialisasi, tak ada salahnya Anda juga menyisihkan sedikit dana untuk menikmati hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat: Mengambil keuntungan dari penawaran yang baik&lt;br /&gt;Pelit: Hanya mau untungnya saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu kan, ketika bank penerbit kartu kredit memberikan katalog berisi penawaran harga produk yang lebih murah, atau bunga cicilan sebesar 0 persen. Jika Anda sudah mengecek harganya dengan harga di pasaran, dan memang menguntungkan, tentu barang ini layak diburu. Tetapi, Anda bisa dibilang pelit atau tidak bertanggung jawab, bila Anda lalu menolak membayar tagihannya. Atau, Anda menikmati hidangan di restoran yang menawarkan konsep all you can eat, namun diam-diam Anda membagi makanan Anda kepada anak Anda (dan hanya membayar untuk satu orang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat: Mengambil pake internet dan TV berbayar yang lebih murah&lt;br /&gt;Pelit: Mencurinya dari tetangga Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak tagihan yang harus dibayar oleh sebuah rumah tangga saat ini: dari air, listrik, telepon, TV berbayar, hingga internet. Jika Anda bisa mengurangi masing-masing pengeluaran tersebut, tentu Anda akan banyak berhemat. Misalnya, mengambil paket langganan TV berbayar yang paling dasar saja. Tetapi, jika Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran, Anda harus berkomitmen untuk hidup tanpa layanan tersebut. Jika Anda berhenti langganan internet, tapi lalu mengambil sambungan melalui sinyal wireless dari tetangga Anda, tentu ini cara-cara yang murahan. Atau, Anda baru pindah ke rumah kontrakan yang baru, lalu mencuri listrik dari tetangga Anda. Ini kebiasaan orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, jika Anda memotong anggaran Anda habis-habisan sehingga Anda merasa harus memenuhi kebutuhan Anda dengan mengambil keuntungan dari orang lain, itulah tanda-tanda bahwa Anda pelit dan tidak bertanggung jawab. Menyusun budget dan menabung harus dilakukan secara terukur, agar bisa tetap bertahan hidup dengan layak, dan mencapai tujuan finansial yang diinginkan.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8789377770551122136?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8789377770551122136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/saat-menabung-bedakan-hemat-dan-pelit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8789377770551122136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8789377770551122136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/saat-menabung-bedakan-hemat-dan-pelit.html' title='Saat Menabung: Bedakan Hemat dan Pelit'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3941240860091729828</id><published>2010-12-31T21:24:00.001-08:00</published><updated>2010-12-31T21:24:22.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jitu Berhemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menambah Aset'/><title type='text'>Cara Jitu Berhemat dan Menambah Aset</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbukti perempuan yang berhasil mengubah kebiasaan sehari-hari, dengan melakukan penghematan, mampu menambah aset dan memperbaiki keuangannya. Perempuan juga mampu menambah aset dan berinvestasi dengan kecerdikannya berhemat dan mengelola uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran apa saja yang bisa dipangkas untuk membantu Anda berhemat bahkan menambah kas di rumah? Anda boleh mencontoh sebuah survey yang diadakan Majalah MORE Indonesia terhadap 50 perempuan berusia 35 tahun ke atas. Anda akan takjub jika berhasil menjalankannya, karena mampu menyelamatkan uang hingga Rp 4 juta per tahun atau Rp300.000-500.000 per bulan. Uang hasil penghematan ini bisa Anda alokasikan untuk berinvestasi agar ekonomi keluarga lebih sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti merokok&lt;br /&gt;Sebanyak 30 persen perempuan mengaku keluar dari kebiasaan merokok dan berhasil menghemat pengeluaran hingga empat juta per tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irit popok&lt;br /&gt;Sebanyak 20 persen perempuan membocorkan rahasia berhematnya: irit diapers. Caranya, mereka mengajarkan anaknya, yang berusia dua tahun, untuk melakukan toilet training. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat listrik&lt;br /&gt;Sebanyak 20 persen perempuan berhasil memangkas pengeluaran listrik rumah mereka, hingga 15 persen setiap bulannya. Ganti barang elektronik di rumah dengan teknologi yang hemat energi. Selain juga, membangun kebiasaan disiplin diri seluruh anggota keluarga untuk menghemat energi. Mematikan televisi, komputer atau benda elektronik lainnya usai menggunakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasi pengeluaran perbanyak tabungan&lt;br /&gt;Menghemat pengeluaran juga akan membantu Anda meningkatkan tabungan atau cadangan dana. Dengan begitu, Anda bisa memanfaatkan uang yang ada untuk meningkatkan nilainya. Caranya dengan berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 20 persen perempuan memilih untuk menyisihkan "tabungan" mereka untuk membeli apartemen mewah, kemudian disewakan. Sementara, 10 persen perempuan Indonesia memutuskan untuk membeli emas dan dolar setiap tahun. Harga emas dan nilai dolar yang terus naik, menambah harta mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih produk dalam negeri&lt;br /&gt;"Saya mengganti produk kosmetik harian dengan produk dalam negeri yang kualitasnya sama. Bahannya pun sudah disesuaikan dengan kulit kita," papar Melly Alwy (45), pengusaha yang berhemat dengan cerdik memilih produk kecantikan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan cara ini, Melly menghemat hingga Rp 500.000 per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan cara yang Anda pilih atau sudah terbukti menghemat pengeluaran?&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3941240860091729828?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3941240860091729828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/cara-jitu-berhemat-dan-menambah-aset.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3941240860091729828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3941240860091729828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/cara-jitu-berhemat-dan-menambah-aset.html' title='Cara Jitu Berhemat dan Menambah Aset'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5393059612326234217</id><published>2010-12-31T21:18:00.001-08:00</published><updated>2010-12-31T21:18:26.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solusi sederhana'/><title type='text'>3 Solusi Sederhana Masalah Keuangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap perempuan pasti memiliki berbagai impian dalam hidupnya. Misalnya, bisa memasukkan anaknya ke universitas, 20 tahun. Bisa membeli rumah, 5 tahun lagi. Bisa membuka bisnis restoran, 10 tahun lagi. Atau, liburan keluarga, 5 tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena terseret arus keuangan yang salah, berbagai impian ini sulit dicapai. Bayangkan, bila yang ada di pikiran kita adalah: weekend, berarti makan di restoran. Gaji masuk, berarti waktunya belanja. Masih ada sisa uang, bisa dipakai untuk membeli perabotan. Alhasil, baru dua minggu, gaji sudah habis. Tiap bulan keuangan minus, bahkan menumpuk utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sewaktu-waktu kita akan menghadapi situasi darurat, misalnya ada kebutuhan mendadak yang sangat penting. Atau yang lebih parah, pencari nafkah dalam keluarga meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tak ingin mendapat masalah seperti ini, Anda perlu segera mengubah kebiasaan menggunakan uang. Marcellus G. Rumagit, Branch Sales Manager HSBC Advance, dalam talk show "Financial Planning for Moms", di Indonesia Maternity &amp; Baby Expo, Jakarta Convention Center, Sabtu (27/11/2010), berbagi tips mengenai solusi sederhana yang bisa Anda lakukan dengan segera:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mulai mengatur keuangan atau pendapatan. Biarkan gaji Anda yang menentukan, atau membatasi bagaimana pengeluaran Anda. Bukan sebaliknya, Anda bebas mengeluarkan uang tanpa mengingat berapa gaji yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merencanakan masa depan sejak dini. Masa depan Anda sudah diawali dari sekarang. "Tetapi, tidak ada kata terlambat untuk mulai mengubah kebiasaan buruk dalam keuangan, atau mulai menabung. Start now!" ujar Marcellus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat pos-pos pengeluaran. Ada tiga cara tradisional yang masih bisa Anda gunakan untuk mengatur keuangan, seperti membuat manajemen amplop, menabung di celengan, atau membuat cash card. Namun sebenarnya, ada berbagai cara yang lebih modern untuk mengatur keuangan Anda. Anda bisa mencari informasi di bank-bank mengenai produk-produk tabungan atau investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merencanakan masa depan, ada tiga langkah yang bisa Anda lakukan:&lt;br /&gt;1. Menentukan aspirasi, atau tujuan hidup Anda dalam 5 - 30 tahun mendatang. Apa saja impian Anda itu, barangkali termasuk yang telah disebut di awal tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Periksa keadaan finansial Anda. Atur keuangan Anda, bayar utang tidak produktif Anda (utang untuk membeli sesuatu yang habis sekali pakai), miliki asuransi kesehatan, dan siapkan dana darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mulailah berinvestasi. Saat ini, di bank banyak sekali produk investasi yang ditawarkan. Cari informasi, dan pelajari sebanyak-banyaknya mengenai produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5393059612326234217?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5393059612326234217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/3-solusi-sederhana-masalah-keuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5393059612326234217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5393059612326234217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/3-solusi-sederhana-masalah-keuangan.html' title='3 Solusi Sederhana Masalah Keuangan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-1703172631621882818</id><published>2010-12-23T05:16:00.001-08:00</published><updated>2010-12-23T05:16:15.652-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartu Kredit Tanpa Rugi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Memakai Kartu Kredit Tanpa Rugi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepraktisan dan kemudahan menjadi alasan utama sebagian orang menggunakan lebih dari satu kartu kredit. Kartu kredit tak hanya memudahkan saat berbelanja (karena tak usah membawa uang tunai), tetapi juga bermanfaat saat Anda membayar tagihan hotel ketika sedang ke luar negeri misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit menjadi bermasalah ketika Anda tak punya kontrol diri dalam menggunakannya. Jadi, sebelum memiliki kartu kredit, penting untuk memahami bagaimana menggunakannya dengan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafriady Hutagalung, perencana keuangan, dalam tulisannya di Financial Consultant Group mendefinisikan kartu kredit sebagai salah satu bentuk rekening pinjaman yang dapat digunakan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang ditentukan. Pria yang akrab disapa Adhie ini melanjutkan, dalam rekening pinjaman telah ditentukan batas maksimal yang dapat digunakan oleh peminjam. Peminjam dapat menggunakan dana tersebut terus-menerus asalkan tidak mencapai batas maksimal. Setiap kali pelunasan hutang dari pinjaman akan mengurangi balance di rekening. Hal ini berarti dana yang dapat dipakai juga meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting dicatat, pengguna kartu kredit adalah peminjam. Jadi, pastikan Anda memiliki self control yang kuat agar bijak menggunakan pinjaman. Bagaimanapun kartu kredit adalah utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhie menjelaskan, ada beberapa kelemahan dan keuntungan menggunakan kartu kredit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda tak akan dikenakan bunga jika membayar utang Anda sampai lunas di bawah grace period (sebelum jatuh tempo) dalam waktu 25-30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menyederhanakan pencatatan karena perusahaan kartu kredit akan mengirimkan laporan ke rekening Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kenyamanan dan dapat digunakan saat tidak memiliki dana tunai untuk keperluan mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Resikonya lebih rendah dibandingkan dengan membawa uang tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dapat digunakan di seluruh dunia karena pihak bank penerbit bekerja sama dengan jaringan keuangan internasional yang diakui di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Manfaat luas karena saat ini pihak bank penerbit sudah bekerja sama dengan beberapa merchant untuk memberikan diskon khusus dengan kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda cenderung berbelanja lebih banyak dengan kartu kredit sehingga kecenderungan konsumerisme lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Suku bunga tinggi. Anda harus membayar bunga yang tinggi untuk balance yang belum juga terbayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Simpan kartu kredit untuk pembayaran dengan sistem cicilan. Jangan terjebak untuk selalu mengandalkan pembayaran melalui kartu kredit kalau Anda hanya bisa membayar pinjaman dengan cicilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan membeli kebutuhan sehari-hari melalui kartu kredit karena Anda akan kecanduan kemudian terjebak dengan utang konsumtif. Bayarlah tunai untuk kebutuhan dasar harian, dan simpan kartu kredit Anda di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bayarlah tagihan Anda sebelum jatuh tempo untuk menghindari bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bayarlah tagihan Anda sebesar jumlah belanjaan. Artinya, jangan memanjakan diri dengan menunda pembayaran tagihan. Jika tak sanggup, maka kontrol diri untuk tidak melulu belanja dengan kartu kredit.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-1703172631621882818?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/1703172631621882818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/memakai-kartu-kredit-tanpa-rugi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1703172631621882818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1703172631621882818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/memakai-kartu-kredit-tanpa-rugi.html' title='Memakai Kartu Kredit Tanpa Rugi'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5092879864408318575</id><published>2010-12-23T05:14:00.001-08:00</published><updated>2010-12-23T05:14:21.233-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hindari kartu kredit'/><title type='text'>Apa Ruginya bila Kartu Kredit Dibiarkan Kosong?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya punya tiga kartu kredit. Yang satu untuk keperluan pribadi, satu untuk keperluan keluarga, dan satu lagi yang saya biarkan kosong. Yang satu ini memang tidak pernah saya gunakan, hanya untuk jaga-jaga saja. Apakah ini tindakan yang bijak? Apakah kartu kosong ini bisa memengaruhi credit score saya?" (Elizabeth, via e-mail).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jeremy M Simon, pengamat keuangan dari Creditcards.com, memiliki kartu kredit untuk "jaga-jaga" memang tindakan yang cerdas. Kartu ini bisa bermanfaat ketika Anda mendadak harus membayarkan sesuatu, sementara Anda tidak memiliki cukup uang tunai. Maka, jika kartu tambahan ini tidak menyebabkan masalah untuk Anda, seperti mendorong Anda untuk makin sering berbelanja atau menyebabkan pencurian identitas, Anda tidak perlu menutup kartu kredit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu dengan status idle baru akan dinonaktifkan atau di-block oleh bank penerbit kartu kredit jika ada transaksi yang tidak Anda lunasi selama berbulan-bulan. Yang termasuk transaksi bukan hanya pembelanjaan, tetapi juga iuran keanggotaan yang harus Anda bayar setiap tahun. Biasanya, akan ada reminder pada tagihan bahwa ada tagihan yang harus diselesaikan. Jika Anda segera membayarnya, tentu kartu Anda tetap dalam kondisi aktif. Bila Anda tetap tidak melunasinya meskipun sudah ada reminder, akan ada pemberitahuan bahwa kartu kredit sudah tidak dapat dipakai. Saat itu, bank otomatis akan menonaktifkan kartu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, membiarkan kartu kredit kosong sebenarnya hanya merugikan Anda. Anda akan dikenai annual fee setiap tahun, yang harus tetap Anda bayar agar kartu tetap aktif. Selain itu, Anda juga tidak dianggap sebagai nasabah yang menguntungkan, ketika kartu Anda "sepi-sepi" saja. Akibatnya, bagian marketing kartu kredit akan rajin membombardir Anda dengan berbagai program. Ketika Anda tidak berniat mengambil program tertentu, telepon seperti ini terasa mengganggu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda memang ingin memiliki kartu tambahan untuk jaga-jaga, paling aman sih menggunakannya untuk membayar tagihan seperti telepon, listrik, atau asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan memasukkan tagihan rutin ke kartu kredit, Anda tidak menimbulkan utang tambahan, tetapi menjaga kartu tetap aktif," ujar Gail Cunningham, Wakil Presiden Public Relations di National Foundation for Credit Counseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan Anda selalu membayar tagihan pada waktunya dan langsung lunas. Menurut Rod Griffin, direktur pendidikan publik dari biro kredit Experian, dua hal inilah yang akan menentukan credit score Anda. "Menjaga account tetap aktif, menggunakannya untuk pembelanjaan ringan, dan membayarnya lunas setiap bulan adalah cara yang baik untuk memelihara credit score," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila Anda bukan tergolong nasabah yang "menguntungkan", ada kemungkinan bank penerbit juga tidak akan menawarkan limit yang tinggi. Jika dengan limit terbatas saja kartu kredit tidak digunakan, untuk apa diberi limit lebih besar?&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5092879864408318575?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5092879864408318575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/apa-ruginya-bila-kartu-kredit-dibiarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5092879864408318575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5092879864408318575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/apa-ruginya-bila-kartu-kredit-dibiarkan.html' title='Apa Ruginya bila Kartu Kredit Dibiarkan Kosong?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2204175117877994205</id><published>2010-12-23T05:12:00.001-08:00</published><updated>2010-12-23T05:12:35.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='be A Smart Shopper'/><title type='text'>How to be A Smart Shopper</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kini Anda sudah berkeluarga, tentu Anda harus mengubah kebiasaan berbelanja Anda dengan saat masih lajang. Saat belum menikah, Anda bebas membelanjakan uang untuk apa saja. Namun sekarang, Anda harus segera belajar berbagi dengan suami dan anak-anak, dan harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Bila Anda akan membeli apa saja yang Anda inginkan, dan bukannya yang Anda butuhkan, bayangkan apa yang terjadi jika tiba-tiba ada kebutuhan penting yang harus segera dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita berada di suatu era menghabiskan uang tanpa batas, namun keluarga perlu menentukan apa yang mereka miliki. Sebab Anda tidak bisa mengontrol keuangan Anda jika tidak memiliki kendali tentang berapa banyak yang Anda miliki," ujar Lois Smith, seorang pengajar ekonomi keluarga dan konsumen di University of Illinois Extension. "Begitu Anda menentukan tujuan pribadi atau keluarga, dan bagaimana menyesuaikan budget untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Anda boleh mulai berbelanja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apa yang Anda miliki, ikuti panduan pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benda yang ingin dibeli ini memenuhi kebutuhan keluarga saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tahu kemana uang Anda harus dibelanjakan, pilihannya menjadi jauh lebih mudah. "Ketika Anda telah menetapkan ke arah mana keluarga Anda bergerak, Anda dapat menimbang pentingnya setiap pembelanjaan," papar Smith. Jadi jika tujuan Anda adalah melunasi hutang atau membeli mobil baru, membeli sepatu idaman (meskipun sudah didiskon) akan mengurangi jatah pembayaran hutang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah barang yang ingin dibeli merupakan kebutuhan atau keinginan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang yang dibutuhkan lebih mudah dijelaskan: sesuatu yang membuat Anda bertahan hidup (seperti makanan, tempat tinggal, atau biaya sekolah anak). Ketika ekonomi sedang membaik, tak seorang pun merencanakan bagaimana harus membelanjakan uang karena uang melimpah ruah. "Kebanyakan dari kita bahkan tidak mempertimbangkan apakah kita ingin atau butuh barang tersebut," jelas Smith. Karena itu, tentukan prioritas. Jika benda tersebut penting untuk keluarga, perlakukan seperti sebuah tujuan, dan rencanakan pembelian tersebut dengan menyisihkan sedikit uang dari gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya akan membeli barang ini jika saya membayar secara tunai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kita akan membeli barang menggunakan kartu kredit tanpa berpikir lagi, karena praktis dan cepat. Namun Anda akan menyisihkan cukup banyak uang dalam jangka panjang jika Anda menabung dan membeli secara tunai. Begitu Anda berbelanja dengan kartu kredit, Anda menggunakan gaji Anda setiap bulan berikutnya untuk membayar hutang tersebut. Jangan lupa, akan ada interest yang harus Anda bayar karena Anda membayar TV flat screen Anda secara mencicil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya harus selalu membeli sesuatu yang masih baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh yang sederhana saja. Anda terbiasa membeli DVD sampai 10 judul karena berharap bisa menontonnya secara maraton saat weekend nanti. Ternyata, saat weekend Anda harus berkunjung ke rumah mertua, ada undangan pernikahan, atau Anda ingin ke mal bertemu teman-teman. DVD pun menumpuk terus sampai ada film-film baru, dan Anda membeli lagi 10 DVD untuk mengejar ketinggalan. Bagaimana kalau Anda meminjam saja dari teman, atau menyewa dari rental DVD? Menurut Lois Smith, inilah strategi terbaik jika Anda hanya akan menggunakan suatu barang sekali saja, atau untuk waktu yang pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya harus berbelanja di supermarket atau department store?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tukang sayur lewat di depan rumah Anda setiap hari, untuk apa berbelanja di supermarket atau hypermarket? Harganya akan menjadi berkali-kali lipat. Atau, Anda ingin mengganti sol sepatu Anda yang mulai habis terkikis aspal, panggil aja tukang sol sepatu. Ongkosnya jauh lebih murah daripada jika Anda membawa sepatu Anda di tempat reparasi sepatu berlisensi yang ada di mal. Untuk barang-barang lain, Anda juga bisa shopping di tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya tawar-menawar harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini barang yang sudah direncanakan, atau Anda mendadak ingin membelinya? &lt;br /&gt;Impulse buying biasanya diakibatkan taktik sales  yang membuat Anda berpikir bahwa Anda akan kehilangan benda terbaik di dunia ini jika tidak membelinya. Belanja yang direncanakan harus menjadi tujuan Anda sekarang. Jika Anda mendapat tekanan untuk berbelanja (seperti saat ada great sale), segeralah beranjak dari tempat dimana benda tersebut dipajang. Anda juga bisa menerapkan trik ini: cobalah pakaian yang Anda incar tersebut, lalu serahkan pada sang pramuniaga seolah Anda siap membayarnya di kasir. Setelah itu, silakan langsung keluar dari ruangan tersebut. Tahu tidak, kepuasan yang Anda dapatkan bukan pada barang yang berhasil Anda beli, namun pada kemampuan Anda untuk tidak membeli barang tersebut.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2204175117877994205?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2204175117877994205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/how-to-be-smart-shopper.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2204175117877994205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2204175117877994205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/how-to-be-smart-shopper.html' title='How to be A Smart Shopper'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3725943251801408063</id><published>2010-12-23T05:09:00.001-08:00</published><updated>2010-12-23T05:09:20.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belanja secara Impulsif'/><title type='text'>5 Trik Menghindari Belanja secara Impulsif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah Anda mengalami, Anda memaksa diri Anda membeli sesuatu yang mahal, dan menggunakan kartu kredit untuk membayarnya, tetapi akhirnya Anda menyesal telah membelinya? Inilah akibat apabila Anda terlalu memanjakan keinginan untuk membeli sesuatu tanpa rencana (impulse buying). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei yang dilakukan Harris Interactive and the National Endowment for Financial Education menyatakan bahwa 80 persen orang Amerika mengaku telah membuat pembelian secara impulsif tahun lalu, entah itu belanja untuk dirinya sendiri atau untuk keluarga. Dari jumlah tersebut, dua pertiganya mengatakan bahwa mereka menyesali pembelian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa saat kita berniat belanja, muncul tekanan yang kuat untuk membeli hal-hal yang tidak kita butuhkan. Ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan kita itu, seperti musik yang kencang, hingga produk yang dikemas begitu menarik, atau aroma parfum yang begitu lembut menerpa hidung kita. Semua hal itu bisa membangkitkan kadar dopamin (hormon yang menimbulkan rasa bahagia) di dalam otak, dan menggoda kita untuk membeli jaket kulit yang chic tetapi tidak kita butuhkan, misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga cenderung berbelanja saat menit terakhir, khususnya saat liburan, sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk memutuskan apakah sesuatu memang layak dibeli atau tidak. Berikut ini ada lima tips untuk membantu Anda guna lebih mengontrol diri Anda sebelum memutuskan  berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tetap berpegang pada daftar belanja&lt;br /&gt;Ketika Anda memiliki daftar belanja, artinya Anda mempersempit jenis barang yang ingin dibeli. Dan ketika pilihan tersebut semakin sedikit, Anda makin mudah memutuskan mana yang akan dibeli dan mana yang tidak. Maka membuat daftar belanjaan, dan berpegang pada daftar tersebut, bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari impulse shopping. Anda juga perlu lebih spesifik: daripada melihat-lihat dan mencoba semua blazer yang ada di department store, lebih baik fokus pada model dan warna yang Anda butuhkan, dan masih sesuai budget Anda. Apabila tidak, Anda akan tergoda untuk berbelanja lebih banyak dan lebih mahal daripada yang Anda mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri jeda waktu&lt;br /&gt;Anda tahu kan, ketika Anda mendapat dorongan yang begitu kuat untuk membeli tas atau sepatu ketika Anda lewat di depan etalase toko? Berikan waktu setidaknya 10-15 menit untuk memisahkan pikiran Anda dari apa pun yang sedang Anda pertimbangkan untuk dibeli. Hal ini berlaku ketika Anda ingin berbelanja di mal ataupun di toko online. Taruh saja barang incaran Anda di shopping basket (apabila Anda berbelanja secara online), atau tinggalkan saja di kasir, sementara Anda berkeliling mal lagi. Tanpa ada dorongan yang mendesak atau tekanan untuk berbelanja, Anda bisa membuat keputusan yang lebih rasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikap lebih kritis&lt;br /&gt;Sebelum Anda mengeluarkan uang dari dompet untuk membeli sesuatu, tanyailah diri Anda, ”Dengan uang ini sebenarnya saya bisa menggunakannya untuk apa, ya?” Kalau Anda memang punya cukup uang tunai di bank, maka Anda bisa membeli barang tersebut. Tetapi, bila gadget terbaru yang Anda inginkan nilainya sama dengan jika Anda mengajak ibu Anda liburan berdua ke Bali? Mana yang sebaiknya Anda pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hubungi teman Anda&lt;br /&gt;Jika Anda berniat untuk membeli sesuatu yang mahal, kadang-kadang ada baiknya apabila Anda meminta pendapat orang lain (tetapi petugas sales tidak masuk hitungan, lho). Anda perlu bertanya kepada seseorang yang memahami apa tujuan Anda, dan dapat memberikan nasihat yang jujur mengenai, misalnya, perlu tidaknya Anda membeli tas branded yang sudah didiskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gunakan uang tunai&lt;br /&gt;Apabila memang ada dorongan kuat untuk berbelanja, sebaiknya tidak mengandalkan kartu kredit. Dengan menggunakan uang tunai, rasa kehilangan uang akan lebih terasa. Akan tetapi, jika Anda memang tidak mampu membayar secara tunai, artinya Anda memang tidak mampu membeli barang yang Anda inginkan itu. Itu saja yang perlu Anda pikirkan. Melihat saldo rekening Anda yang makin lama makin menyusut, seharusnya menjadi sinyal bahwa Anda perlu menekan kebiasaan impulse buying Anda.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3725943251801408063?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3725943251801408063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/5-trik-menghindari-belanja-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3725943251801408063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3725943251801408063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/5-trik-menghindari-belanja-secara.html' title='5 Trik Menghindari Belanja secara Impulsif'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-138715106527927992</id><published>2010-12-23T05:03:00.001-08:00</published><updated>2010-12-23T05:03:56.306-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat Hemat Belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pangan Organik'/><title type='text'>Kiat Hemat Belanja Pangan Organik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekhawatiran akan isu penggunaan formalin, pestisida, zat pewarna, serta rekayasa genetika pada produk pangan, membuat produk organik semakin populer. Sayangnya harga produk pangan organik relatif mahal, sehingga hanya mereka yang berpenghasilan tinggi saja yang menjadi konsumennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak perlu khawatir, meski bujet terbatas Anda tetap bisa mengonsumsi produk makanan sehat. Ini dia tipsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belilah produk pangan organik di pasar tradisional sehingga Anda bisa mendapatkan harga lebih rendah daripada di supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ingin membeli makanan organik dengan harga murah? Datanglah menjelang jam tutup toko. Masakan organik selalu dimasak tanpa menggunakan bahan pengawet, sehingga tidak bisa disimpan lama. Biasanya toko akan menjualnya setengah harga daripada menyimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan segan bertanya pada kenalan, tetangga, atau saudara, yang sudah lebih dulu menjadi konsumen pangan organik. Mereka pasti tahu di mana membeli produk organik dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pelajari daftar belanja Anda. Pilah-pilah jenis bahan makanan apa yang sebaiknya merupakan produk organik, tidak harus seluruhnya. Misalnya jika Anda merasa khawatir dengan penggunaan pemutih pada beras, pilih beras organik. Memasukkan satu-dua item produk organik daripada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manfaatkan kupon potongan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini produk pangan organik terus dipopulerkan. Sejumlah hipermarket bahkan secara berkala memberikan potongan harga pada beberapa produk organik yang dijualnya. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan produk pangan yang sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tanam sendiri&lt;br /&gt;Menanam sayuran tak selalu harus dilakukan di lahan yang luas. Di halaman depan rumah atau di pot pun bisa. Anda bisa mencoba dengan jenis sayuran yang mudah ditanam, misalnya cabai, tomat, seledri, atau selada. Gunakan media tanam yang sesuai dan hindari pestisida dalam perawatannya. Lalu nikmati panen pangan organik dari 'kebun' sendiri.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-138715106527927992?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/138715106527927992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/kiat-hemat-belanja-pangan-organik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/138715106527927992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/138715106527927992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/kiat-hemat-belanja-pangan-organik.html' title='Kiat Hemat Belanja Pangan Organik'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-540246112819893321</id><published>2010-12-23T04:56:00.001-08:00</published><updated>2010-12-23T04:56:56.852-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belanja Tetap Hemat'/><title type='text'>Agar Belanja Tetap Hemat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda bisa mengisi lemari es agar tetap penuh bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi tanpa menguras habis isi dompet. Simak trik belanja berikut untuk tujuan penghematan keuangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan beli satuan&lt;br /&gt;Sejumlah kebutuhan dapur Anda bisa awet tersimpan lama. Sebut saja bawang atau kentang. Untuk alasan penghematan, beli bawang, kentang, atau buah jeruk dalam kantong besar atau dalam takaran lebih besar dan hindari pembelian satuan. Dengan cara ini, Anda bisa menghemat setengah harga dibandingkan membeli satuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak harus berbelanja di supermarket&lt;br /&gt;Harga barang di supermarket boleh jadi lebih murah daripada di pasar tradisional atau penjual ritel. Namun, tak semua barang berbanderol murah di supermarket. Khusus untuk produk kecantikan dan perawatan tubuh, Anda bisa menghemat pengeluaran jika membelinya di toko ritel dibandingkan di supermarket. Begitu pun dengan produk kertas, Anda bisa berhemat dengan membelinya di toko grosir. Sedangkan bahan makanan seperti buah dan sayuran, tak ada yang bisa mengalahkan harga di pasar tradisional atau tukang sayur keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk seafood beku lebih murah&lt;br /&gt;Jika tujuannya penghematan, produk seafood yang sudah dibekukan lebih murah 20-40 persen dibandingkan produk segar. Bicara rasa, boleh jadi ada bedanya. Namun, jika saat ini kondisi keuangan sedang menipis atau membutuhkan penghematan, Anda masih bisa menikmati ikan atau seafood yang sudah dibekukan. Pilih ikan atau seafood beku yang masih segar atau belum terlalu lama dibekukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat belanja daging&lt;br /&gt;Penghematan tak lantas mengharuskan Anda mengurangi konsumsi daging atau ayam. Belilah daging atau ayam dalam jumlah yang lebih besar, ukuran family pack. Cara ini bisa lebih menghemat 20 persen untuk daging, dan hemat 50 persen untuk ayam, dibandingkan jika Anda membeli dalam porsi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teliti sebelum membeli&lt;br /&gt;Saat berbelanja di supermarket, perhatikan harga per unit satuan. Misalnya, harga buah dan sayuran per gram atau per ons. Ketelitian semacam ini bisa membantu Anda mengontrol belanja untuk berhemat tentunya.&lt;/div&gt;komnpas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-540246112819893321?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/540246112819893321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/agar-belanja-tetap-hemat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/540246112819893321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/540246112819893321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/12/agar-belanja-tetap-hemat.html' title='Agar Belanja Tetap Hemat'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5913834782142784150</id><published>2010-11-28T05:10:00.001-08:00</published><updated>2010-11-28T05:10:29.976-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop berobat mulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat uang berobat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips berobat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hindari pemeriksaan'/><title type='text'>Agar Tak Boros Berobat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggaran berobat sering melebihi anggaran untuk makan. Bukan saja di negara maju, di negara berkembang bahkan lebih dari yang bisa dianggarkan. Tak jarang pengeluaran buat berobat melebihi yang seharusnya karena tidak cerdik menata penyakit dan kurang cerdas menjadi pasien. Untuk itu perlu kendali ongkos berobat. Apa misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemborosan dalam berobat bukan soal mampu atau tidak, melainkan efisien atau tidak. Artinya, mengeluarkan yang diperlukan saja. Boros itu bisa sebab kenakalan pihak medis, selain pasien rancu dalam berobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Sur amat cermat berobat. Apa pun kata dokter ia turuti. Di satu sisi memang menyehatkan, meski bisa berarti pemborosan karena ia membayar lebih banyak untuk yang tidak perlu. Contohnya, menjalani pemeriksaan PSA (penanda kelainan prostat) setiap beberapa bulan, padahal tidak ada indikasi untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien sekarang cenderung lebih "pintar" dari dokternya. Tak jarang dokter didikte. Pasien memilih apa yang perlu dikerjakan dokter. Sering ini bukan pilihan medis, alih-alih praktik dokter profesional. Kita menyebutnya tidak lege artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini pasien VS medis&lt;br /&gt;Opini pasien belum tentu seturut opini medis. Yang pasien pikirkan belum tentu sama dengan opini medis. Ini bagian dari pemborosan, misalnya minta semua diperiksa, walau tidak ada indikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seperti itu kerap terjadi di rumah sakit yang jadi industri medis. Kita tahu tak semua rumah sakit ramah pada pasien, kalau tujuannya semata laba. Pasien jadi sapi perahan, melayani melebihi akal sehat medis. Semua unsur laboratorium diperiksa walaupun tidak diperlukan, sehingga biaya melambung. Pasien demam berdarah, misalnya, diperiksa jantung dan lainnya yang tak berkaitan dengan penyakitnya.&lt;br /&gt;Kalau bisa memberi kamar lebih tinggi tarifnya, kenapa harus menawarkan kelas murah? Pasien yang terdesak untuk dirawat tidak punya pilihan, walau sebetulnya ini pemborosan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan alat pemeriksaan yang makin canggih bagi setiap pasien jelas tidak rasional kalau tujuannya bukan untuk melacak penyakit. Gejala overutilisasi alat periksa seperti ini bikin biaya berobat sangat boros. Kalau ada obat sama yang lebih murah, mestinya itu yang dipilih. Jumlah obat yang diberikan pun sering melebihi kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara medis jelas ini tidak rasional. Memang tak selalu salah dokter. Pasien elit sering tidak sembuh kalau diberi obat murah karena faktor kepercayaan pasien amat menentukan kesembuhannya. Padahal, obat yang sama berhasil menyembuhkan pasien di desa dengan diagnosis sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selalu pergi ke dokter&lt;br /&gt;Pasien mampu, gatal sedikit saja mencari dokter. Sikap lekas ke dokter begini juga tergolong pemborosan. Mengapa? Harus diingat, tubuh memiliki kemampuan self-limitting. Biarkan tubuh berkesempatan menyembuhkan (menormalkan kondisi tidak seimbang) karena perangkat untuk itu tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tekanan darah mendadak naik, tubuh punya mekanisme menurunkannya. Begitu juga sebaliknya. Lekas-lekas mengintervensi setiap ada perubahan keseimbangan, akan mengacaukan mekanisme pemulihan sendiri (homeostasis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang zaman dulu tidak segera diintervensi medis karena kelangkaan layanan medis atau kemampuan berobat lemah. Ternyata tidak semua keluhan dan gejalanya berkembang menjadi penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebetulnya tubuh memiliki kemampuan menyembuhkan. Kalau keluhan dan gejala yang sama menetap untuk waktu lama atau bertambah buruk, itulah acuan mencari bantuan dokter. Selain mengacaukan mekanisme penyembuhan sendiri, lekas mengintervensi dengan obat atau tindakan medis berarti pemborosan. Pemberian obat membebani tubuh dengan zat kimiawi yang tidak dliperlukan. Belum efek samping obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain lagi, tidak setiap obat perlu dihabiskan atau dibeli seluruhnya. Hanya antibiotika dan obat penyakit menahun yang memerlukan kesinambungan. Obat simptomatik harus dihentikan kalau keluhan dan gejala sudah tidak ada. Diminum kembali kalau keluhan dan gejala datang lagi.&lt;/div&gt;Kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5913834782142784150?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5913834782142784150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/agar-tak-boros-berobat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5913834782142784150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5913834782142784150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/agar-tak-boros-berobat.html' title='Agar Tak Boros Berobat'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3022266837761372286</id><published>2010-11-28T04:57:00.001-08:00</published><updated>2010-11-28T04:57:41.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waspada terhadap boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hilangkan sifat boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jauhi sifat boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips hindari boros'/><title type='text'>3 Jurus Mengatasi Sifat Boros</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Anda selalu boros dalam pengeluaran Anda? Apabila ya, maka tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda untuk mengatasi sifat boros Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat batasan terhadap diri Anda sendiri&lt;br /&gt;Kenapa Anda tidak coba membatasi pengeluaran Anda sendiri dan mencoba mematuhi batas tersebut? Anda bisa coba membuat anggaran pengeluaran keluarga dan mencoba mematuhi anggaran tersebut. Ingatlah bahwa salah satu guna membuat anggaran adalah untuk membatasi diri Anda sendiri dalam mengeluarkan uang. Sebagai contoh, kalau Anda rutin membeli baju baru setiap bulan, katakanlah Rp 200.000. Mengenai tinggi rendahnya angka anggaran tersebut akan kembali lagi kepada Anda karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Anda baru disebut boros kalau pengeluaran Anda melebihi dari yang seharusnya, atau melebihi dari batas yang sudah Anda tetapkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan mudah tertarik melihat suatu barang hanya karena barang itu bagus&lt;br /&gt;Jangan khawatir, tidak hanya Anda yang suka lapar mata. Orang lain juga sering lapar mata, dan ini manusiawi. Bedanya, ada orang yang bisa mengendalikan lapar mata itu, dan ada yang tidak. Ada banyak barang bagus di toko, tetapi ketahuilah, kalau Anda tidak bisa mengendalikan lapar mata Anda, Anda akan terus-menerus membeli, padahal uang Anda mungkin terbatas. Tidak ada seorang pun yang bisa mengatasi lapar mata Anda kecuali Anda sendiri. Percuma Anda memiliki anggaran kalau Anda masih juga sering lapar mata. Jadi, kendalikan lapar mata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan mudah tertarik melihat suatu barang hanya karena barang itu didiskon&lt;br /&gt;Tidak peduli berapa pun diskonnya, kalau Anda memang tidak membutuhkan barang tersebut, Anda tidak perlu membelinya. Suatu transaksi jual-beli barang seharusnya terjadi karena adanya kebutuhan, bukan karena adanya diskon, entah berapa pun besarnya diskon tersebut. Baju yang biasa berharga Rp 100.000 bukan berarti harus dibeli hanya karena harganya didiskon. Ingatlah bahwa diskon dibuat agar Anda membeli. Betul enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, semua itu kembali kepada diri Anda. Anda sendirilah yang bisa mencegah sifat boros Anda. Tidak ada orang lain yang bisa mengubah Anda. Hanya Andalah yang bisa mengubah diri Anda. Tetapkan tekad terlebih dulu untuk mengubah sifat boros Anda karena percuma Anda mencoba menekan sifat boros Anda kalau Anda tidak menetapkan tekad terlebih dahulu dalam hati Anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3022266837761372286?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3022266837761372286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/3-jurus-mengatasi-sifat-boros.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3022266837761372286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3022266837761372286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/3-jurus-mengatasi-sifat-boros.html' title='3 Jurus Mengatasi Sifat Boros'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-233214109297044725</id><published>2010-11-28T04:54:00.001-08:00</published><updated>2010-11-28T04:54:52.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hindari boros'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wajib hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='disiplin hemat uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jangan boros'/><title type='text'>5 Hal yang Bikin Kantung Tipis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedari awal Anda menandatangani kontrak kerja, gaji yang ditawarkan sudah mencukupi hidup Anda selama sebulan. Tetapi, mengapa setelah sekian bulan bekerja, gaji Anda tak lagi mencukupi hingga akhir bulan? Tanpa kita sadari, ada hal-hal keseharian yang tak kita sadari membuat kita bangkrut. Apa saja kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Window Shopping&lt;br /&gt;Memang menyenangkan untuk melihat-lihat etalase di mal-mal untuk mengetahui ada gaya-gaya seru apa di dalam toko itu. Ada sebagian orang yang menyukai perlengkapan masak, ada yang suka perlengkapan dekorasi, ada juga yang senang mengutak-utik elektronik, atau busana, meski orang yang bilang tak suka ke mal sekalipun. Tetapi tahukah Anda, bahwa "window shopping" sebenarnya tak baik untuk Anda. Saat ini "window shopping" tak berarti Anda harus ke mal, lho. Lewat katalog pun berarti Anda sudah melakukan kegiatan tersebut. Segala kemudahan yang menghubungkan Anda dengan barang-barang kesukaan Anda itu bisa membuat Anda terdorong untuk belanja. Butuh disiplin yang kuat untuk menghentikan kebiasaan "window shopping". Mintalah untuk toko kesayangan Anda berhenti mengirimkan Anda newsletter dan katalog yang berisi barang-barang terbaru agar Anda tak selalu tergoda untuk membeli. Sebelum membeli barang terbaru itu, selalu tanyakan pada diri Anda, apakah Anda membutuhkan barang tersebut, dan bisakah Anda membayar tunai untuk barang itu? Jika salah satu jawabannya adalah "tidak", tinggalkan barang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membawa banyak uang tunai&lt;br /&gt;Sudah seringkali diingatkan untuk tidak tergoda menggunakan kartu kredit atau kartu debet setiap saat, dan lebih baik membawa uang tunai secukupnya. Karena, kalau membawa uang tunai dalam jumlah banyak ke mana-mana, Anda bisa mendorong Anda lebih banyak belanja. Uang tunai yang tercecer dan ddalam jumlah banyak bisa membuat Anda berpikir bahwa itu adalah uang sisa yang bisa dibelanjakan barang tersier. Lalu Anda merasa bersalah karena uang tersebut hanya duduk diam di sana, Anda pun tergoda untuk memakainya. Bawalah uang tunai secukupnya, dan tinggalkan sisanya di rumah. Menghindari kartu kredit atau debet memang menyenangkan, tetapi pengaturan anggaran yang baik, lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyimpan data kartu kredit di toko maya&lt;br /&gt;Ada sebagian toko maya yang memberi Anda kemudahan dengan menyimpan data kartu kredit Anda di sana. Dengan kemudahan ini, Anda jadi tak perlu memasukkan data-data dan password berulang kali. Dengan kata lain, Anda tinggal pilih saja barang yang Anda mau tanpa repot. Tetapi, hal ini akan berbahaya bagi Anda. Alasannya, Anda akan lebih mudah tergoda untuk belanja. Terlebih karena yang perlu Anda lakukan adalah mengklik barang yang Anda mau, tanpa ada kesan bahwa Anda baru saja melakukan sebuah transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belanja dengan emosi&lt;br /&gt;Bagi wanita, belanja kala sedang kesal atau sedang senang adalah semacam hal yang membuatnya merasa bahagia. Tapi hati-hati, membiarkan mood Anda mendikte kebutuhan Anda adalah cara cepat menuju bangkrut. Upayakan untuk mencari ketenangan diri sebelum pergi belanja. Jujurlah pada diri Anda untuk menjawab pertanyaan, apakah Anda benar-benar membutuhkan barang-barang tersebut dan apakah Anda mampu membayar barang tersebut secara tunai? Coba bahagiakan diri Anda dengan melakukan hal-hal yang tak mengeluarkan biaya tinggi, seperti mandi air hangat atau spa dengan perlengkapan mandi yang sudah Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak membuat perencanaan&lt;br /&gt;Jarang membuat menu per minggu? Hm, sudah saatnya Anda membuat menu makan mingguan, kalau perlu, bulanan, demi penghematan. Mengapa? Karena, jika Anda malas membuat menu dan jadwal masakan mingguan, dan Anda mendapati di rumah tak ada bahan makanan, Anda akan tergoda untuk berbelanja makanan di restoran terus menerus. Hal ini bisa membuat Anda bangkrut tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda menyusun menu seminggu, Anda pasti akan memperkirakan bahan makanan apa yang bisa Anda beli, dan sisanya bisa digunakan untuk hari-hari selanjutnya. Jika Anda memperkirakan dalam waktu seminggu Anda akan sibuk, belanjalah bahan makanan sehat yang bisa tahan lama dan bisa Anda buat di akhir minggu untuk Anda simpan selama beberapa hari. Tak hanya bisa menghemat uang, tetapi juga membantu Anda menghindari makanan berlemak dari restoran cepat saji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan disiplin untuk terhindari dari kebiasaan buruk. Namun, dengan perencanaan dan pertahanan diri, serta kemampuan untuk menghindar dari situasi menggoda, Anda bisa terbebas dari kebiasaan-kebiasaan ini, dan mungkin bisa menyisakan uang lebih untuk ditabung.&lt;/div&gt;Kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-233214109297044725?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/233214109297044725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/5-hal-yang-bikin-kantung-tipis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/233214109297044725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/233214109297044725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/5-hal-yang-bikin-kantung-tipis.html' title='5 Hal yang Bikin Kantung Tipis'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3879211783155277441</id><published>2010-11-09T19:33:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:33:32.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik menabung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memaksakan menabung'/><title type='text'>Trik-trik Kecil agar Lebih Banyak Menabung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Gajiku nasibnya dua koma, nih. Setiap tanggal 25, gaji sudah ada di rekening. Tapi masuk ke tanggal 2 bulan depannya, sudah koma, soalnya banyak sale di akhir bulan, sayang kalau enggak belanja,” seloroh rekan Kompas Female. Keadaan semacam ini sudah umum terjadi ketika Anda merasa sulit untuk menabung. Bagaimana bisa memperbaiki kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan? Dengan ”mengelabui” jiwa konsumtif Anda, jawabannya. Namun, Anda harus tahu triknya. Ada rencana-rencana sebelum uang itu masuk ke dalam rekening yang bisa Anda lakukan guna menekan keinginan untuk berbelanja. Berikut di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah Berusaha Keras Menabung&lt;br /&gt;Berjanji pada diri sendiri bahwa Anda akan menjadi orang yang lebih baik dalam menabung dan akan berusaha lebih keras tak akan cukup. Coba datang ke bank dan minta diberikan pengetahuan mengenai pengalihan uang otomatis untuk menabung. Riset menunjukkan bahwa semakin sedikit upaya yang harus dilakukan, makin besar kemungkinan seseorang untuk menabung. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Chicago menunjukkan bahwa para karyawan yang mendaftar untuk mengikuti rencana tabungan pensiun yang memindahkan sedikit uang dari tabungannya secara otomatis memiliki pengikut dua kali lipat lebih banyak. Ternyata, pergi ke bank untuk menabung atau ke ATM untuk mentransfer tabungan merupakan hal yang menjadi beban bagi sebagian besar orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda  bisa mengikuti program tabungan berjangka yang sudah banyak dimiliki oleh bank-bank kenamaan. Tipe seperti ini akan menyisihkan sedikit uang Anda untuk disimpan atau digunakan dalam sebuah investasi untuk dibungakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan Uang Tunai&lt;br /&gt;Ide utamanya adalah, Anda hanya boleh menggunakan uang tunai, tidak kartu kredit. Dengan begini, Anda akan mengeluarkan uang lebih bijaksana. Sebuah studi yang dilangsungkan oleh peneliti dari MIT menemukan bahwa orang akan lebih berkenan membayar suatu barang atau jasa yang harganya dua kali lipat jika menggunakan kartu kredit. Namun, jika harus membayar dengan uang tunai, mereka akan menolak atau mencari yang lebih murah. Beberapa peneliti menjuluki fenomena ini sebagai efek uang Monopoly. Artinya, karena Anda tidak ”bermain” dengan uang tunai atau asli, mengeluarkan uang terasa tak ada konsekuensinya. Jadi, cukup gunakan kartu kredit untuk membayar pembelian barang-barang atau jasa yang besar dan benar-benar perlu–jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan kemampuan membayar cicilannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mood” Berantakan? Tinggallah di Rumah&lt;br /&gt;Dalam sebuah studi, para peneliti dari Harvard and Carnegie Mellon mengonfirmasikan bahwa kita cenderung menghamburkan uang lebih banyak ketika sedang tidak mood atau sedang merasa sedih. Dalam penelitian ini, para responden dibagi dalam 2 grup. Grup pertama diminta menonton film sedih mengenai seorang ayah yang sekarat. Grup kedua, diminta menonton film dokumenter membosankan. Grup pertama bersedia membeli minuman yang harganya bisa mencapai 20.000-an per gelas, sementara grup kedua rata-rata hanya mau mengeluarkan uang sekitar 5.000 untuk minuman. Jadi, supaya Anda tidak mengeluarkan uang yang tak perlu, sebaiknya selesaikan masalah sedih atau mood berantakan di rumah saja daripada bangkrut.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3879211783155277441?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3879211783155277441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/trik-trik-kecil-agar-lebih-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3879211783155277441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3879211783155277441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/trik-trik-kecil-agar-lebih-banyak.html' title='Trik-trik Kecil agar Lebih Banyak Menabung'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6164112522455132154</id><published>2010-11-09T19:31:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:31:37.154-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengamankan Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Mengamankan Keuangan di Masa Krisis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krisis keuangan juga bisa terjadi pada Anda jika tak mampu mengelola uang dengan baik. Meski pekerjaan masih aman atau bahkan kondisi ekonomi makro masih terkendali, ketidakmampuan Anda mengatur, mengelola, merencanakan keuangan, dan mendisiplinkan diri menjadi sumber krisis finansial personal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini bisa dihindari meskipun Anda kehilangan pekerjaan, bisnis tak berjalan lancar, atau  kondisi ekonomi makro terpuruk. Memiliki dan menjalankan perencanaan finansial menjadi solusinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Planning, strategi, dan disiplin, inilah kunci menghadapi godaan yang banyak dan membuat konsumen konsumtif," papar Meliana Sutikno, Retail Bank Head Citibank, dalam peluncuran program edukasi perencanaan keuangan berjudul "Managing Your Wealth" dari Citi Indonesia di Jakarta, Rabu (1/9/2010) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung dan memiliki dana pensiun menjadi sebagian saja cara untuk menyelamatkan kondisi keuangan Anda dari krisis. Dengan memiliki tabungan atau dana cadangan, Anda juga bisa aman meski krisis mendera. Setidaknya Anda masih bisa bertahan dan mampu membiayai hidup meski krisis menghantam, disebabkan kehilangan pekerjaan contohnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tabungan orang Indonesia tak pernah mencukupi untuk melewati masa krisis. Riset Citi Indonesia menyebutkan, satu dari lima orang Indonesia (20 persen) yang memiliki tabungan menyatakan tabungannya hanya mencukupi untuk empat minggu. Rata-rata, orang Indonesia memiliki tabungan yang hanya mencukupi untuk 11 minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal perencana keuangan sering kali menegaskan, sebaiknya Anda memiliki dana cadangan minimal tiga bulan dari penghasilan. Beberapa ada yang mengukurnya bukan dari penghasilan, melainkan pengeluaran. Artinya, rekening di bank Anda seharusnya diisi jumlah uang yang mencukupi kebutuhan selama tiga bulan jika Anda kehilangan mata pencarian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merencanakan dana pensiun menjadi kebutuhan lain yang harus Anda penuhi. Tujuannya agar Anda tetap bisa bertahan hidup dengan nyaman saat krisis atau saat tak lagi produktif menghasilkan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu merencanakan dan mengelola keuangan ini bisa didapatkan dengan banyak cara. Mengikuti seminar, workshop, mencari referensi dari buku, dan berbagai artikel menjadi beberapa caranya. Anda bisa membaca buku Managing Your Wealth atau melalui website di www.MYWealth.co.id yang berisi berbagai tahapan perencanaan keuangan dalam relevansinya dengan usia dan kebutuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang dipelajari?&lt;br /&gt;* Mulai memahami bagaimana cara mengendalikan uang Anda, seperti membuat keputusan finansial yang cermat hingga memilih penasihat atau perencana keuangan yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Selanjutnya, bagaimana mengembangkan uang Anda dengan berinvestasi. Mulailah belajar mengenali risiko dan menemukan strategi yang paling tepat untuk Anda, sekaligus memilih produk investasi yang bisa mengoptimalkan uang Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengetahuan tentang memahami dan memanfaatkan kredit juga perlu Anda miliki agar tak mudah terjebak dalam utang kartu kredit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perencanaan keuangan juga dibutuhkan bagi keluarga, termasuk anak-anak. Misalnya, tabungan pendidikan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menyiapkan dana pensiun menjadi kebutuhan penting. Sekitar 24 persen orang Indonesia belum memulai rencana dana pensiun (riset Citi Indonesia). Berita baiknya, 38 persen sudah mulai menabung, meski tidak tahu kebutuhan dana pensiun, dan 26 persen telah memiliki perencanaan yang baik untuk dana pensiun. Anda termasuk golongan yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jika kondisi keuangan sehat, Anda bisa mewariskan aset yang Anda miliki dengan tepat untuk keberlangsungan hidup generasi berikutnya. Anda tentu menginginkan anak-anak Anda hidup dengan tenteram bukan? Bahkan ilmu tentang mengelola dana warisan pun bisa Anda pelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang perencanaan keuangan tak akan membuahkan hasil jika tidak diimplementasikan dengan komitmen kuat. Disiplin diri menjadi kunci keberhasilan Anda mendapatkan kondisi finansial yang lebih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komitmen setiap individu perlu ditingkatkan, jangan lari dari rencana awal," tegas Meliana.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6164112522455132154?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6164112522455132154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/mengamankan-keuangan-di-masa-krisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6164112522455132154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6164112522455132154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/mengamankan-keuangan-di-masa-krisis.html' title='Mengamankan Keuangan di Masa Krisis'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3008642953713432109</id><published>2010-11-09T19:29:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:29:19.343-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabung uang'/><title type='text'>Menabung? Tidak Sulit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menabung sudah diajarkan sejak taman kanak-kanan. Namun, ternyata tidak gampang dilakukan dalam masyarakat Indonesia. Itu sebabnya gerakan pencanangan menabung yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (20/2/2010), patut disambut dan didukung keberhasilannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masyarakat dan negara akan kuat dan mandiri serta bisa membangun dengan kemampuan dan kekuatan sendiri," ujar sosiolog Musni Umar di Jakarta, Minggu (21/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masyarakat dan negara mempunyai tabungan yang besar, menurut Musni, kemandirian bangsa akan bisa terwujud. Pasalnya, negara dapat memanfaatkan tabungan masyarakat untuk usaha produktif tanpa terganggu usaha produksinya, tanpa harus bergantung pada pinjaman luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung ini, menurut Musni, seharusnya bukan menjadi hal yang sulit bagi bangsa yang mempunyai berbagai kekayaan alam yang berlum dikelola secara baik sehingga eksploitasi dan penggunaannya belum benar-benar dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mengajak menabung di masyarakat, tidak ada jalan lain kecuali terus mengajak dan mencontohkan. Apalagi, ditambah dengan pendekatan bahwa menabung akan meringankan beban di usia tua," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3008642953713432109?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3008642953713432109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/menabung-tidak-sulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3008642953713432109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3008642953713432109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/menabung-tidak-sulit.html' title='Menabung? Tidak Sulit'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-9158797386305359585</id><published>2010-11-09T19:22:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:22:19.415-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja untuk minat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karier'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja untuk Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Bekerja untuk Uang atau Minat?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba kenali, untuk apa Anda bekerja? Apakah Anda sudah menjalani dream job dan begitu mencintai pekerjaan karenanya? Ataukah Anda sekadar bekerja untuk mendapatkan gaji tinggi dan kesuksesan karier meski tipe pekerjaan itu bukan impian Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti Teresa Amabile akan membantu Anda dengan memberikan kuis. Jawaban yang akan Anda berikan nantinya akan menunjukkan apa yang memotivasi Anda dalam menjalani pekerjaan. Apakah motivasi internal yang membuat Anda melakukan pekerjaan dengan perasaan senang, bahagia, passion, atau motivasi eksternal seperti gaji? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah jawab pertanyaan ini dengan dua pilihan Ya atau Tidak:&lt;br /&gt;* Apakah Anda akan merespons masalah dalam pekerjaan sebagai tantangan?&lt;br /&gt;* Apakah Anda cenderung berinisiatif untuk menantang diri sendiri untuk meningkatkan kinerja dalam karier dan pekerjaan saat ini?&lt;br /&gt;* Apakah Anda melihat kegagalan (dalam mengerjakan suatu proyek misalnya) sebagai sebuah pengalaman baru yang membuat Anda tetap bersemangat dan tak lantas terpuruk?&lt;br /&gt;* Anda merasa meragu apakah prestasi atau pencapaian Anda dalam bekerja akan mendapat pengakuan?&lt;br /&gt;* Apakah Anda merasa lebih banyak bersantai daripada bekerja?&lt;br /&gt;* Apakah Anda berani memunculkan ide tanpa memedulikan apa kata orang lain tentang ide tersebut atau persepsi orang lain terhadap Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan jawaban Anda. Jika kebanyakan jawabannya adalah "Ya", kecenderungannya Anda termotivasi dengan faktor internal dalam bekerja. Ini pertanda positif. Namun, jika kebanyakan jawabannya adalah "Tidak", pertimbangkan kembali karier dan pekerjaan Anda. Bisa jadi sudah waktunya mencari karier lain yang lebih membahagiakan Anda, atau setidaknya, Anda perlu menganalisis kembali motivasi diri Anda.&lt;/div&gt;komas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-9158797386305359585?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/9158797386305359585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/bekerja-untuk-uang-atau-minat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/9158797386305359585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/9158797386305359585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/bekerja-untuk-uang-atau-minat.html' title='Bekerja untuk Uang atau Minat?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7650810165569308451</id><published>2010-11-09T19:20:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:20:29.272-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengatur gaji'/><title type='text'>Hidup dari Satu Gaji, Bagaimana Triknya?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin berkonsentrasi mengasuh anak. Anda tak ingin kehilangan momen ketika anak melakukan pencapaian-pencapaiannya, dari satu langkah ke langkah yang lain. Sebuah keputusan yang mulia yang tidak semua perempuan berani melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang, berhenti bekerja berarti sekarang keluarga kecil Anda mengandalkan satu penghasilan saja, yaitu penghasilan suami. Kenyataan ini memaksa Anda dan suami untuk bertanya jujur pada diri sendiri: sanggupkah Anda mengurangi pengeluaran dan menurunkan gaya hidup Anda selama ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang telah memiliki usaha sampingan, atau suami yang penghasilannya lebih dari cukup, tentu tak masalah. Bagaimana dengan keluarga yang masih mengandalkan gaji karyawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu Anda bisa menjalani kehidupan baru ini selama Anda melakukan perencanaan dan kesediaan untuk membuat pilihan-pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bicarakan dengan suami&lt;br /&gt;Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, tentu Anda harus membicarakannya dulu dengan suami. Rasa memiliki penghasilan bisa menjadi konflik khusus pada keluarga yang mengandalkan satu sumber penghasilan. Suami atau istri yang memiliki uang tersebut akan merasa lebih berhak membelanjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastikan untuk menyampaikan semua aspek dari keputusan ini supaya terjadi kesepakatan yang nyaman dan menguntungkan semua pihak," kata Judy Lawrence, konsultan keuangan di Albuquerque, NM, yang juga penulis buku The Budget Kit: The Common Cents Money Management Workbook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Petakan kebutuhan Anda dengan cermat&lt;br /&gt;Jangan membuat keputusan apa pun sebelum menyusun budget secara detail untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurut Lawrence, segera setelah menyadari kewajibannya, pasangan suami-istri bisa melihat daftar kebutuhan yang ada dan menentukan apa yang harus dikurangi. Misalnya, berlangganan dua majalah sebulan atau menggunting semua kartu kredit Anda untuk menghindari keinginan berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat menyusun budget untuk kehidupan sehari-hari, Anda juga perlu memasukkan pengeluaran ekstra untuk asuransi atau pengeluaran mendadak," demikian saran Ben Gilbert, perencana keuangan untuk Silver Oak Advisory Group di Portland, Oregon. Buat prioritas mengenai kebutuhan mana yang harus diutamakan, lalu evaluasi kembali pengeluaran tetap seperti tagihan telepon, tagihan internet, atau TV berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kurangi pengeluaran rutin yang besar &lt;br /&gt;Hanya mengurangi kebiasaan Anda membeli kopi di gerai kopi premium tidak akan mampu menebus hilangnya satu sumber penghasilan. Memotong pengeluaran Anda untuk perawatan rumah, mobil, atau kebutuhan bulanan lain akan lebih menyisakan ruang di dalam budget Anda. Hal ini tidak mudah memang. Oleh karena itu, Anda harus cermat melihat pengeluaran apa yang bisa dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuci mobil, misalnya, tak perlu lagi membawanya ke tempat snow wash. Suami bisa mencucinya sendiri di rumah. Untuk mengurangi ongkos bensin, Anda bisa menggunakan alat transportasi yang lebih hemat, seperti kereta api atau transjakarta. Anda juga bisa memanfaatkan apa yang ada untuk menambah penghasilan. Bila ada kamar kosong di rumah, misalnya, Anda bisa menyewakannya untuk kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selamat tinggal gaya hidup&lt;br /&gt;Ketika Anda dan suami sama-sama bekerja, bukankah Anda menjalankan gaya hidup berdasarkan dua penghasilan? Hal itu terasa lebih jika masing-masing dari Anda memiliki teman-teman, dan masing-masing punya kebutuhan untuk bersosialisasi. Tentu, ada pengeluaran ekstra untuk itu. "Saat Anda mengundurkan diri dari perusahaan, jangan berharap untuk memiliki semua kemewahan tersebut," saran Gilbert. Kecuali, tentunya, gaji suami mampu mengakomodasi semua kebutuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda bisa membicarakan hal ini dengan teman-teman Anda dan mengatakan bahwa sekarang Anda tidak bisa sering-sering makan di restoran atau melakukan kegiatan bersama karena memilih untuk hidup lebih hemat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan mengurangi terlalu banyak&lt;br /&gt;Anda memang harus berhemat, tetapi jangan terjebak menghilangkan tabungan jangka panjang. Menurut Gilbert, tabungan pensiun itu tidak langsung terlihat sehingga banyak pasangan yang terdorong untuk memotongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama berlaku untuk kebutuhan lainnya. Anda mungkin bertekad untuk memasak sendiri dengan hidangan utama dari sayur-sayuran. Bila hal ini bukan sesuatu yang Anda sukai, lama-kelamaan Anda akan bosan dan memutuskan untuk jajan di luar lagi. Penuhi kebutuhan Anda secukupnya. Sebaliknya, bila makan di luar itu menjadi cara untuk memperluas jejaring, tak ada salahnya Anda memotong pengeluaran yang lain lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memperbaiki cara menabung&lt;br /&gt;Meskipun Anda sudah memutuskan untuk berhenti bekerja, tidak berarti Anda tidak boleh mencari penghasilan dengan cara lain. Bahkan, bila Anda bisa membuka usaha kecil-kecilan, maka Anda bisa menggunakan penghasilan dari usaha tersebut untuk ditabung, investasi, dijadikan modal usaha, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang menggunakan satu penghasilan untuk berbagai kewajiban, seperti cicilan rumah, transportasi, atau makan sehari-hari," kata Lois Backon, Senior Vice President Families and Work Institute. Kemudian, mereka menggunakan penghasilan yang lain untuk hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lakukan uji coba&lt;br /&gt;Anda bisa melakukan latihan untuk mengelola kebutuhan sehari-hari hanya dari satu penghasilan. Lakukan hal ini sebelum Anda memutuskan resign untuk melihat bagaimana Anda dan suami mampu berhemat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gilbert menyarankan untuk mengatur transfer otomatis dari bank untuk menarik dana dalam jumlah tertentu sehingga sebagian penghasilan Anda akan berkurang selama beberapa bulan. Kemudian, sisihkan juga sebagian uang untuk tujuan lain, seperti menabung atau berlibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang ini, untuk memanjakan diri secara instan, ditambah lagi ada dorongan dari media untuk hidup konsumtif, kemampuan untuk menabung dan menyesuaikan gaya hidup (yang lebih sederhana) menjadi sangat berarti daripada yang Anda sadari," kata Lawrence.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7650810165569308451?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7650810165569308451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/hidup-dari-satu-gaji-bagaimana-triknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7650810165569308451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7650810165569308451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/hidup-dari-satu-gaji-bagaimana-triknya.html' title='Hidup dari Satu Gaji, Bagaimana Triknya?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3169078199290558979</id><published>2010-11-09T19:15:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:15:25.291-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengaturan uang belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang kebutuhan keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='unag'/><title type='text'>10 Jenis Keuangan yang Dibutuhkan Keluarga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak bisa disangkal, masalah keuangan kerapkali menjadi penyebab utama kehancuran hubungan. Dalam perselisihan yang terjadi dalam keluarga, uang acapkali menjadi pemicunya. Letak masalahnya, di antaranya karena minim komunikasi, dan tidak adanya perencanaan keuangan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barton Goldsmith, psikoterapis dan penulis Emotional Fitness for Intimacy, mengatakan masalah keuangan menjadi penyebab nomor satu perceraian. "Jika tidak menguasai bahasa kompromi, hubungan mudah sekali terganggu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa merencanakan keuangan dengan baik, Anda tentu perlu lebih dahulu membahas seputar keuangan bersama pasangan, orangtua, atau anak-anak. Apa saja yang perlu dipikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jurnal pengeluaran. &lt;br /&gt;Anda dan pasangan perlu membicarakan pengeluaran keuangan. Untuk apa uang Anda digunakan, ini isu utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Goldsmith, setiap pasangan wajib membicarakan isu ini, sekalipun Anda merasa keuangan baik-baik saja dan terkendali. Tujuan mengontrol keuangan secara rutin di antaranya agar Anda bisa menganalisa apakah perlu membuat perubahan prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menjalani kontrol keuangan semacam ini adalah dengan membuat jurnal pengeluaran personal dan rumah tangga. Anda dan pasangan perlu membuat jurnal ini masing-masing. Manfaatnya, di penghujung bulan Anda dan pasangan bisa mengevaluasi kondisi keuangan. Jurnal ini membantu Anda untuk tetap berada dalam kondisi keuangan yang stabil. Sekaligus juga bisa melihat, apakah perlu ada pengeluaran yang dikurangi atau menambah tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembagian tugas. &lt;br /&gt;Hidup berpasangan membutuhkann kompromi dan kerjasama. Termasuk dalam berbagi peran dalam hal keuangan. Konflik sangat bisa dihindari dengan adanya pembagian tugas yang jelas. Dengan begitu, Anda bisa menghindari situasi tak menyenangkan yang menjadi sumber perselisihan. Seperti, salah satu pihak merasa terbebani karena harus mengurus semua hal sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, buatlah daftar kewajiban yang terkait dengan kebutuhan rumah tangga. Mulai membeli gas untuk memasak hingga tagihan listrik. Berbagilah peran siapa membayar apa. Untuk menjalani tugas ini, lakukan rapat bulanan. Ketika berbicara soal uang, Anda tak bisa menyepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dana pensiun. &lt;br /&gt;Anda dan pasangan boleh jadi sudah terpikir memiliki atau bahkan sudah memiliki dana pensiun dari perusahaan. Namun sudahkah dana pensiun ini terencana dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan Anda berdua nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicarakan seputar dana pensiun ini bersama pasangan. Jika merasa perlu berinvestasi bersama untuk menyiapkan pensiun, cari solusi bersama. Kalau memang perlu bantuan perencanaan keuangan, mulailah mencari jasa perencana keuangan yang Anda sepakati bersama pasangan. Kondisi ekonomi tak menentu mengharuskan Anda dan pasangan bersiap atas segala situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdiskusi dengan perencana keuangan memberikan keuntungan lain, karena bisa memberikan saran yang lebih obyektif,' jelas Goldsmith.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rencana investasi. &lt;br /&gt;Ragam pilihan investasi boleh jadi menggiurkan bagi Anda dan pasangan, terkait dengan perencanaan keuangan yang lebih optimal untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang tepat membicarakan investasi adalah saat akhir tahun, kata Goldsmith. Pada waktu inilah seseorang biasanya mengevaluasi kembali kondisi keuangan mereka. Untuk memilih investasi, pastikan Anda dan pasangan sudah dilengkapi dengan berbagai informasi yang tepat. Dengan informasi yang tepat, Anda bisa menakar risiko investasi dan kemampuan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyatukan pandangan seputar investasi, Anda dan pasangan perlu memiliki perspektif yang sama. Bahwa apapun rencana keuangan yang akan dibuat atau dijalankan, keberlangsungan hubungan di atas segalanya. Jadi pastikan, Anda dan pasangan sepenuhnya mengedepankan hubungan atas segala perbedaan pendapat atau kekhawatiran berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membeli gadget untuk anak. &lt;br /&gt;Teknologi semakin canggih. Semakin banyak produk ditawarkan dan menggiurkan, bahkan untuk anak-anak. Ponsel, iPad, dan lainnya, seakan menjadi kebutuhan premier dan bukan tersier lagi. Sebagai orangtua Anda perlu membicarakan sifat konsumtif kepada anak-anak. Belanja barang seperti ini tentunya menyangkut keuangan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak mengenai prioritas kebutuhan. Apa yang penting dan tidak untuk dimiliki mereka. Dengan begitu anak bisa memilah kebutuhannya. &lt;br /&gt;Bersikaplah terbuka, karena anak juga perlu memahami kondisi keuangan orangtuanya. Berikan salinan anggaran rumah tangga kepada anak. Anak belajar tentang manajemen keuangan dari cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kartu kredit untuk anak. &lt;br /&gt;Anak di bawah 18 tahun, saat duduk di bangku SMP atau SMA, boleh jadi membutuhkan kartu kredit. Namun jika merasa perlu memberikan kartu kredit kepada anak, ajarkan cara penggunaan yang bijak lebih dahulu. Pinjamkan saja kartu kredit Anda, lalu evaluasi seperti apa anak Anda menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jennifer Austin Leigh, PsyD, psikolog dan penasehat keluarga di Ney York, orangtua perlu memberikan pembatasan. Awali penggunaan kredit dengan limit kecil. Jika anak mampu mempertanggungjawabkannya, tambahkan lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika orangtua memberikan limit kredit tinggi sejak awal, Anda tengah mengajarkan kegagalan kepada anak," tegas Leigh. Berikan pemahaman lengkap seputar kartu kredit, dari cara penggunaan, tanggung jawab, dan risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Biaya pendidikan anak. &lt;br /&gt;Anda dan pasangan perlu membicarakan biaya pendidikan sejak anak dilahirkan, kata Kalman A. Chany, pendiri Campus Consultants. Mulailah menabung atau pertimbangkan sejumlah perencanaan keuangan yang terkait dengan biaya pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awalnya, lakukan investasi. Pilihlah jenis investasi yang paling nyaman dan sesuai kemampuan Anda. Jika merasa tak yakin dengan keputusan berdua bersama pasangan, carilah perencana keuangan untuk membantu Anda membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libatkan juga anak ketika akan membicarakan biaya kuliah. Menjelang kuliah, anak sudah lebih bisa memahami kondisi keuangan orangtuanya. Ajak anak bicara tentang kondisi keuangan keluarga, dan diskusikan pilihan universitas berikut biaya yang dibutuhkan. Pembicaraan yang terbuka seperti ini penting dilakukan orangtua bersama anak, agar tercipta kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Membantu keuangan orangtua. &lt;br /&gt;Orangtua Anda boleh jadi sudah menyiapkan dana pensiun, namun apakah sudah mencukupi kebutuhannya di usia senja? Tak sedikit anak, meski sudah berkeluarga, tetap memberikan kontribusi keuangan kepada orangtuanya. Riset dari Pew Research Center di Washington DC menunjukkan 30 persen anak saat dewasa berkontribusi atas keuangan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak, Anda bisa membicarakan kontribusi keuangan untuk orangtua bersama saudara sekandung lainnya. Umumnya orangtua tak ingin merepotkan anaknya dan enggan membicarakan kesulitan keuangannya. Sebaiknya minta saudara tertua untuk menyampaikan rencana keuangan keluarga untuk membantu orangtua. Jika Anda sudah menikah, kontribusi keuangan untuk orangtua juga perlu disepakati bersama pasangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Asuransi kesehatan untuk orangtua. &lt;br /&gt;Jangan menunggu hingga orangtua berusia 50-60 tahun, baru Anda mempertimbangkan untuk membuat asuransi kesehatan untuk mereka. Siapkan asuransi kesehatan bagi orangtua secepat mungkin, supaya Anda tidak merasa keberatan bila suatu saat orangtua sakit berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak informasi yang tepat sebelum memilih produk asuransi kesehatan jangka panjang. Berikan pengertian kepada orangtua mengenai manfaat asuransi ini. Karena belum tentu mereka merasa perlu membeli produk asuransi, atau karena tak ingin merepotkan anaknya. Berikan contoh kasus keluarga atau teman yang kesulitan membayar biaya kesehatan tanpa asuransi. Lalu ajak orangtua Anda bicara mengenai pilihan produk asuransi yang sudah Anda cari tahu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wali keuangan. &lt;br /&gt;Dalam keadaan darurat, siapa yang bisa Anda percaya untuk mengurus keuangan Anda? Begitupun dengan orangtua Anda. Saat usianya semakin menua, kepada siapa keputusan keuangan akan diserahkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicarakan kepada orangtua Anda tentang wali keuangan keluarga ini. Jika merasa lebih adil dengan menyewa pengacara, buatlah kesepakatan keluarga. Atau jika merasa nyaman dengan keluarga, tunjuklah orang yang paling dipercaya untuk mengelola keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan ini bukan soal warisan. Namun, lebih kepada persiapan pengelolaan keuangan keluarga yang lebih terkendali. Dengan dibicarakan sejak awal, Anda dan keluarga berjalan di atas kesepakatan bersama seputar keuangan keluarga, dengan lebih nyaman dan terencana.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3169078199290558979?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3169078199290558979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/10-jenis-keuangan-yang-dibutuhkan_09.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3169078199290558979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3169078199290558979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/10-jenis-keuangan-yang-dibutuhkan_09.html' title='10 Jenis Keuangan yang Dibutuhkan Keluarga'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7038419503415988458</id><published>2010-11-09T19:13:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:13:10.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cermat mengelola uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips mengelola uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah keuangan'/><title type='text'>7 Tanda Anda Punya Masalah Keuangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah keuangan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda yang cermat mengelola keuangan. Parahnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki masalah keuangan. Mereka baru tersadar pengeluaran mereka lebih besar daripada pendapatan ketika masalah besar sudah menghadang di depan mata. Tabungan tak ada, padahal anak harus membayar biaya masuk ke SMP, atau suami kehilangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang saat ini merasa tidak punya masalah dengan keuangan, jangan langsung ge-er. Bila Anda menemukan dua saja dari ciri-ciri di bawah ini, artinya Anda sebenarnya sudah bermasalah dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda mendahulukan uang daripada kesehatan, cinta, keluarga, dan persahabatan. Hanya demi mengejar uang, Anda membatalkan rencana liburan bersama anak, atau menemani orangtua yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda membeli barang-barang mewah hanya agar dikagumi orang lain. Si ABG Anda mungkin akan merengek minta dibelikan gadget terbaru seperti yang dimiliki teman-temannya. Wajar bila ini terjadi padanya, karena di masa remaja ia butuh diterima oleh teman-teman sebayanya. Tetapi bila Anda yang membeli barang-barang mahal agar keberadaan Anda diakui oleh orang lain, Anda betul-betul dalam bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda tidak tahan untuk menyimpan uang, sehingga Anda menghabiskan sisa uang gaji Anda pada akhir bulan. Kebiasaan menghabiskan uang tanpa punya tabungan seperti ini akan terus terbawa, meskipun gaji Anda telah naik berkali-kali lipat. Ketika gaji semakin naik, gaya hidup semakin naik, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda merasa bersalah ketika membelanjakan uang bila ada keperluan mendesak. Hal ini kebalikan dari situasi di atas: Anda merasa sayang menggunakan uang untuk sesuatu yang tidak berkaitan langsung untuk kepentingan Anda. Misalnya, membuat pergola untuk menghindari terpaan panas dan hujan pada kendaraan Anda di rumah, atau menghabiskan banyak uang untuk uang masuk ke sekolah anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda percaya bahwa uang bisa memecahkan segala masalah. Uang memang bisa menyelesaikan masalah, tetapi tidak semuanya. Banyak orang kaya yang mampu berobat di luar negeri, tetapi uang tidak bisa memberikannya kesehatan. Menyekolahkan anak di sekolah-sekolah yang menetapkan biaya masuk hingga puluhan juta rupiah, misalnya, mampukah membuat anak menjadi orang yang berempati dengan lingkungan sekitarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda bisa mengatakan kepada orang lain, berapa banyak uang yang Anda bawa di dalam dompet. Kemungkinannya ada dua: Anda membawa terlalu banyak uang (untuk berjaga-jaga jika nanti saat mampir ke mal ada barang bagus yang bisa dibeli), atau terlalu sedikit uang yang tersisa hingga tinggal recehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda selalu menawarkan untuk membayar bill saat bersantap di restoran atau hangout di kelab malam bersama teman-teman. Bukan karena Anda sedang berulang tahun dan ingin mentraktir mereka, tetapi supaya mereka mengira Anda punya banyak uang. Padahal, Anda sering tekor di akhir bulan.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7038419503415988458?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7038419503415988458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/7-tanda-anda-punya-masalah-keuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7038419503415988458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7038419503415988458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/7-tanda-anda-punya-masalah-keuangan.html' title='7 Tanda Anda Punya Masalah Keuangan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-68856884014362895</id><published>2010-11-09T19:09:00.001-08:00</published><updated>2010-11-09T19:09:47.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='butuh uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keperluan keluarga'/><title type='text'>10 Jenis Keuangan yang Dibutuhkan Keluarga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak bisa disangkal, masalah keuangan kerapkali menjadi penyebab utama kehancuran hubungan. Dalam perselisihan yang terjadi dalam keluarga, uang acapkali menjadi pemicunya. Letak masalahnya, di antaranya karena minim komunikasi, dan tidak adanya perencanaan keuangan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barton Goldsmith, psikoterapis dan penulis Emotional Fitness for Intimacy, mengatakan masalah keuangan menjadi penyebab nomor satu perceraian. "Jika tidak menguasai bahasa kompromi, hubungan mudah sekali terganggu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa merencanakan keuangan dengan baik, Anda tentu perlu lebih dahulu membahas seputar keuangan bersama pasangan, orangtua, atau anak-anak. Apa saja yang perlu dipikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jurnal pengeluaran. &lt;br /&gt;Anda dan pasangan perlu membicarakan pengeluaran keuangan. Untuk apa uang Anda digunakan, ini isu utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Goldsmith, setiap pasangan wajib membicarakan isu ini, sekalipun Anda merasa keuangan baik-baik saja dan terkendali. Tujuan mengontrol keuangan secara rutin di antaranya agar Anda bisa menganalisa apakah perlu membuat perubahan prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menjalani kontrol keuangan semacam ini adalah dengan membuat jurnal pengeluaran personal dan rumah tangga. Anda dan pasangan perlu membuat jurnal ini masing-masing. Manfaatnya, di penghujung bulan Anda dan pasangan bisa mengevaluasi kondisi keuangan. Jurnal ini membantu Anda untuk tetap berada dalam kondisi keuangan yang stabil. Sekaligus juga bisa melihat, apakah perlu ada pengeluaran yang dikurangi atau menambah tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembagian tugas. &lt;br /&gt;Hidup berpasangan membutuhkann kompromi dan kerjasama. Termasuk dalam berbagi peran dalam hal keuangan. Konflik sangat bisa dihindari dengan adanya pembagian tugas yang jelas. Dengan begitu, Anda bisa menghindari situasi tak menyenangkan yang menjadi sumber perselisihan. Seperti, salah satu pihak merasa terbebani karena harus mengurus semua hal sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, buatlah daftar kewajiban yang terkait dengan kebutuhan rumah tangga. Mulai membeli gas untuk memasak hingga tagihan listrik. Berbagilah peran siapa membayar apa. Untuk menjalani tugas ini, lakukan rapat bulanan. Ketika berbicara soal uang, Anda tak bisa menyepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dana pensiun. &lt;br /&gt;Anda dan pasangan boleh jadi sudah terpikir memiliki atau bahkan sudah memiliki dana pensiun dari perusahaan. Namun sudahkah dana pensiun ini terencana dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan Anda berdua nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicarakan seputar dana pensiun ini bersama pasangan. Jika merasa perlu berinvestasi bersama untuk menyiapkan pensiun, cari solusi bersama. Kalau memang perlu bantuan perencanaan keuangan, mulailah mencari jasa perencana keuangan yang Anda sepakati bersama pasangan. Kondisi ekonomi tak menentu mengharuskan Anda dan pasangan bersiap atas segala situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdiskusi dengan perencana keuangan memberikan keuntungan lain, karena bisa memberikan saran yang lebih obyektif,' jelas Goldsmith.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rencana investasi. &lt;br /&gt;Ragam pilihan investasi boleh jadi menggiurkan bagi Anda dan pasangan, terkait dengan perencanaan keuangan yang lebih optimal untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang tepat membicarakan investasi adalah saat akhir tahun, kata Goldsmith. Pada waktu inilah seseorang biasanya mengevaluasi kembali kondisi keuangan mereka. Untuk memilih investasi, pastikan Anda dan pasangan sudah dilengkapi dengan berbagai informasi yang tepat. Dengan informasi yang tepat, Anda bisa menakar risiko investasi dan kemampuan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyatukan pandangan seputar investasi, Anda dan pasangan perlu memiliki perspektif yang sama. Bahwa apapun rencana keuangan yang akan dibuat atau dijalankan, keberlangsungan hubungan di atas segalanya. Jadi pastikan, Anda dan pasangan sepenuhnya mengedepankan hubungan atas segala perbedaan pendapat atau kekhawatiran berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membeli gadget untuk anak. &lt;br /&gt;Teknologi semakin canggih. Semakin banyak produk ditawarkan dan menggiurkan, bahkan untuk anak-anak. Ponsel, iPad, dan lainnya, seakan menjadi kebutuhan premier dan bukan tersier lagi. Sebagai orangtua Anda perlu membicarakan sifat konsumtif kepada anak-anak. Belanja barang seperti ini tentunya menyangkut keuangan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak mengenai prioritas kebutuhan. Apa yang penting dan tidak untuk dimiliki mereka. Dengan begitu anak bisa memilah kebutuhannya. &lt;br /&gt;Bersikaplah terbuka, karena anak juga perlu memahami kondisi keuangan orangtuanya. Berikan salinan anggaran rumah tangga kepada anak. Anak belajar tentang manajemen keuangan dari cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kartu kredit untuk anak. &lt;br /&gt;Anak di bawah 18 tahun, saat duduk di bangku SMP atau SMA, boleh jadi membutuhkan kartu kredit. Namun jika merasa perlu memberikan kartu kredit kepada anak, ajarkan cara penggunaan yang bijak lebih dahulu. Pinjamkan saja kartu kredit Anda, lalu evaluasi seperti apa anak Anda menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jennifer Austin Leigh, PsyD, psikolog dan penasehat keluarga di Ney York, orangtua perlu memberikan pembatasan. Awali penggunaan kredit dengan limit kecil. Jika anak mampu mempertanggungjawabkannya, tambahkan lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika orangtua memberikan limit kredit tinggi sejak awal, Anda tengah mengajarkan kegagalan kepada anak," tegas Leigh. Berikan pemahaman lengkap seputar kartu kredit, dari cara penggunaan, tanggung jawab, dan risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Biaya pendidikan anak. &lt;br /&gt;Anda dan pasangan perlu membicarakan biaya pendidikan sejak anak dilahirkan, kata Kalman A. Chany, pendiri Campus Consultants. Mulailah menabung atau pertimbangkan sejumlah perencanaan keuangan yang terkait dengan biaya pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awalnya, lakukan investasi. Pilihlah jenis investasi yang paling nyaman dan sesuai kemampuan Anda. Jika merasa tak yakin dengan keputusan berdua bersama pasangan, carilah perencana keuangan untuk membantu Anda membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libatkan juga anak ketika akan membicarakan biaya kuliah. Menjelang kuliah, anak sudah lebih bisa memahami kondisi keuangan orangtuanya. Ajak anak bicara tentang kondisi keuangan keluarga, dan diskusikan pilihan universitas berikut biaya yang dibutuhkan. Pembicaraan yang terbuka seperti ini penting dilakukan orangtua bersama anak, agar tercipta kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Membantu keuangan orangtua. &lt;br /&gt;Orangtua Anda boleh jadi sudah menyiapkan dana pensiun, namun apakah sudah mencukupi kebutuhannya di usia senja? Tak sedikit anak, meski sudah berkeluarga, tetap memberikan kontribusi keuangan kepada orangtuanya. Riset dari Pew Research Center di Washington DC menunjukkan 30 persen anak saat dewasa berkontribusi atas keuangan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak, Anda bisa membicarakan kontribusi keuangan untuk orangtua bersama saudara sekandung lainnya. Umumnya orangtua tak ingin merepotkan anaknya dan enggan membicarakan kesulitan keuangannya. Sebaiknya minta saudara tertua untuk menyampaikan rencana keuangan keluarga untuk membantu orangtua. Jika Anda sudah menikah, kontribusi keuangan untuk orangtua juga perlu disepakati bersama pasangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Asuransi kesehatan untuk orangtua. &lt;br /&gt;Jangan menunggu hingga orangtua berusia 50-60 tahun, baru Anda mempertimbangkan untuk membuat asuransi kesehatan untuk mereka. Siapkan asuransi kesehatan bagi orangtua secepat mungkin, supaya Anda tidak merasa keberatan bila suatu saat orangtua sakit berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak informasi yang tepat sebelum memilih produk asuransi kesehatan jangka panjang. Berikan pengertian kepada orangtua mengenai manfaat asuransi ini. Karena belum tentu mereka merasa perlu membeli produk asuransi, atau karena tak ingin merepotkan anaknya. Berikan contoh kasus keluarga atau teman yang kesulitan membayar biaya kesehatan tanpa asuransi. Lalu ajak orangtua Anda bicara mengenai pilihan produk asuransi yang sudah Anda cari tahu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wali keuangan. &lt;br /&gt;Dalam keadaan darurat, siapa yang bisa Anda percaya untuk mengurus keuangan Anda? Begitupun dengan orangtua Anda. Saat usianya semakin menua, kepada siapa keputusan keuangan akan diserahkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicarakan kepada orangtua Anda tentang wali keuangan keluarga ini. Jika merasa lebih adil dengan menyewa pengacara, buatlah kesepakatan keluarga. Atau jika merasa nyaman dengan keluarga, tunjuklah orang yang paling dipercaya untuk mengelola keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan ini bukan soal warisan. Namun, lebih kepada persiapan pengelolaan keuangan keluarga yang lebih terkendali. Dengan dibicarakan sejak awal, Anda dan keluarga berjalan di atas kesepakatan bersama seputar keuangan keluarga, dengan lebih nyaman dan terencana.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-68856884014362895?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/68856884014362895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/10-jenis-keuangan-yang-dibutuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/68856884014362895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/68856884014362895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/10-jenis-keuangan-yang-dibutuhkan.html' title='10 Jenis Keuangan yang Dibutuhkan Keluarga'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3060881766573703597</id><published>2010-11-06T07:07:00.001-07:00</published><updated>2010-11-06T07:07:43.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerdik berbelanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips berbelanja'/><title type='text'>Tips Hemat Cerdik Berbelanja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan belanja di akhir pekan ketika supermarket ramai. Belanja lebih awal sehingga anda mempunyai waktu untuk membandingkan harga. Semakin jarang anda ke toko, semakin kecil godaan membeli barang-barang yang tidak benar-benar anda perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggalkan rumah, periksa lemari dan kulkas untuk memeriksa barang-barang yang masih ada. Sehingga anda tidak mengeluarkan uang untuk membelinya. Buat rencana menu. Tulis daftar belanja dan tentukan jumlah uang yang akan dibelanjakan. Pastikan untuk menaati barang yang tercantum dalam daftar. Tinggalkan kartu kredit di rumah. Menggunakan uang tunai bisa memberi anda kemauan untuk mengendalikan anggaran. Isi kereta belanja dengan kebutuhan-kebutuhan yang penting dulu seperti susu, telur, dan lain-lain.Belanja sendiri, selain lebih cepat, kurang stress, juga lebih hemat dibanding jika ajak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari membeli barang di dekat kasir. Belanja di supermarket besar ketimbang toko 24 jam yang lebih kecil atau toko di tempat pengisian bahan bakar. Belanja di satu tempat untuk menghemat uang transport.&lt;/div&gt;sumber : id.shvoong.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3060881766573703597?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3060881766573703597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/tips-hemat-cerdik-berbelanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3060881766573703597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3060881766573703597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/tips-hemat-cerdik-berbelanja.html' title='Tips Hemat Cerdik Berbelanja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7153436234198649499</id><published>2010-11-06T06:40:00.001-07:00</published><updated>2010-11-06T06:40:38.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat penggunaan laptop'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat penggunaan listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat penggunaan kompuer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat penggunaan pc'/><title type='text'>10 Tips Hemat Energi Pada PC Dan Laptop</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Di bawah ini adalah sepuluh tips yang dapat Anda gunakan untuk menghemat pemakaian energi pada pc dan laptop: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atur pencahayaan dan kontras monitor&lt;br /&gt;Mungkin bagi orang yang awam atau pemula dalam menggunakan komputer, mereka jarang sekali memperhatikan pengaturan monitor mereka. Yang dimaksud dalam hal ini adalah tingkat pencahayaan dan kontras yang diatur terlalu tinggi akan bisa menghabiskan banyak energi. Maka untuk itu anda harus bisa mengatur pencahayaan dan kontras tersebut, untuk mengatur pencahayaan dan kontras monitor tersebut gunakan tombol yang berada di bawah monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Matikan monitor&lt;br /&gt;Tips yang ke-dua adalah dengan mematikan monitor, terutama monitor yang jenisnya adalah jenis CRT (Cathode Ray Tubel), karena monitor jenis tersebut lebih banyak mengkonsumsi tenaga listrik. Jadi, jika anda ingin meninggalkan PC tersebut dalam waktu yang lama, sebaiknya matikan monitor anda.&lt;br /&gt;Anda juga dapat menyetting Windows agar secara otomatis langsung mati dalam beberapa waktu tertentu, itu bisa dilakukan dengan cara, klik “Control Panel-Options”. Dalam “Power Options Properties” klik tab “Power Schemes”. Lalu klik tanda panah di bagian “Power Schemes” lalu pilih “Home/Office desk”. Lalu pilih waktu yang diinginkan pada “Turn Off Monitor” dan klik “Apply” dan “OK”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Matikan Hard disk&lt;br /&gt;Meskipun kita tidak sedang melakukan apa pun pada komputer kita, tapi data anda akan selalu dibaca dari hard disk (oleh sistem operasi dan beberapa aplikasi). Karena alasan ini, hard disk hard disk akan terus menerus berputar dan tentu saja ini akan menghabiskan energi. Jika anda ingin meninggalkan PC anda dalam waktu yang lama, maka sebaiknya matikan hard disk PC anda. Pada “Power Options Properties” lalu klik tab “Power Schmes”. Klik tanda panah di bagian “Power Schemes” dan pilih “Home/Off desk”. Kemudian klik “Turn off hard disk” dan pilih waktunya. Lalu klik “Apply” dan “Ok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Matikan peralatan lainnya&lt;br /&gt;Matikanlah peralatan lainnya seperti, speaker, modem eksternal, scanner, Zip drive dan printer. Karena peralatan itu sangat menghabiskan banyak energi. Seringkali orang meninggalkan peralatan tersebut dalam keadaan aktif, bahkan saat kita sedang keluar dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mode Hibernate&lt;br /&gt;Mode hibernate ini adalah fasilitas untuk melakukan shut down, tapi tidak menutup atau mematikan aplikasi yang sedang kita buka tadi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara Mode “Hibernate”. Dengan mode ini, isi memory utama (RAM) akan tersimpan dalam hard disk. Cara melakukan mode hibernate adalah sebagai berikut, pada “Power Options” kliklah tab “Hibernate”. Lalu klik kotak dekat “Enable Hibernation”. Klik juga pada tab “Advanced”. Dalam bagian “When I Press the power button” lalu klik tanda panahnya kemudian klik “Hibernate”. Klik “Apply” dan “Ok”. Setelah itu tekan tombol “Power” pada komputer anda. Mode hibernate sudah berfungsi, tekan tombol “Power” sekali lagi, komputer anda akan menyala dan akan otomatis membuka aplikasi yang telah anda buka tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mode Standby&lt;br /&gt;Agar bisa menghemat energi, sebaiknya pengaturan monitor dan hard disk berada di bagian yang paling rendah pada mode standby. Jika anda ingin meninggalkan PC sebentar, sebaiknya aktifkan mode standby. Namun yang harus anda ketahui adalah, saat mode standby aktif data-data yang belum anda simpan dapat rusak atau hilang kalau PC anda mengalami kerusakan. Sebaiknya simpan dahulu data atau dokumen anda sebelum anda mengaktifkan mode standby ini. Mode standby dapat dilakukan dengan cara, klik “Start-Turn Off computer” lalu klik “Stanby”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gunakanlah UPS&lt;br /&gt;Gunakanlah selalu alat UPS, karena alat ini bisa membantu penyelamatan data atau shut down saat terjadi mati listrik. Untuk mengatur peralatan UPS dan mengkonfigurasikan alat tersebut “Power Option Properties” lalu pilih tab UPS. Bagian status dalam tab UPS menampilkan perkiraan jumlah menit yang dapat didukung UPS terhadap PC anda. Sebenarnya banyak cara untuk mengkonfigurasikan UPS, namun hal ini tergantung dari model dan kapasitas UPS yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Baterai Laptop&lt;br /&gt;Jika anda men-charge baterai laptop, pastikan proses charge-nya selesai. Karena proses charge yang dilakukan setengah-setengah lalu dilanjutkan kembali, itu malah akan menghabiskan banyak energi. Jika anda ingin berpergian, sebaiknya bawa selalu baterai tambaha. Untuk menghemat pemakaian baterai. Anda bisa memanfaatkan feature Hibernate/Suspended atau gunakan soket listrik yang dihubungkan ke stopkontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Port USB&lt;br /&gt;Jika saat anda menggunaka laptop dan saat itu anda memasukkan salah satu ke port USB di laptop, sebaiknya kalau sudah selesai langsung dilepaskan saja. Karena peralatan yang masih tertancap di port USB, itu juga dapat menghabiskan tenaga pada PC atau laptop anda. Sebaiknya lepaskan alat tersebut bila pemakainnya dirasa sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Skema Pemakaian Energi Laptop&lt;br /&gt;Biasanya produsen-produsen laptop juga menyertakan feature dan software power management. Software ini sangat berguna sekali bagi para konsumen laptop, karena software ini mampu mengatur pemakaian baterai dan daya listrik yang sedang digunakan. Di software ini ada beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mengetahui beban hard disk dan energi lain yang sedang digunakan oleh laptop. Di antaranya mengetahui kecepatan prosessor atau pencahayaan monitor yang tepat untuk dapat menghemat baterai. Software ini sekaligus dapat menjadi pengawas bagi kita dalam menggunakan laptop.&lt;/div&gt;Sumber : klik-kanan.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7153436234198649499?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7153436234198649499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/10-tips-hemat-energi-pada-pc-dan-laptop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7153436234198649499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7153436234198649499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/11/10-tips-hemat-energi-pada-pc-dan-laptop.html' title='10 Tips Hemat Energi Pada PC Dan Laptop'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-129186976375894408</id><published>2010-10-22T22:32:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T22:32:02.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Keuangan perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Masalah Keuangan Banyak Dialami Kaum Perempuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peran perempuan yang semakin terbuka lebar, tidak lantas dibarengi dengan kultur yang mendukungnya. Jadi meski perempuan sudah sukses dengan kariernya, apalagi berpenghasilan besar, masalah keuangan lebih banyak dihadapi kaum hawa. Kultur dan peran yang melekat pada perempuan dengan peran gandanya, sebagai pekerja sekaligus ratunya rumah tangga, menjadi penyebab utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tom Martin Charles Ifle, Mentor Coach dan praktisi hipnoterapi mengungkapkan, dari sejumlah klien money coaching yang diterimanya, masalah keuangan lebih menjadi masalah utama kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak perempuan memiliki ambisi besar dan keinginan yang banyak. Namun tak selamanya bisa dipenuhi karena kendala kultur dan hambatan peran gandanya," papar Tom kepada Kompas Female di sela Money Coaching dari iCOACH, Jumat (9/7/2010) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan cenderung tak memiliki kuasa (powerless) atas dirinya, meski kesempatan terbuka luas untuk dirinya, bahkan untuk  menambah penghasilan. Menurut Tom, faktornya bisa karena minimnya kepercayaan diri, atau ketidakpuasan dengan kondisi yang dialaminya. Perempuan menjadi tak berdaya menghadapi masalah, termasuk masalah keuangan, juga karena sulit terbuka. Kembali lagi hambatan kultur dan peran yang diasumsikan membuat perempuan tak bisa terlalu terbuka atau selogis lelaki, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masalah seperti ini terjadi pada pasangan suami-istri, kata Tom, sebaiknya harus dibicarakan dengan komunikasi terbuka. Dengan lebih mengenali karakter pasangan, pasutri bisa menyelesaikan masalah keuangan dalam rumah tangganya.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-129186976375894408?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/129186976375894408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/masalah-keuangan-banyak-dialami-kaum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/129186976375894408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/129186976375894408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/masalah-keuangan-banyak-dialami-kaum.html' title='Masalah Keuangan Banyak Dialami Kaum Perempuan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4710095259707558368</id><published>2010-10-22T22:17:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T22:17:47.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang untuk anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hema'/><title type='text'>Membuat Uang "Bekerja" untuk Anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan hal yang keliru kalau ada yang beranggapan bahwa besarnya penghasilan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya kekayaan. Seseorang yang penghasilannya di atas Rp 10 juta sebulan, misalnya, bisa saja kehidupan keuangannya lebih ”susah” ketimbang karyawan yang penghasilannya sebesar Rp 5 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa begitu? Bisa saja. Sebab, berapa pun kecilnya penghasilan, sepanjang pengeluaran lebih rendah ketimbang pemasukan, berarti memiliki cash flow positif yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, berapa pun besarnya penghasilan, jika pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan, posisi keuangan akan defisit. Itu berarti sebagian kebutuhan akan dibiayai oleh utang. Dus, tidak ada sumber dana yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan aset. Yang ada adalah penurunan kekayaan secara bertahap karena aset akan dipergunakan untuk pembayaran utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tingkat kekayaan seseorang sebenarnya tidak diukur dari besarnya penghasilan, melainkan lebih bergantung pada karakter pengelolaan penghasilan. Singkatnya, berapa pun kecilnya penghasilan, tetap dimungkinkan menjadi kaya jika mau dan mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu inovasi keuangan? Sederhananya adalah melakukan hal yang berbeda dalam pengelolaan keuangan. Misal, jika orang kebanyakan menggunakan kartu kredit untuk berutang, dalam koridor inovasi keuangan, penggunaan kartu kredit adalah untuk memanfaatkan tenggang pembayaran sehingga Anda bisa menggunakan dana pihak lain, dalam kurun waktu tertentu tanpa biaya apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Anda berbelanja pada hari ini dan kemudian melunasinya sebelum jatuh tempo, berarti Anda bisa mendapatkan tambahan cash flow dalam kurun waktu tersebut, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, jika Anda bisa membeli barang dengan harga ”X”, misalnya, lalu menjualnya kembali dengan harga ”X” plus keuntungan, Anda telah berbisnis tanpa modal dan bahkan memperoleh untung. Dengan kata lain, utang yang digunakan untuk kegiatan produktif merupakan salah satu inovasi keuangan. Apalagi jika utang itu sendiri diperoleh tanpa biaya apa pun, seperti penggunaan kartu kredit di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika utang itu menimbulkan biaya bunga? Tidak masalah. Sepanjang biaya bunga masih lebih rendah dibandingkan keuntungan yang diperoleh, tetap saja Anda tergolong kalangan yang inovatif. Jadi, ringkasnya, menumbuhkembangkan aset bisa dilakukan tanpa modal. Modal itu diperoleh dari utang. Lalu dipergunakan untuk berbisnis. Dan hasil bisnis tersebut mampu memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan biaya utang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset produktif&lt;br /&gt;Contoh inovasi keuangan lainnya adalah memiliki sebanyak mungkin aset produktif dibandingkan aset konsumtif. Pernahkah Anda melihat pedagang yang tinggal di sebuah ruko, di mana lantai paling bawah digunakan untuk berdagang, sementara lantai di atasnya digunakan sebagai tempat tinggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, tempat usaha dan rumah tinggal menjadi satu. Dengan kata lain, rumah tinggal si pedagang tersebut bukan sekadar rumah tinggal, tetapi telah menjadi aset produktif yang bisa menghasilkan uang, alias tempat berbisnis. Bagaimana dengan Anda? Boleh jadi Anda memilki rumah lebih dari satu. Dan rumah yang tidak Anda tinggali setiap bulan malah menguras kantong Anda karena mesti membayar biaya listrik dan biaya pemeliharaan lainnya. Malah kondisi rumah terus merosot karena faktor usia dan lain sebagainya. Konkretnya, beberapa rumah yang Anda miliki bukan saja tidak produktif, tetapi malah menjadi beban. Oleh karena itu, rumah tersebut mesti diproduktifkan, dalam arti memberikan penghasilan, misalnya disewakan kepada pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rumah, coba lihat lagi berbagai kekayaan yang Anda miliki. Cermati apakah aset tersebut sekadar sebagai aset konsumtif, atau alat menjaga gengsi belaka, atau memang tergolong produktif. Jika Anda memiliki perhiasan emas yang nilainya meningkat, perhiasan itu tergolong aset produktif yang bisa menambah kekayaan Anda. Begitu juga dengan lukisan yang nilainya bisa saja mengalami peningkatan. Ringkasnya, aset produktif adalah aset yang memiliki nilai investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi keuangan juga bisa dilakukan dengan cara pemilihan investasi yang tepat. Pengertian investasi yang tepat di sini adalah bagaimana menyuruh uang Anda ”bekerja” untuk Anda. Jadi, uang menghasilkan uang. Bagaimana caranya? Lakukan investasi aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi aktif adalah secara reguler memilih dan mengevaluasi investasi yang telah dilakukan. Di pasar modal, misalnya, sebagian kalangan membeli saham, lalu terus memegangnya dalam kurun waktu yang lama, dengan harapan memperoleh dividen dan capital gain. Ini memang tidak salah. Tetapi, dalam kurun waktu tersebut, bisa saja harga saham yang dipegang mengalami kemerosotan harga. Kalangan yang memegang saham tersebut boleh jadi tidak peduli atau malah menjualnya karena khawatir harga saham akan semakin merosot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seorang investor aktif tidak akan bersikap seperti itu. Ia malah akan membeli lagi saham dimaksud pada harga yang lebih rendah. Kenapa? Karena tujuan memegang saham dimaksud adalah untuk jangka panjang. Dan ketika harga saham merosot, dilakukan pembelian agar secara rata-rata biaya pembelian saham menjadi lebih murah. Contoh-contoh lain tentang investasi aktif telah banyak diulas dalam tulisan-tulisan terdahulu di kolom ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah inovasi keuangan dalam pengelolaan biaya. Pernahkah Anda mendengar istilah ”must have” vs ”nice to have”? Coba terapkan itu dalam perilaku pengeluaran biaya Anda. Berapa banyak Anda menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sekadar ”nice to have”? Boleh jadi, kalau ditotal seluruh pembelian Anda, terutama pengeluaran yang bersifat harian, akan lebih banyak yang tergolong ”nice to have”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bisa memotong biaya ”nice to have” 50 persen saja, akan sangat banyak tabungan yang Anda peroleh dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keuangan lain yang lebih produktif. Selamat mencoba.&lt;/div&gt;kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4710095259707558368?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4710095259707558368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/membuat-uang-bekerja-untuk-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4710095259707558368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4710095259707558368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/membuat-uang-bekerja-untuk-anda.html' title='Membuat Uang &quot;Bekerja&quot; untuk Anda'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2664948874852377653</id><published>2010-10-22T22:11:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T22:11:52.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kelola Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Tips Kelola Keuangan untuk Para Ibu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beban biaya semakin menggunung. Setiap beberapa periode waktu, kebutuhan akan uang terus datang. Pengaturan keuangan yang tepat amat penting untuk menjaga agar tidak ada kesalahan dan bisa terus menjaga kelangsungan ketersediaan dana hingga lanjut nanti. Berikut adalah hal-hal seputar keuangan yang seringkali terlupakan oleh para wanita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memusatkan keuangan pada biaya kuliah anak&lt;br /&gt;Para ahli keuangan sepakat, salah satu kesalahan pada pengaturan keuangan yang dilakukan pada ibu adalah lupa menyisihkan dana untuk masa tua untuk dana kuliah anak-anak. "Kebanyakan klien kami adalah orangtua yang sedang mengasuh anak-anak dengan usia belia. Biasanya, para orangtua ini tak memiliki cukup dana untuk disisihkan untuk dana di usia lanjut, tetapi terus memaksakan diri mengeluarkan uang yang banyak untuk biaya kuliah anak-anaknya," ujar Jen Smith, pemilik situs millionairemommynextdoor.com. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengalamannya, beban keuangan yang berat adalah saat kita harus menjaga orangtua yang tak berhasil menabung untuk dana pensiunannya sendiri. Ini adalah hal yang lebih menyusahkan ketimbang harus mencari biaya untuk biaya pendidikan sendiri. Cobalah melihat dari kacamata si anak. Jadi, bagi para orangtua, akan lebih bijaksana jika Anda bisa menyisihkan dana untuk mengurus diri sendiri di masa depan dan tidak membebankan biaya hidup Anda pada anak-anak. Ini bukan hal yang egois, ini adalah salah satu cara Anda mencintai si anak, karena Anda memikirkan kepentingannya juga. Anda tak tahu penyakit apa yang bisa menghinggapi Anda di masa depan, dan Anda akan butuh dana seberapa besar untuk bisa menjaga kehidupan Anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Suamiku yang mengurus keuangan..."&lt;br /&gt;Sudah saatnya para wanita untuk ikut terlibat dalam masalah pembayaran tagihan, tabungan, dan investasi. Setidaknya, cobalah untuk duduk bersama suami Anda sekali dalam sebulan untuk mengetahui dan mempelajari keadaan keuangan keluarga Anda. Monique Honaman, penulis The High Road Has Less Traffic mengatakan, banyak wanita tak mengerti mengenai situasi keuangan keluarganya, dan hal ini akan menempatkan dirinya pada posisi yang cukup rentan jika sesuatu terjadi pada pasangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalkan, terjadi hal-hal yang tak dipikirkan sejak awal, misal, terjadi perceraian, mereka harus mengetahui mengenai informasi semacam ini untuk melakukan keputusan bijaksana mengenai masa depan anak-anak mereka. Ini tak hanya relevan untuk pasangan yang akan bercerai. Tetapi untuk semua pasangan suami istri. Misalkan, ketika suami meninggal mendadak, ia perlu mengetahui keadaan keuangan untuk bisa berpikir dan berpijak pada kaki sendiri, bukan clueless dan mengkhawatirkan tentang keuangan," terangnya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berhemat dengan memberikan uang jajan&lt;br /&gt;Uang jajan ternyata bisa menghemat keuangan keluarga. Para ahli mengatakan, bahwa ini adalah hal yang baik untuk mengajarkan anak tentang uang, termasuk mengenai belajar menabung untuk mainan mahal yang mereka inginkan. Tentunya, Anda harus membatasi uang jajan sesuai kebutuhan mereka sehari-hari secukupnya. Hal ini disarankan oleh Karyn Hodgens, pendiri Kidnexions Kids' Personal Finance Educator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak sudah dibatasi dengan uang jajan, mereka akan memberikan kesempatan untuk anak memikirkan seberapa ingin dan perlunya mereka akan mainan yang mereka targetkan. Belajar berkata "tidak" kepada anak adalah hal yang tak mudah, namun tetap penting. Adalah tugas para orangtua untuk mendidik anak menjadi orang yang mandiri, termasuk menjaga keuangan mereka sendiri. Ketika Anda tidak memberikan uang jajan, Anda seringkali kehilangan jejak sudah berapa banyak yang Anda keluarkan untuk jajan si anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak teratur&lt;br /&gt;Rumah yang tak rapi tak hanya memengaruhi kesehatan dan kewarasan pikiran, tetapi juga akan menjadi masalah untuk keuangan Anda. "Saya pernah melihat anak-anak menggunakan menggunakan pakaian yang kekecilan dengan label harga masih menggelayut di bagian belakang, menggunakan buku cerita yang sama berulang-ulang, dan harus membuang mainan yang kehilangan salah satu bagiannya," jelas Lea Schneider, konsultan organisir, Organize Right Now LLC dan penulis buku Growing-Up Organized.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cobalah untuk mengorganisir pakaian per ukuran agar si anak benar-benar bisa mengenakan pakaian tersebut. Hanya beli pakaian ketika mereka butuh ukuran baru untuk aktivitas tertentu, bukan karena pakaian itu terlihat manis. Beli pakaian di lorong yang sedang didiskon, dan stok barang untuk ukuran yang lebih besar, sehingga bisa dikenakan cukup lama, rawatlah pakaian itu sebaik-baiknya. Organisir mainan dan buku, ajarkan anak-anak bagaimana menghargai barang-barang tersebut setiap kali usai digunakan. Ini penting, supaya barang-barang tersebut tidak cepat rusak, dan tak harus beli lagi, lagi, dan lagi," saran Lea. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda? Punya tips manjur lain untuk mengatur dan menjaga keuangan agar tidak terjebak dalam masalah keuangan di masa mendatang? Care to share?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2664948874852377653?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2664948874852377653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/tips-kelola-keuangan-untuk-para-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2664948874852377653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2664948874852377653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/tips-kelola-keuangan-untuk-para-ibu.html' title='Tips Kelola Keuangan untuk Para Ibu'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3363157547183613551</id><published>2010-10-22T22:09:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T22:09:10.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang Bikin Anda Bahagia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>5 Kebiasaan Keuangan yang Bikin Anda Bahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memiliki kontrol yang cukup besar atas uang yang Anda miliki boleh dibilang merupakan salah satu hal yang dapat membuat Anda bahagia. Ada beberapa kebiasaan spesifik yang dapat Anda coba untuk membuat uang berada di bawah kontrol Anda. Dengan perbedaan tersebut, Anda akan merasa lebih bahagia. Simak caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengelola keuangan&lt;br /&gt;Anda tidak perlu menyewa perencana keuangan profesional. Anda hanya perlu menerapkan beberapa program tabungan yang Anda pahami sehingga Anda dapat melakukannya dengan cepat dan tanpa kerumitan. Itu adalah kuncinya. Orang yang cukup terorganisasi dan bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan cepat umumnya lebih bahagia daripada mereka yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak membayar semua tagihan bersamaan&lt;br /&gt;Bayangkan bila Anda memiliki tagihan dua kartu kredit, PLN, PAM, ponsel, dan asuransi, dalam waktu bersamaan. Melihat sejumlah besar uang Anda raib dari saldo rekening di bank bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Jika masing-masing tagihan tersebut memiliki waktu jatuh tempo yang berbeda, kenapa tidak membayarnya langsung begitu tagihan diterima? Anda akan merasa segera terbebas dari kewajiban, dan terpakainya uang untuk membayar utang pun tidak begitu terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menabung lima persen&lt;br /&gt;Ada hubungan yang kuat antara tabungan dan kebahagiaan. Jika Anda dapat menabung sebanyak lima persen saja, Anda pasti akan merasa bahagia. Jumlah ini tidak besar, kok. Jika gaji Anda Rp 5 juta, maka lima persennya berarti hanya Rp 250.000. Menabung sedikit uang tersebut, bila dilakukan rutin tiap bulan, pada akhir tahun Anda sudah bisa menggunakannya untuk tiket pesawat untuk liburan berdua. Dimulai dari lima persen, setelah terbiasa menyisihkan uang Anda dapat menabung sepuluh persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tetapkan dan jalankan tujuan Anda&lt;br /&gt;Mencapai kebahagiaan bukan masalah telah mencapai tujuan, melainkan masalah membuat kemajuan. Meskipun untuk mencapai tujuan itu seringkali Anda mengalami kekecewaan, Anda harus tetap maju. Intinya adalah memotivasi diri. Anda hanya perlu melihat hasil yang akan Anda capai untuk terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Donasikan sebagian uang Anda&lt;br /&gt;Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kebahagiaan keuangan Anda sendiri selain membuat hidup orang lain sedikit lebih baik. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, dari memberi modal usaha untuk PRT yang ingin mandiri, atau menyumbang untuk proyek pelestarian lingkungan. Orang-orang yang memberikan sedikit uangnya tidak hanya akan merasa bahagia, tetapi juga akan lebih sehat. Orang yang tahu bagaimana memberi juga dapat mengingatkan diri bahwa menginginkan lebih banyak bukan berarti memanjakan kesenangan. Kebahagiaan Anda tidak bergantung pada seberapa banyak yang Anda miliki, tetapi pada cara Anda menanganinya.&lt;/div&gt;kompa.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3363157547183613551?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3363157547183613551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/5-kebiasaan-keuangan-yang-bikin-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3363157547183613551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3363157547183613551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/5-kebiasaan-keuangan-yang-bikin-anda.html' title='5 Kebiasaan Keuangan yang Bikin Anda Bahagia'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7687995044239731607</id><published>2010-10-22T22:07:00.001-07:00</published><updated>2010-10-22T22:07:31.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pintar Kelola Keuangan'/><title type='text'>Pintar Kelola Keuangan Setelah Menikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERSIAPKAN finansial keluarga saat merencanakan menikah. Artinya, pintar-pintarlah kelola keuangan sejak menikah, di antaranya dengan saling percaya dan transparan terhadap kondisi keuangan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal pernikahan hingga 6 bulan berikutnya, pernikahan Mutia Kirana, 25, dengan Lody Wibana, 28,seperti tidak ada hambatan. Namun beberapa bulan setelahnya, timbul satu masalah, yaitu masalah perselingkuhan, bukan “perselingkuhan” dengan wanita atau pria lain, tetapi “perselingkuhan keuangan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan ini memiliki tabungan bersama sejak mereka pacaran. Setelah menikah, mereka memutuskan untuk menyimpan gaji mereka berdua ke dalam tabungan bersama dan dikelola oleh Mutia. Untuk kebutuhan sehari-hari, Mutia akan memberikan uang “jajan” yang diberikan secara bulanan kepada Lody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Mutia berbicara lantang kepada suaminya saat bertanya mengenai ke mana larinya uang yang telah diberikan sebagai uang “jajan” untuk suaminya. “Kok cepet amat sih abisnya, kamu pakai hura-hura ya? Atau membeli barang yang ga penting?,” tutur wanita yang telah menikah satu tahun lalu ini. “Enggak kok, aku cuma beli tas kerja yang sudah diidam-idamkan sejak dulu. Apa salahnya, toh, aku tidak mengganggu tabungan kita kan,” ucap Lody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah keuangan yang terjadi dalam keluarga kecil memang sering terjadi. Mempersiapkan diri untuk membentuk suatu keluarga, ternyata tidak hanya butuh persiapan fisik dan psikis saja, melainkan butuh persiapan dan pengelolaan dalam hal keuangan. Sebab, tidak sedikit juga masalah keuangan menjadi konflik dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar perencana keuangan, Eka Setyawibawa ChFC CFP menyatakan, berdasarkan penelitian disebutkan bahwa masalah keuangan cukup banyak menjadi sumber konflik dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari sekian banyak masalah keuangan, salah satu masalah yang sering menjadi konflik dalam keluarga yakni ke mana larinya uang yang diperoleh setelah perkawinan,” ujar dia dalam acara seminar “100% Siap Nikah, Premarital Check Up, Persiapan Mental dan Finansial” yang diadakan oleh Klinik Prodia di Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eka menjelaskan, persoalan yang dialami Mutia mungkin terjadi karena adanya budaya dominasi, di mana “uang suami itu uang istri dan uang istri itu uang milik istri”. Jadi, yang terjadi adalah semua uang yang dihasilkan setelah perkawinan adalah uang bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pandangan tersebut tampaknya seperti lelucon, tetapi ternyata sudah menjadi budaya,” lanjut konsultan yang berpraktek di PT ABC Konsultan, Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, Eka menyarankan agar setiap pasangan memiliki rasa kepercayaan dan saling terbuka (transparan), terutama setelah perkawinan. Pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan kesepakatan dengan pasangan terlebih dahulu. Karena walaupun sudah menikah, bukan berarti gaji suami menjadi gaji bersama dan itu biasanya diputuskan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang harus mengurus keuangan, siapa yang harus membayar kebutuhan keluarga, menjadi hal yang harus dikompromikan tentang masalah keuangan,” contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eka menuturkan, jika gaji suami sudah masuk ke dalam pengelolaan istri, maka ada baiknya pasangan harus memutuskan untuk memberikan uang “jajan” atau memegang uang saku masing-masing yang jumlahnya sudah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya penggunaan uang tersebut tidak dipertanyakan dan pasangan dibebaskan menggunakan uang saku tersebut,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, saling percaya dan terbuka menjadi satu kebutuhan dalam membangun rumah tangga termasuk masalah keuangan. Kebutuhan manajemen keuangan harus lebih diteliti setelah pasangan merencanakan untuk memiliki anak. Karena apabila sudah memiliki anak, maka mau tidak mau jumlah pengeluaran meningkat sehingga sekitar 60–70 persen dari pendapatan digunakan untuk pengeluaran rutin bulanan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh pakar perencana keuangan dari Quantum Magna Financial planning and consulting, Ligwina Hananto bahwa dalam mempersiapkan rencana keuangan, pasangan harus memperhitungkan biaya-biaya seperti biaya masa kehamilan, biaya perlengkapan bayi, biaya melahirkan, biaya setelah melahirkan, hingga dana pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Persiapkan dana hamil, melahirkan, dan pasca-melahirkan sebaiknya dilakukan sejak kita merencanakan memiliki anak,” tuturnya dalam acara yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ligwina menuturkan, beberapa hal yang harus dikelola pada masa awal kehamilan, di antaranya untuk tes dan periksa kehamilan. Tahapan berikutnya adalah pengelolaan keuangan untuk periksa ke dokter dan USG minimal 1 bulan satu kali, termasuk biaya untuk membeli vitamin dan biaya mengikuti senam hamil agar ibu dan janin senantiasa sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan lupa menuliskan biaya untuk hal-hal kecil seperti membeli baju hamil, buku dan majalah untuk sumber informasi, sampai biaya untuk syukuran anak,” paparnya lulusan Universitas Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki keluarga bahagia menjadi impian setiap keluarga. Untuk itu, bagi pasangan yang ingin meminimalisasi pertengkaran, terutama dalam hal keuangan, ada baiknya pasangan pintar mengelola keuangan, saling percaya, dan saling terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain saling terbuka dan percaya, para pasangan hendaknya perbanyak informasi tentang akumulasi keuangan, tidak masa bodoh, dan tidak bergaya hidup konsumtif agar masalah keuangan tidak terjadi,” pesan Ligwina yang juga lulusan Singapore College of Insurance ini.&lt;/div&gt;okezone.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7687995044239731607?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7687995044239731607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/pintar-kelola-keuangan-setelah-menikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7687995044239731607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7687995044239731607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/10/pintar-kelola-keuangan-setelah-menikah.html' title='Pintar Kelola Keuangan Setelah Menikah'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-908910008875985358</id><published>2010-08-29T20:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T20:26:21.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang Menyebabkan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebiasaan Buruk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boros Bensin'/><title type='text'>Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Boros Bensin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain kemacetan di jalan raya yang saat ini semakin parah, cara mengemudi dengan asal injak pedal ternyata dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengemudi dan perlakuan terhadap kendaraan yang tepat dapat membantu dalam hal efisiensi bahan bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang tanpa sadar dilakukan sehari-hari yang ternyata efeknya berujung pada pemborosan bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kebiasaan-kebiasan buruk yang harus dihilangkan:&lt;br /&gt;1. Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70-80 km/jam atau RPM di bawah 3000. karena putaran mesin yang ideal pada rata-rata mobil didapat pada kisaran 2.500-3000 rpm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu, karena semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali. Jangan biarkan mesin meraung kencang, segera ganti ggi yang lebih tinggi. Demikian pula jangan biasakan melaju pada kecepatan rendah dengan posisi gigi tinggi.&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;Gigi 1 Kecepatan 0-20 km/jam&lt;br /&gt;Gigi 2 Kecepatan 20-40 km/jam&lt;br /&gt;Gigi 3 Kecepatan 40-60 km/jam&lt;br /&gt;Gigi 4 Kecepatan 60-90 km/jam&lt;br /&gt;Gigi 5 Kecepatan lebih dari 90 km/jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan. Selain itu juga dapat membuat kampas kopling cepat aus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat sesuai anjuran pabrik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;okezone.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-908910008875985358?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/908910008875985358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/08/kebiasaan-buruk-yang-menyebabkan-boros.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/908910008875985358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/908910008875985358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/08/kebiasaan-buruk-yang-menyebabkan-boros.html' title='Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Boros Bensin'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7572486584142362914</id><published>2010-08-13T09:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T09:04:00.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Keuangan Aman Sepanjang Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kompas.com-Mengapa satu dari empat orang gagal mewujudkan resolusi keuangan mereka? Karena mereka membuat resolusi itu terlalu umum. Mungkin, Anda termasuk di antaranya. Untuk memudahkan Anda membuat rencana keuangan sepanjang tahun ini, CHIC rumuskan rencana itu dalam 12 langkah mudah yang bisa direalisasikan setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hanya satu langkah yang bisa diwujudkan, keuangan Anda takkan berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Sebaliknya, mewujudkan beberapa langkah, Anda akan membuat perbedaan besar dalam keuangan Anda. Dan, jika Anda bisa merealisasikan semuanya, Anda akan bahagia tahun depan. Ready?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANUARI: BUKA TABUNGAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali meski menabung sudah diniatkan, menjelang masa liburan, hari raya keagamaan atau akhir tahun, tabungan akan terkuras karena besarnya pengeluaran di waktu-waktu itu. Padahal, semangat kita untuk menabung sudah sangat besar pada 1 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika menabung menjadi tujuan utama di tahun ini, maka Anda perlu merinci sedikit soal resolusi ini. Misalnya, berapa banyak uang yang ingin Anda simpan setiap bulan. Tentukan secara realistis sesuai kemampuan keuangan. Tentu dengan tetap memerhatikan bahwa untuk menabung, Anda wajib menyisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar Aman? Masukkan uang tadi ke dalam tabungan berjangka, dan buatlah agar rekening tabungan ini bisa didebet secara langsung dari rekening utama. Usahakan pendebetan tak jauh dari tanggal Anda menerima gaji. Dijamin, Anda takkan terlewat untuk menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FEBRUARI: CATAT SEMUA PENGELUARAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, ide membuat anggaran bulanan sering membuat kita pesimis duluan dan malas memulainya. Padahal, tujuan utama membuat anggaran bukan untuk membatasi pengeluaran, melainkan untuk melacak ke mana perginya uang Anda setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ Anda bisa mengetahui bahwa mungkin uang Anda setiap bulan terlalu banyak digunakan untuk perawatan wajah atau untuk hiburan. Tidak tahu bagaimana membuat anggaran? Buka situs http://money.ninemsn.com.au/managing-money/tools/budget-planner.aspx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARET: PERHATIKAN KARTU KREDIT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemilik kartu kredit bermasalah dengan cicilan utang. Coba perhatikan, berapa besar dari gaji Anda yang dibayarkan untuk memenuhi minimum payment kartu kredit Anda? Memang ketidakpedulian akan bunga kartu kredit, membuat kita dengan sesuka hati menggeseknya setiap melihat barang bermerek sedang sale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai hari ini coba perhatikan tagihan kartu kredit Anda. Berapa besar bunga yang harus Anda bayar? Setiap kartu kredit menawarkan bunga dan fitur berbeda. Apakah Anda sangat membutuhkan point rewards? Jika tidak, ganti saja kartu kredit Anda ke kartu yang menawarkan bunga lebih rendah atau lakukan transfer balance. Anda akan merasakan perbedaannya saat membayar tagihan setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APRIL: KURANGI JUMLAH REKENING &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah Anda bahwa memiliki banyak rekening tabungan sama dengan mengeluarkan biaya lebih untuk urusan administrasi buku dan ATM serta potongan pajak. Jika dana yang tersimpan dalam rekening tersebut cukup besar, mungkin tak masalah. Potongan-potongan tersebut akan ditutup oleh bunga tabungan. Namun, jika dananya sedikit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik Anda membuka satu rekening yang bisa memenuhi semua kebutuhan transaksi setiap bulan. Dan, perhatikan bahwa dengan hanya satu rekening ini Anda akan menghemat uang cukup besar dalam setahun nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEI: REVIEW ASURANSI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi memang penting untuk berjaga-jaga. Tapi tak semua tawaran yang datang harus Anda iyakan bukan? Jangan terlalu mudah tergiur tawaran mendapatkan keuntungan lebih dari sekadar perlindungan. Misalnya tawaran asuransi plus investsi padahal Anda tidak paham benar aturan mainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah prioritas. Misalnya, asuransi jiwa cukup satu saja. Lantas, bill Anda memiliki kendaraan pribadi, itu termasuk hal yang wajib Anda asuransikan mengingat kodisi jalan dan biaya perbaikan yang sangat mahal. Intinya, Anda perlu tahu tujuan Anda membeli asuransi. Meski premi kelihatan kecil, kalau diakumulasikan ya banyak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUNI: SISAKAN UNTUK AMAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat pesan bahwa dalam penghasilan kita terdapat 2,5% harta orang tidak mampu? Nah, berapa pun penghasilan Anda, sisihkan jumlah tersebut dan sumbangkan. Anda bisa memberikannya langsung kepada orang tidak mampu di sekitar Anda atau lewat lembaga/yayasan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan Anda tak hanya membantu mengentaskan kemiskinan, tapi juga bisa menambah rezeki Anda sendiri. Konon, jika kita memberikan sebagian uang kita, maka uang yang kita dermakan, bisa kembali sepuluh kali lipat. Dengan catatan, tentu saja jika sedekah diberikan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JULI: EVALUASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah enam bulan rencana keuangan Anda berjalan. Luangkan waktu di bulan ini untuk me-review apa yang sudah Anda lakukan selama enam bulan terakhir. Anda bisa melihatnya lewat dokumen keuangan yang akan Anda rapikan juga di bulan ini. Dokumen keuangan itu antara lain, slip gaji, struk belanja, bukti pembayaran berbagai tagihan. Berapa banyak uang yang sudah Anda hemat hingga bulan ini dan berapa yang sudah masuk ke tabungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGUSTUS: ATUR THR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Idul Fitri tahun 2009 akan jatuh di bulan ini. Untuk mencegah pengeluaran lebih banyak, hindari menghabiskan Tunjangan Hari Raya alias THR sekaligus. Memegang uang banyak akan membuat Anda belanja barang-barang tidak perlu. So, buat catatan dan berbelanja seminggu sekali, sebulan sebelum hari raya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPTEMBER: BERHENTI MEROKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa resolusi ini perlu masuk dalam catatan keuangan Anda? Karena dana yang digunakan untuk membeli rokok bisa sangat besar jumlahnya. Dan, dana ini tidak pernah masuk ke dalam anggaran bulanan. Jadi, jika Anda gagal merealisasikan rencana berhenti merokok di bulan Januari, sekaranglah saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKTOBER: WASIAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki investasi berupa rumah atau apartemen, sebuah tabungan dengan dana cukup besar dan unitlink? Tidak ada salahnya Anda membuat wasiat. Memang cara ini belum umum di masyarakat kita. Namun, agar harta tidak jatuh ke tangan yang salah jika terjadi sesuatu pada diri Anda, mengapa tidak dicoba. Agar lebih resmi, lakukan di depan notaris. Jangan biarkan orang-orang tersayang Anda susah karena keengganan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEMBER: BERESKAN PAJAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah menjadi warga negara yang baik dengan memiliki NPWP? Inilah saatnya Anda melaporkan pajak penghasilan dan harta Anda. Kumpulkan semua dokumen yang diperlukan dan mulailah mengisi formulir pajak. Dengan melakukannya jauh-jauh hari, Anda bisa terlepas dari sanksi keterlambatan. Pengisian ini sekaligus menjadi momen untuk Anda me-review apa saja yang Anda miliki, termasuk utang di bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DESEMBER: TEMUI FINANCIAL PLANNER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seluruh langkah sudah Anda jalani.Tabungan pun sudah dimiliki. Kini saatnya Anda mencari tenaga profesional. Temui financial planner yang Anda percaya dan bersiaplah mengembangkan harta yang Anda miliki ke dalam investasi yang tepat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7572486584142362914?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7572486584142362914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/08/keuangan-aman-sepanjang-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7572486584142362914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7572486584142362914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/08/keuangan-aman-sepanjang-tahun.html' title='Keuangan Aman Sepanjang Tahun'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5290161861968429311</id><published>2010-08-09T20:40:00.001-07:00</published><updated>2010-08-09T20:40:40.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara cepat'/><title type='text'>Solusi Cepat Dapatkan Uang Tunai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai  problematika mayoritas berpangkal dari masalah uang.&amp;nbsp; Bagaimana  mendapatkan uang yang aman, tanpa harus terbentur aturan atau bunga  selangit?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak masuk sekolah, kuliah,  kebutuhan berobat, butuh modal untuk berbisnis, dan sederet permasalahan  lainnya memang terasa mendesak. Berbagai lembaga keuangan memang  menjanjikan berbagai kemudahan untuk mendapat dana segar. Tapi jangan  sampai salah dalam memilih lembaga yang cocok dengan kondisi Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lembaga terkadang menawarkan kemudahan di awal transaksi.  Namun, buntutnya terkadang menyulitkan. Entah bunganya terus mencekik  atau tagihan bunga lebih besar dari pinjaman. Tentunya ini bukan pilihan  yang menguntungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga yang menyediakan berbagai kemudahan, yakni Perum Pegadaian.  Terdapat berbagai pilihan yang dapat dipilih untuk mendapatkan dana  sesuai dengan kebutuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar produk Pegadaian ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kredit Angsuran Sistem Fidusia (Kreasi)&lt;br /&gt;Kreasi atau kredit angsuran sistem fidusia merupakan pinjaman kepada  para pengusaha mikro-kecil (dalam rangka pengembangan usaha) dengan skim  penjaminan secara fidusia dan pengembalian pinjamannya dilakukan  melalui angsuran per bulan dalam janga waktu kredit 12-36 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kredit Ar Rahn untuk Usaha Mikro (Arrum)&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan pasar akan kredit usaha berbasis syariah, telah  diluncurkan Kredit Ar Rahn untuk pengusaha mikro (Arrum) yang skim  kreditnya sama dengan Kreasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan kredit dengan cara menyerahkan Buku Kepemilikan Kendaraan  Bermotor (BPKP) sebagai agunan dengan bunga&amp;nbsp; pinjaman 0,9 persen per  bulan, flat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit kreasi merupakan modifikasi dari produk lama yang sebelumnya dikenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gadai Syariah (Rahn)&lt;br /&gt;Rahn adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah dengan mengacu pada sistem administrasi modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kredit yang diberikan sama dengan gadai konvesional/KCA, namun  berbeda dalam proses penetapan sewa modal. Gadai syariah menetapan biaya  administrasi dibayar di muka, yaitu saat akad baru/ akad perpanjangan  serendah-rendahnya Rp1.000 dan setinggi-tingginya Rp60 ribu untuk jumlah  pinjaman maksimum Rp200 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif Ijaroh dikenakan Rp85 per sepuluh hari massa penyimpangan untuk  setiap kelipatan Rp10 ribu dari taksiran barang jaminan yang  dititipkan/diagunkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kredit Angsuran Sistem Gadai (Krasida)&lt;br /&gt;Krasida merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikrokecil &lt;br /&gt;(dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai. Pengembalian  pinjamannya dilkaukan melalui angsuran per bulan dengan jangka waktu  kredit 12 sampai dengan 36 bulan, dan pemberian diskon untuk sewa modal  dapat diberikan apabila nasabah melakukan pelunasan kredit sekaligus.  Bunga ditetapkan sebesar 0,9 persen per bulan, flat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kredit Usaha Rumah Tangga (Krista) &lt;br /&gt;Sejak Juni 2006 telah diluncurkan Krista untuk para wanita pengusaha  yang tergabung dalam kelompok usaha. Jumlah kredit minimum Rp100 ribu  maksimum Rp1 juta, dengan jangka waktu 12 bulan. Bunga dikenakan satu  persen, flat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kredit Perumahan Swadaya (Kremada)&lt;br /&gt;Kredit ini diluncurkan Desember 2006, ditunjukan kepada masyarakat  berpenghasilan rendah untuk membangun atau rehab/perbaikan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bangunan baru diberikan pinjaman maksimum Rp10 juta, sedangkan  rehab/perbaikian rumah diberikan pinjaman sebesar Rp5 juta. Atas kredit  ini nasabah dikenakan biaya administrasi sembilan persen dibayar di  muka, dan sewa modal nol persen. Pendanaan produk ini atas kerja sama  dengan Kementerian Perumahan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gadai Efek (Investa) &lt;br /&gt;Gadai efek merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat dengan agunan berupa saham dengan sistem gadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mulia &lt;br /&gt;Adalah penjualan emas oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai atau  pun angsuran dalam janga waktu tertentu. Mulia merupakan produk syariah  yang diluncurkan pada 2008. Pada tahun pertama peluncurannya, produk  ini cukup mendapat respons yang baik dari pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2010/03/29/315/317280/solusi-cepat-dapatkan-uang-tunai"&gt;Okezone&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5290161861968429311?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5290161861968429311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/08/solusi-cepat-dapatkan-uang-tunai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5290161861968429311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5290161861968429311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/08/solusi-cepat-dapatkan-uang-tunai.html' title='Solusi Cepat Dapatkan Uang Tunai'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4784740529633087050</id><published>2010-07-25T23:52:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T23:52:42.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Memanfaatkan Selera untuk Menambah Uang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kompas.com, Persoalan keuangan kebanyakan orang muncul karena lebih memenangkan keinginan daripada kebutuhan. Artinya, keinginan memenuhi selera, seperti memiliki model tas atau sepatu yang menjadi kesukaan, memicu belanja lebih tinggi. Kebiasaan memenuhi selera di awal masa gajian lantas membuat uang tak bersisa. Padahal banyak kebutuhan yang harusnya dipenuhi lebih dini, cicilan hutang misalnya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuat prioritas pengeluaran (baca &lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/25/23245656/trik.menghabiskan.gaji.tanpa.rasa.bersalah"&gt;Trik Menghabiskan Gaji Tanpa Rasa Bersalah&lt;/a&gt;), persoalan keuangan yang umum terjadi ini bisa terselesaikan. Memang dibutuhkan konsistensi dan kedisplinan untuk mengubah kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mampu mengubah kebiasaan, Anda akan bisa memenuhi semua selera yang tak pernah ada batasnya itu, tanpa mengorbankan kebutuhan wajib lain. Atau sebaliknya, Anda tak perlu mengorbankan keinginan memenuhi selera karena harus memenuhi semua kebutuhan prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan, Ahmad Gozali, mengatakan selera yang dimiliki setiap orang bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan penghasilan. Maksudnya, jadikan selera atau keinginan untuk menggali kembali potensi diri dan menambah penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selera tidak ada batasnya, sedangkan salary ada batasnya. Dalam jangka pendek, selera harus dikalahkan dengan mengikuti batasan salary. Namun dalam jangka panjang, Anda bisa mengikuti selera, dengan mendorong potensi diri yang masih bisa dikembangkan untuk menambah penghasilan," jelas Gozali dalam workshop keuangan diadakan EXPERD&lt;br /&gt;bertema "Salary VS Selera" di Barcode, Kemang, Jakarta, Sabtu (24/7/2010) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gozali menyampaikan, sebenarnya Anda sudah bisa memenuhi selera dengan penghasilan yang ada saat ini, berapapun jumlahnya. Namun keinginan untuk memenuhi selera yang terus muncul tanpa batas bisa dipenuhi, asalkan Anda berupaya lebih giat meningkatkan kemampuan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa jadi banyak potensi dalam diri yang belum digali. Jika sudah digali, akan banyak kesempatan terbuka bahkan untuk meningkatkan penghasilan. Tentu saja dengan memenuhi empat prioritas lebih dahulu, lalu sisanya masih banyak uang yang bisa dibelanjakan memenuhi&lt;br /&gt;berbagai selera," kata Gozali kepada Kompas Female.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, apakah empat prioritas kebutuhan Anda sudah dipenuhi? Jika belum, kurangi belanja yang sifatnya konsumtif untuk memenuhi selera. Lalu mulailah merencanakan keuangan, jangka pendek (mengalahkan selera) dan jangka panjang (mengikuti selera).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rata-rata inflasi setiap tahunnya 7 - 9 persen, bahkan pernah mencapai 12 - 15 persen. Sedangkan gaji rata-rata naik hanya 5 persen saja. Kenaikan gaji tak bisa mengejar inflasi. Belum lagi kebutuhan yang terus berkembang, dengan bertambah dan berkembangnya anak misalnya," Gozali menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selera, bisa menjadi motivasi lain untuk mengejar ketertinggalan penghasilan dari tingginya inflasi. Caranya, segera memulai perencanaan keuangan dengan menentukan prioritas sesuai kondisi finansial Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4784740529633087050?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4784740529633087050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/memanfaatkan-selera-untuk-menambah-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4784740529633087050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4784740529633087050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/memanfaatkan-selera-untuk-menambah-uang.html' title='Memanfaatkan Selera untuk Menambah Uang'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4417589419808703723</id><published>2010-07-25T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T22:39:45.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>Trik Menghabiskan Gaji Tanpa Rasa Bersalah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang memiliki cara dalam mengelola keuangan. Prinsipnya, pendapatan rutin bulanan sebisa mungkin memenuhi semua kebutuhan dan menyisakan uang untuk tabungan. Lantas, sudahkah pendapatan Anda disisihkan setiap bulannya untuk tabungan?&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peserta workshop perencanaan keuangan bertema "Salary Vs Selera", yang digelar EXPERD, Sabtu (24/7/2010) di Barcode, Kemang, Jakarta, menyatakan kesulitannya dalam mengelola keuangan. Sistem amplop, misalnya, tak menjadi solusi keuangan dan akhirnya penghasilan rutin tak bersisa setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan, Ahmad Gozali, menjelaskan, perlu konsistensi untuk menjalani perencanaan keuangan. Khusus untuk sistem amplop, misalnya, dibutuhkan 21 hari untuk mengubah kebiasaan, ditambah sifat jujur dan disiplin untuk menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya yang perlu diubah lebih dahulu adalah mindset agar bisa mengelola keuangan dengan baik. Jika sebelumnya fokus pada cara menyisakan uang, maka ubah mindset dengan cara yang baik untuk menghabiskan uang dari penghasilan bulanan. Jangan menyisakan uang, tetapi habiskan dengan cara menyenangkan. Karena uang memang untuk dibelanjakan dan gajian untuk dihabiskan," tutur Gozali memaparkan konsepnya dalam mengelola keuangan saat workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghabiskan uang gajian ala Gozali ini jangan diartikan perilaku konsumtif yang cenderung mengedepankan keinginan (selera) dan bukannya kebutuhan. Cara mengelola keuangan ini dilakukan dengan empat tahapan prioritas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kewajiban agama/sosial, 10 persen dari penghasilan&lt;br /&gt;Menurut Gozali, dalam menentukan prioritas, Anda perlu menentukan pengeluaran dengan melihat faktor risiko (tinggi, menengah, rendah) dan fleksibilitasnya. Pengeluaran yang fleksibel bersifat jangka panjang yang masih bisa ditawar, sedangkan lawannya, yakni kebutuhan tidak fleksibel atau tetap (fix), bersifat jangka pendek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kewajiban agama atau sosial, seperti zakat (Muslim), perpuluhan (Nasrani), berada dalam prioritas pertama. Pengeluaran ini sifatnya fix, 2,5 persen untuk zakat, misalnya, ini tak bisa ditawar. Jadi, keluarkan dana zakat saat menerima gajian setiap bulan," ujar Gozali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cicilan utang, maksimal 35 persen dari penghasilan&lt;br /&gt;Pengeluaran ini sifatnya juga fix dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, Anda harus memenuhi kewajiban ini setiap bulan saat awal menerima gajian. Cicilan seperti KPR, kendaraan, kartu kredit, dan lainnya perlu dilunasi sesuai pembelanjaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunga semakin tinggi jika kewajiban ini tidak segera dipenuhi. Selain faktor psikologis, bagi orang normal Anda akan mengalami gangguan psikologis jika terlilit banyak utang. Belum lagi konsekuensi legal jika kredit di bank macet," kata Gozali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebutuhan masa depan, minimal 10 persen dari penghasilan&lt;br /&gt;Menabung, berinvestasi, dan membeli asuransi adalah sejumlah bentuk kebutuhan masa depan yang harus dialokasikan dari penghasilan bulanan. Kebutuhan ini menjadi penting karena kondisi keuangan selalu dinamis. Apalagi bagi karyawan, di mana ketahanan gaji memungkinkan untuk naik, turun, atau bahkan tak berpenghasilan alias kehilangan pekerjaan (PHK misalnya). Sifat dari pengeluaran ini fix dan berisiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Biaya hidup, 40-60 persen dari penghasilan&lt;br /&gt;Jika ketiga kewajiban di atas sudah dipenuhi begitu Anda menerima gaji bulanan, gunakan sisanya untuk memenuhi semua kebutuhan rutin bulanan, seperti sembako, listrik/air, uang sekolah anak, iuran lingkungan/keamanan, termasuk yang terkait hobi seperti membeli buku, menonton film, atau pengeluaran entertainment lainnya (yang sifatnya keinginan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menjalani, Anda takkan kehabisan uang saat awal menerima gaji. Jika pun Anda tergiur membeli barang diskon di mal, Anda sudah menyadari sisa uang Anda (setelah dikeluarkan untuk tiga prioritas teratas) tak akan cukup lagi untuk berbelanja. Karena masalah utama yang dialami banyak orang dengan penghasilannya adalah uang cepat habis terpakai begitu menerima gaji," ungkap Gozali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gozali menegaskan prioritas membelanjakan uang adalah membayar utang, lalu dahulukan saving daripada shopping yang keinginannya tak pernah bisa dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apa pun penghasilan Anda, uang takkan tersisa setiap bulannya jika masih menggunakan pola lama. Jadi, jika Anda sepakat dengan Gozali, habiskan penghasilan rutin Anda dengan membelanjakan sesuai empat prioritas utama. Pastikan sifat konsumtif untuk memenuhi selera ada di urutan paling akhir.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/25/23245656/Trik.Menghabiskan.Gaji.Tanpa.Rasa.Bersalah-12"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4417589419808703723?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4417589419808703723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/trik-menghabiskan-gaji-tanpa-rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4417589419808703723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4417589419808703723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/trik-menghabiskan-gaji-tanpa-rasa.html' title='Trik Menghabiskan Gaji Tanpa Rasa Bersalah'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3145825782598584680</id><published>2010-07-25T22:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T22:35:51.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Trik Membuat Anggaran Keluarga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat anggaran keluarga ternyata merupakan hal yang gampang-gampang sulit dilakukan oleh sebuah keluarga. Apalagi ketika mendengar kata anggaran, dalam benak keluarga umumnya terkesan susah atau njelimet. Padahal, setiap keluarga disadari atau tidak, sudah melakukannya dengan rutin setiap bulan seiring dengan adanya pemasukan dari suami maupun istri yang bekerja, sekaligus kebutuhan-kebutuhan hidup mereka. Sehingga, sejatinya semua keluarga sudah terbiasa membuat anggaran.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka baru menyadari ketika mengalami defisit keluarga terus-menerus sehingga harus berutang kepada pihak lain. Masalah tersebut bisa diatasi apabila keluarga membuat anggaran secara disiplin dan menerapkannya. Karena ternyata anggaran keluarga merupakan salah satu strategi yang paling penting dalam mengelola keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas lebih jauh mengenai anggaran keluarga, terlebih dahulu mari kita lihat tujuan dari pembuatan anggaran keluarga. Tujuan dari anggaran keluarga adalah mengetahui berapa pemasukan kita dan mengetahui pengeluaran-pengeluaran kita dalam periode tertentu sehingga keluarga tersebut bisa menelusuri kebiasaan-kebiasan keluarga tersebut dalam membelanjakan uangnya. Membuat anggaran keluarga bukan berarti membatasi diri untuk menjadi pelit melainkan untuk melatih diri kita mengeluarkan uang dengan cara yang bijak dan cerdas sehingga kita bisa menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk ditabung ataupun diinvestasikan dalam bentuk yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang pertama dilakukan oleh sebuah keluarga adalah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran keluarga. Sebagai contoh, penghasilan dari gaji antara suami dan istri dan penghasilan lain-lain (bunga deposito, dividen, sewa rumah dan lain-lain) serta mengetahui pengeluaran keluarga berupa kebutuhan hidup seperti makan, listrik, telepon, asuransi, cicilan kartu kredit. Selanjutnya kita juga bisa melakukan pengelompokan pemasukan dan pengeluaran misalnya untuk pengeluaran terbagi menjadi tiga bagian yaitu pertama, pengeluaran yang sudah rutin misalnya kredit mobil, kredit rumah, asuransi dan kartu kredit. Kedua, pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan hidup misalnya listrik, telepon, makan, transport, pakaian dan terakhir pengeluaran yang berkaitan dengan hobi atau sedikit kemewahan misalnya nonton, liburan, membeli barang elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui pemasukan dan pengeluaran kita selanjutnya cobalah untuk disiplin terhadap pencatatan tersebut sehingga kita mengetahui secara jelas pola pemasukan dan pengeluaran kita. Pada awalnya hal tersebut mungkin memberatkan tetapi lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan apalagi bila keluarga tersebut memiliki tujuan-tujuan apa yang akan dimiliki dalam tahun-tahun mendatang. Sebagai contoh, apabila keluarga tersebut bisa menghemat pulsa telepon atau voucher handphone atau biaya transport sehari Rp 5.000 dalam waktu sebulan (20 hari kerja) sudah bisa berhemat Rp 100.000 dan dalam waktu satu tahun akan menjadi Rp 1.200.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila uang tersebut kita tabung atau diinvestasikan dengan suku bunga atau return 5%, maka dalam waktu 20 tahun sudah menjadi Rp 39.679.200. Nilai itu bisa Anda gunakan sebagai biaya pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruknya pengelolaan keuangan keluarga bisa menjadi masalah terhadap keluarga tersebut yang menimbulkan konflik antara suami dan istri. Yang lebih parah lagi terkadang bisa juga menimbulkan perceraian. Membuat anggaran keluarga ternyata jugs bisa memberikan manfaat lain yaitu mengurangi stres kita terhadap pengelolaan keuangan keluarga sehingga masalah-masalah keluarga yang berkaitan dengan keuangan dapat terhindari. Bukankah lebih baik mencegah masalah sebelum masalah itu timbal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membuat anggaran kits harus mengetahui situasi keuangan kita pads saat ini. Pencatatan dan pengelompokan pemasukan serta pengeluaran selanjutnya akan kita tuangkan dalam anggaran bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini salah satu contoh anggaran bulanan Keluarga Bapak Bejo : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan anggaran keluarga pada dasarnya bisa dibagi menjadi enam tahap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TAHAP 1: PENDAPATAN&lt;br /&gt;Pendapatan keluarga biasanya untuk yang bekerja akan menerima pengasilan rutin berupa gaji bulanan dan bonus di akhir tahun. Nah, untuk gaji bulanan mungkin tidak menjadi masalah dalam anggaran tetapi untuk bonus kadangkala kita agak kerepotan. Salah satu caranya adalah dengan melihat bonus-bonus pada masa lalu kemudian dibagi 12 bulan, sehingga anggaran pendapatan bonus perbulan bisa diprediksi. Pada kasus contoh di atas bonus yang diperoleh adalah Rp 3 juta setahun maka sebulan menjadi Rp 250 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP 2: PENGELUARAN&lt;br /&gt;Pengeluaran yang telah dikelompokkan menjadi tiga memudahkan kita untuk menelusuri pengeluaran apa saja yang terjadi. Akan lebih baik bagi sebuah keluarga apabila pengeluaran tersebut tercatat pada buku bank, misalnya pengeluaran listrik, telepon, PBB, setoran untuk tabungan atau dengan cara membuat tabungan khusus untuk pengeluaran sehingga memudahkan kita untuk menelusurinya tentunya juga harus diperhatikan biaya bulanan administrasi tabungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP 3: JUMLAHKAN&lt;br /&gt;Jumlahkan semua pendapatan dan pengeluaran kit kemudian bandingkan antara pendapatan dan pengeluaran kita. Apabila pendapatan lebih besar akan terdapat surplus begitu juga sebaliknya akan terdapat defisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP 4: PELAJARI KEMBALI DAFTAR YANG TELAH KITA BUAT&lt;br /&gt;Dengan mempelajari kembali pendapatan dan pengeluaran yang telah kit lakukan maka kita akan dapat mengetahui: Pengeluaran apa yang masih bisa ditekan? Apakah ada kelebihan dana-dana lain? Apakah utang-utang kita bisa kita kurangi lebih cepat? Sehingga kita bisa menempatkan kelebihan dana tersebut pada bentuk investasi lainnya. Pada contoh di atas kita lihat, Bapak Bejo ingin mengurangi tagihan kartu kredit Rp 100.000, dan biaya nonton Rp 50.000, biaya jalan-jalan Rp 100.000 serta menambah tabungan Rp 200.000. Sehingga terjadi surplus pada bulan berikutnya sebesar Rp 950.000. Surplus tersebut merupakan penjumlahan antara surplus bulan lalu ditambah selisih antara pendapatan dan pengeluaran bulan Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP 5: KENALI DAN TELUSURI PENGELUARAN KITA&lt;br /&gt;Dengan mengenali dan selalu menelusuri pengeluaran, semakin baik dalam melakukan anggaran, karena bisa jadi akan ada bentuk pengeluaran lain. Apabila memungkinkan simpan tanda terima pengeluaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;TAHAP 6: BANDINGKAN DAN KEMBANGKAN&lt;br /&gt;Setelah anggaran keluarga terbentuk dan menjadi kebiasaan Anda maka bandingkan dengan kebiasaan sebelumnya tentunya akan ada kepuasan bagi kita bukan? Karena segala sesuatunya menjadi terstruktur. Akan lebih baik bagi kita juga untuk selalu mengembangkan diri misalnya dengan mengetahui produk-produk keuangan yang memberikan return yang lebih baik, misalnya reksa dana, saham, unit link dan instrumen investasi lainnya. Sering-seringlah memperbaharui pengetahuan Anda dengan membaca hal-hal yang bermanfaat untuk berinvestasi atau bertanya tentang investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui bagaimana membuat anggaran dan tahapannya semoga bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi jugs dapat dibagikan dengan keluarga, teman, sahabat maupun orang lain. Siapa lagi yang peduli dengan keuangan kits kalau bukan diri kits sendiri. (Oleh: Mohamad Andoko, MM, RFP-I Praktisi perencana keuangan dan perpajakan, Anggota Financial Planning Association Indonesia (FPAI)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.investorindonesia.com/"&gt;Investor indonesia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3145825782598584680?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3145825782598584680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/trik-membuat-anggaran-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3145825782598584680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3145825782598584680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/trik-membuat-anggaran-keluarga.html' title='Trik Membuat Anggaran Keluarga'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-4255719183762401431</id><published>2010-07-25T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T22:23:04.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>MENGATUR ANGGARAN DI BULAN PUASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya tiba juga bulan Ramadhan yang sudah lama ditunggu-tunggu. Bagi Anda yang menunaikan ibadah puasa, irama kehidupan sudah tentu mengalami perubahan. Misalnya saja, kalau Anda sering makan keluar, hal itu mungkin berkurang. Namun di sisi lain, Anda mungkin meningkatkan frekuensi jalan-jalan ke mal (dengan alasan menunggu buka, begitu kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau gaya hidup berubah, otomatis jumlah pengeluaran juga akan berubah. Seberapa besar? Mari kita simak bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, ketika bulan puasa, saat-saat yang paling "beratkan" adalah menjelang buka. Kalau Anda wanita karier dan bekerja di kantor, biasanya ada tiga pilihan tindakan: meneruskan pekerjaan di kantor (kalau memang ada), pulang ke rumah dan menyiapkan hidangan buka puasa, atau jalan-jalan. Mal umumnya menjadi tempat menunggu buka paling favorit. Di sinilah Anda punya sekian waktu di tempat yang banyak godaan untuk membeli sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi ibu rumah tangga, mungkin mal bukan pilihan utama untuk ngabuburit. Karena bisa jadi Anda mungkin sedang sibuk menyiapkan hidangan buka puasa. Tapi bukan berarti tidak ada ibu rumah tangga yang ke pertokoan, lho. Karena tak sedikit pula yang bersama keluarganya pergi bersama ke mal untuk berbuka di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UTAMAKAN YANG PERLU &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat ngabuburit di mal, pertanyaannya sederhana: toko mana yang biasnya Anda datangi pertama kali? Umumnya toko busana dan aksesori. Betul kan? Itu sebabnya, selama bulan puasa, pembelian baju dan aksesori di mal-mal bisa meningkat sampai 2 - 3 kali lipat dibanding bulan-bulan biasa! &lt;br /&gt;Lho, memangnya enggak boleh? Tentu saja boleh. Untuk itu, saya akan berikan beberapa tips bagi Anda agar tetap dapat mengontrol pengeluaran Anda:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bedakan antara "butuh" dan "ingin". Ketika Anda melihat baju bagus di toko dan Anda tertarik untuk membeli, coba tanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda betul-betul memerlukannya? Kalau ya, beli saja. Tapi kalau tidak, ya, mungkin saja dalam hal ini Anda cuma "lapar mata". Karenanya, dulukan membeli barang-barang yang diperlukan. Baru kemudian, bila memang ada sisa uang, silakan membeli barang-barang yang Anda inginkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalaupun Anda perlu membeli busana dan aksesori, sebaiknya fokuskan pada busana dan aksesori yang memang Anda perlukan dalam waktu dekat. Misalnya, busana dan aksesori yang akan Anda pakai saat Hari Raya. Kalau untuk keperluan tahun depan, toh bisa nanti saja, kan? &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KURANGI JUMLAH MENU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan makanan? Banyak orang mengira bahwa ketika bulan puasa, pembelian bahan makanan jadi berkurang. Kenyataannya tidak. Karena jumlah makanan yang diperlukan sebetulnya sama dengan hari biasa. Hanya waktu makannya yang beda. Malah, saat bulan puasa, ada dorongan untuk menambah menu, terutama saat berbuka. Umumnya keluarga di Indonesia menyiapkan menu buka puasa dengan dua atau tiga macam menu. Contoh, kolak pisang, bubur sumsum, dan es blewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu disadari, memasuki bulan puasa, harga-harga bahan makanan umumnya mulai merambat naik (sekarang saja sudah terjadi). Kesimpulannya, pengeluaran rupiah untuk pembelian bahan makanan selama bulan puasa tidak berkurang. Malah mungkin meningkat.&lt;br /&gt;Wah, kalau uangnya ada sih tidak apa-apa. Tapi bagaimana kalau dana Anda terbatas? Bagaimana mengatur anggarannya? Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sajikan menu yang lebih sedikit ketika berbuka puasa. Memang, itu tergantung dari jumlah anggota keluarga Anda. Tapi daripada Anda menyajikan 3 atau 4 menu yang berbeda ketika berbuka, kenapa Anda tidak menyajikan 1 atau 2 menu saja? Toh untuk berbuka tidak harus makan sekenyang-kenyangnya. Masih ada waktu saat makan malam. Mungkin Anda bisa menyajikan kolak pisang pada saat berbuka puasa hari ini, bubur sumsum untuk esok, dan es blewah untuk lusa. Lebih hemat daripada ketiganya dikeluarkan sekaligus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika membeli bahan makanan, usahakan untuk tetap mengedepankan semua unsur empat sehat lima sempurna. Dengan demikian, uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan makanan jadi lebih bermanfaat karena mengandung semua unsur gizi yang diperlukan tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menyiasati harga-harga yang naik, cobalah mencari tempat-tempat yang punya harga lebih murah. Umumnya bisa Anda temukan di tempat-tempat belanja grosir. Toh pada bulan puasa Anda pasti lebih cenderung membeli barang kebutuhan rumah tangga dalam jumlah banyak. Jadi, sekalian saja berbelanja untuk banyak kebutuhan sekaligus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=1394"&gt;tabloidnova&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-4255719183762401431?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/4255719183762401431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mengatur-anggaran-di-bulan-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4255719183762401431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/4255719183762401431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mengatur-anggaran-di-bulan-puasa.html' title='MENGATUR ANGGARAN DI BULAN PUASA'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8534228721519676898</id><published>2010-07-25T05:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T05:04:57.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Mau "Invest", tapi Takut Rugi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tren pengelolaan uang saat ini bukan sekadar menabung, tapi juga melakukan inovasi keuangan. Inovasi keuangan, menurut praktisi keuangan Elvyn G Masassya, bisa dilakukan dengan cara pemilihan investasi yang tepat. Pengertian investasi yang tepat di sini adalah bagaimana menyuruh uang Anda ”bekerja” untuk Anda (baca:&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/06/14/09021325/membuat.uang.bekerja.untuk.anda"&gt; Membuat Uang "Bekerja" untuk Anda&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, masih banyak perempuan yang merasa takut untuk mulai berinvestasi. Mungkin ada di antara Anda yang sudah ditawari menjadi investor kecil-kecilan untuk bisnis teman Anda, tetapi Anda tolak karena khawatir akan nasib uang Anda. Anda juga belum berani mengambil program investasi di bank atau lembaga keuangan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan punya kebutuhan finansial yang unik. Karena perempuan hidup lebih lama daripada pria, tentu uang Anda pun harus lebih tahan lama, bukan? Perempuan juga harus bersiap hidup sendiri, entah karena bercerai, atau memilih untuk tidak menikah. Karena itu, Anda pun perlu bersiap mengambil tanggung jawab kebebasan finansial untuk Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa sih, yang bikin Anda takut berinvestasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketakutan utamanya adalah takut kehilangan uang. Butuh waktu lama bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan uang, tapi kita bisa saja menghilangkannya hanya dalam beberapa detik di pasar saham. Banyak orang yang enggan terlibat dalam pasar saham, karena risikonya yang tidak main-main. Tapi (ketakutan) ini wajar, kok," ujar Amanda Adkisson, PhD, dari Mays Business School, Texas A&amp;amp;M University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengelola uangnya secara konservatif. Namun meskipun alasannya karena takut, hal ini juga menunjukkan bahwa perempuan lebih cerdas untuk tidak gegabah mengambil tindakan. Tentunya mengingat aktivitas trading itu mahal, dan potensi kehilangannya cukup besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut rugi juga bukan satu-satu alasan mereka. "Takut kalau mereka dimanfaatkan, atau takut membuat kesalahan investasi," tukas Richard Kahler, perencana keuangan dari Kahler Financial Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ada pula ketakutan akan sesuatu yang belum mereka ketahui akan terjadi. Karena, menurut riset dari Prudential Financial, satu dari dua perempuan merasa kurang memahami apa itu saham, obligasi, atau reksadana.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah cara berpikir&lt;br /&gt;Jika kurangnya pengetahuan adalah alasan Anda merasa takut, tentu Anda bisa mengatasinya dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Entah itu dari buku-buku, majalah, internet, atau menghadiri workshop tentang investasi. Ketika Anda sudah lebih pede, dan sudah merasa siap untuk mengeksplorasi investasi ini pun, Anda bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan akan membantu Anda mengembangkan strategi secara menyeluruh, termasuk memahami resikonya. Begitu Anda mendapatkan masukan seperti ini, Anda akan lebih mampu menentukan tipe investasi yang sesuai dengan kondisi Anda, demikian menurut Karen Lawrence-Webster, praktisi keuangan dan divisional vice president Axa Professionals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk mengatasi rasa takut untuk berinvestasi adalah mengubah cara berpikir Anda mengenai hal tersebut. Investasi pada dasarnya adalah membuat uang bekerja setelah Anda memilih produk yang cocok, dan memutuskan tingkat risiko yang bersedia Anda terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap investasi pasti punya resiko. Perempuan harus menyadari toleransi resiko sekaligus toleransi uang kembali. Aktivitas keuangan Anda pasti akan membutuhkan alokasi aset, yaitu bagaimana Anda menginvestasikan dana Anda untuk saham, obligasi, atau pasar uang," ungkap Lawrence-Webster. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu Anda ketahui, alokasi aset yang terbaik pun tidak akan melindungi Anda dari kerugian secara periodik. Sisi baiknya, hal itu akan membantu Anda lebih cermat dalam proses pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Anda perlu mengambil langkah kecil dulu. Mulailah, misalnya, dengan berinvestasi dengan reksadana. Ikuti naik-turunnya aktivitas tersebut selama beberapa bulan, sebelum akhirnya menyerahkan uang lebih banyak untuk diinvestasikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8534228721519676898?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8534228721519676898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mau-invest-tapi-takut-rugi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8534228721519676898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8534228721519676898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mau-invest-tapi-takut-rugi.html' title='Mau &quot;Invest&quot;, tapi Takut Rugi'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8486894193703430364</id><published>2010-07-25T03:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T03:37:29.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>STOP IKUT SMS PREMIUM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa banyak saat ini iklan di setiap stasiun TV menyediakan berbagai iming-iming hadiah dengan cara mengirimkan SMS PREMIUM. Coba berapa banyak sahabat, kawan, rekan dan semua orang yang berada di Indonesia terpengaruh oleh Iming-iming hadiah yang dijanjikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat mubazir kalau kita ikut-ikutan kirim SMS premium, sebab satu kali SMS=2000 rupiah. betapa banyak operator keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan hadiah yang ditawarkan.&amp;nbsp;Belum saat ini hampir semua operator tergila-gila menyediakan berbagai acara-acara yang disediakan dengan mengirim sms. Mulai dari Gosip, kencan artis, Astro, Gibol,banhkan segala sesuatu yang ada di sekitar kita sudah menjadi lahan bisnis yang sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Padahal saat ini rakyat Indonesia sedang dilanda banyak musibah. Coba kalau kita bisa membuat managemen SMS khusus untuk membantu saudara kita yang terkena bencana alam, dan segala sesuatu yang terkait dengan masalah-masalah saat ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berapa banyak SMS yang aka terkumpul dalam hitungan menit. Berapa banyak duit yang akan terkumpul dan bisa disalurkan untuk disumbangkan keseluruh rakyat yang membutuhkan. Alangkah negeri ini akan makmur jika SMS Premium semua disalurkan untuk &lt;br /&gt;berderma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan untuk untung-untungan/Judi. saat ini merebak dengan trik hadiah, sementara hadiahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah SMS yang masuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stop reg sms premium, jika anda tidak mau stress gara-gara pulsa di potong setiap hari&amp;nbsp; mendingan&amp;nbsp; di sumbangkan duitnya dan ada baiknya manfaatkan pulsa anda untuk keperluan yang penting, sebab anda mengikuti sms premium akan memperkaya orang-orang tertentu sadarlah sebelum anda di bebani sama pulsa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8486894193703430364?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8486894193703430364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/stop-ikut-sms-premium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8486894193703430364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8486894193703430364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/stop-ikut-sms-premium.html' title='STOP IKUT SMS PREMIUM'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2285300904766112472</id><published>2010-07-25T03:27:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T07:44:37.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>Unreg RBT, Bisa Hemat Pulsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang takkan sewot kalau baru mengisi pulsa, pulsa sudah habis sebelum di pakai. Kasus semacam ini banyak di keluhkan para pelanggan XL. Tidak hanya XL, pengguna kartu Indosat, Telkomsel dan lainnya juga banyak yang mengeluhkan masalah “penjejalan” nada sambung ini. Namun terus terang, kalau hanya pengguna XL saja yang paling kesulitan untuk berhenti dari konten RBT ini. Padahal tidak semua pelanggan XL membutuhkan RBT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pihak operator seenaknya saja menyuntikkan RBT yang belum tentu ada manfaatnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya dengan dalih : RBT gratis selama seminggu. Jika ingin berlangganan, tekan anu anu anu dan anu. Nah… Masalahnya, kalau mau dagangan yang sportif dan profesional, dong. Kalau cara untuk berlangganan di cantumkan di tiap promo via sms maupun di cek pulsa, mestinya cantumkan pula bagaimana caranya jika konsumen tidak berminat untuk berlangganan atau diberi petunjuk caranya untuk berhenti berlangganan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pokoknya… masalah ini tidak perlu ditulis terlalu panjang lebar disini. Apalagi kalau nulisnya sembari emosi karena buruknya pelayanan XL kepada konsumennya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas, antara iklan dengan kenyataannya, XL berbeda 180 derajat di banding dengan operator lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intinya, bagi pelanggan XL yang ingin pulsanya aman dari “Tuyul” RBT, yang biasanya main potong seenaknya pulsa 7000 rupiah/bulan, caranya ketik saja permintaan untuk berhenti berlangganan RBT (ring back tone). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Caranya Ketik :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UNSUB lalu kirim ke nomer 1818. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu anda akan mendapat sms pemberitahuan sudah berhenti berlangganan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk pengguna Indosat (Mentari,Im3 dan Starone), ketik:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UNREG kirim ke 808.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengguna Telkomsel (AS dan Simpati), ketik:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RING OFF kirim ke 1212.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengguna Esia, ketik:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UNSUB kirim ke 888.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://nashoriws.wordpress.com/2009/08/22/stop-rbt-xl-mu-biar-pulsa-tidak-boros/"&gt;wordpress &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2285300904766112472?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2285300904766112472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/unreg-rbt-bisa-hemat-pulsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2285300904766112472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2285300904766112472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/unreg-rbt-bisa-hemat-pulsa.html' title='Unreg RBT, Bisa Hemat Pulsa'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2818517169783559022</id><published>2010-07-25T03:16:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T03:16:30.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>9 Tips Mengerem Hasrat Si Shopaholic</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda merasa kecemasan akan suatu hal dan masalah bisa terselesaikan bila sudah berbelanja? Atau, Anda tak pernah menolak tawaran banjir diskon yang sedang diadakan sebuah toko, lalu menyesal karena membeli barang yang sebenarnya tak Anda butuhkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ya, berhati-hatilah! Meski bukan penyakit, gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon, juga sikap yang perlu diwaspadai. Sebab, selain barang yang dibeli terkadang jadi percuma karena tak sesuai kebutuhan, pengeluaran pun akan membengkak. Menurut Dra. Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dan konsultan keluarga dari Jagadnita Consulting, munculnya sikap ini antara lain karena kepercayaan diri yang kurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya, ini berkaitan dengan masalah perasaan tak dihargai, kepercayaan diri yang kurang, atau merasa dirinya kurang berarti bagi pasangan, anak, atau orang lain. Dia merasa baru akan dihargai dan “dilihat” jika banyak berbelanja,” ujar Clara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dompet tetap “aman” dan pasangan tak melotot melihat banyaknya belanjaan Anda, simak tips berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi “mengompori” Anda. Hindari sering berbelanja beramai-ramai. Godaan untuk berbelanja lebih banyak datang pada kondisi ini. Melihat teman-teman mencoba sepatu atau baju akan membuat Anda mudah tergiur. Bila memungkinkan, berbelanjalah sendirian saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menjadikan acara ke mal sebagai cara untuk menyegarkan pikiran (refreshing). Jika ini yang terjadi, Anda akan sering mendatangi tempat itu saat pikiran ruwet. Akibatnya, Anda akan memaklumi diri sendiri saat membeli sebuah barang. Berbelanjalah saat Anda memang butuh membeli sesuatu. Faktor rekreasi hanya ditempatkan sebagai kegiatan sampingan, bukan acara utama. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cari cara berekreasi yang lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama pasangan, memasak bersama atau sambil menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan teve.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelum berencana membeli baju, buka dulu lemari Anda. Periksa apakah Anda memang benar-benar tak memiliki baju yang ingin dibeli. Kreatiflah memadu-padankan busana, sehingga tak perlu sering beli baju. Kebanyakan perempuan merasa perlu membelinya karena merasa tak punya baju untuk menghadiri acara tertentu. Sebetulnya dia punya, tapi malu bila memakai baju yang sama lebih dari dua kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli. Berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar, agar acara berbelanja jadi terfokus. Beli barang sesuai kemampuan dan kebutuhan. Membeli sesuatu yang harganya mahal, bermerek, dan dalam jumlah banyak tak masalah, asal Anda memang mampu dan butuh. Belilah barang yang memang Anda sukai, penting, dan bermanfaat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan kartu kredit, kartu diskon, dan uang tunai dalam dompet secara bijak. Meski punya banyak kartu kredit, Anda akan tetap merasa “aman” dari utang. Bila perlu, simpan kartu-kartu itu di rumah, dan bawa uang tunai seperlunya saat ke mal. Hindari berutang, baik pada teman, keluarga, atau kartu kredit hanya demi memuaskan nafsu belanja. Berutang pada teman bukan hanya membuat Anda harus menyisihkan uang untuk melunasinya, tapi juga bisa merusak hubungan pertemanan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disiplin merencanakan keuangan keluarga. Jujur dan terbukalah pada pasangan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Meski Anda memiliki gaji sendiri, diskusikan dengan baik bagaimana cara dan uang siapa yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Lakukan berdasarkan kesepakatan bersama pasangan, agar kelak tak muncul konflik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat selalu rencana besar yang sedang Anda usahakan agar terwujud, antara lain biaya keperluan sekolah anak atau uang yang harus disisihkan untuk ditabung. Cara ini akan membuat Anda lebih mengerem hasrat berbelanja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stop terus-menerus berbelanja atau melakukan berbagai perawatan ke salon, hanya agar diterima dan dicintai pasangan. Terima diri apa adanya. Percayalah, tak ada manusia sempurna. Kenali dan manfaatkan kemampuan serta sisi positif Anda. Dengan begitu, rasa percaya diri akan tumbuh dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2008/06/10/10112559/9.tips.mengerem.hasrat.si.shopaholic"&gt;kompas&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-2818517169783559022?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/2818517169783559022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/9-tips-mengerem-hasrat-si-shopaholic.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2818517169783559022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/2818517169783559022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/9-tips-mengerem-hasrat-si-shopaholic.html' title='9 Tips Mengerem Hasrat Si Shopaholic'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7647166285044813262</id><published>2010-07-25T03:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T03:11:46.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>7 Tips untuk Para "Shopaholic"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com — Bulan Juni-Juli pasti menjadi bulan-bulan yang menyenangkan tetapi sekaligus menyeramkan bagi para shopaholic. Pada bulan-bulan ini, Anda pasti akan menjadi lebih konsumtif. Selain karena banyak produk memotong harga untuk end of season, segala penawaran Jakarta Great Sale membuat sepertinya semua barang memohon untuk Anda beli. Uff, supaya Anda tidak mudah terbujuk dan masih bisa menyelamatkan sisa uang yang Anda miliki untuk bulan ini, simak beberapa tips di bawah ini:&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Cukup miliki 1 kartu kredit. &lt;br /&gt;Jika Anda tipe yang tak bisa menahan diri untuk tidak berbelanja, maka tawaran promosi potongan apa pun dari penerbit kartu kredit di toko mana pun akan membuat Anda gatal untuk berbelanja. Itu hanya satu kartu kredit yang bisa dengan mudahnya Anda lupakan utangnya. Lalu, bagaimana jika kartu kredit lain menawarkan hal-hal serupa tapi di toko yang berbeda? Duh, makin banyak utang Anda. Ketahui dan hitung kebutuhan Anda tiap bulannya. Perhitungkan, apakah Anda benar-benar butuh kartu kredit sebanyak itu? Kenyataannya, jika Anda butuh diskon untuk bisa membeli suatu barang, pada dasarnya Anda tak sanggup membeli barang itu. Sebaiknya lupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagi per warna.&lt;br /&gt;Batasi penggunaan warna pada pakaian Anda. Mengapa? Semakin banyak warna yang biasa Anda gunakan, makin banyak pula kebutuhan Anda untuk mencocokkannya. Jika Anda hanya memakai beberapa warna, misal, warna coklat, hitam, dan putih saja, maka barang-barang yang Anda beli pun tak akan jauh dari sana, dan makin sedikit yang akan Anda beli. Dengan sedikit warna yang dalam kelompok dekat, makin mudah untuk dipadupadankan untuk memaksimalkan pakaian Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan membawa kartu kredit saat belanja.&lt;br /&gt;Oke, tips yang ini sudah sangat sering didengar. Tapi ini berhasil. Simpan hanya uang tunai di dompet. Dengan begini, jika Anda melihat sesuatu yang ingin Anda beli, maka Anda harus menahan diri, dipikirkan dulu, baru kembali lagi keesokan hari jika memang masih ada ketertarikan untuk membelinya. Proses ini akan membuat Anda memikirkan penting atau tidaknya barang itu untuk dibeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Garage sale".&lt;br /&gt;Sebenarnya, jika Anda pikirkan, berapa banyak barang yang Anda butuhkan? Supaya lemari Anda tidak penuh barang-barang tak jelas, coba lakukan garage sale, entah itu lewat penjualan di garasi Anda atau lewat online. Juallah barang-barang yang sesuai musimnya. Misal, baju tanpa lengan jual pada pertengahan tahun, masa ketika memang banyak orang mencari baju untuk musim yang panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belajar menjahit.&lt;br /&gt;Mencoba menjahit pakaian Anda sendiri benar-benar bisa menghemat uang. Tambahannya lagi, Anda jadi akan makin menghargai setiap pakaian yang Anda miliki, plus, menjadi saluran untuk berkreasi. Ketimbang menghabiskan waktu mencari baju yang sempurna, Anda bisa membuat sendiri baju impian Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cari celengan.&lt;br /&gt;Tahukah Anda, meski terlihat sepele, koin-koin sisa kembalian dari pembelanjaan Anda jika dikumpulkan pun bisa jadi bernilai. Jadi, carilah celengan, setiap hari, jika di saku atau dompet Anda ada receh yang bergemerincing. Sedikit demi sedikit, koin-koin itu akan menjadi bukit. Ketika sudah penuh, tukarkan koin-koin itu ke bank, Anda pun akan mendapatkan uang yang lumayan banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jadi profesional di bidangnya.&lt;br /&gt;Suka belanja? Mengapa tidak mencoba bekerja di department store atau butik kesayangan? Biasanya para karyawan department store akan memberikan diskon untuk para karyawannya. Anda pun akan mengetahui barang-barang terbaru apa musim ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7647166285044813262?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7647166285044813262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/7-tips-untuk-para-shopaholic.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7647166285044813262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7647166285044813262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/7-tips-untuk-para-shopaholic.html' title='7 Tips untuk Para &quot;Shopaholic&quot;'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-1359815487333336730</id><published>2010-07-25T03:09:00.001-07:00</published><updated>2010-07-25T03:09:31.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop boros'/><title type='text'>5 Gejala Shopaholic</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com - Sebuah penelitian di Inggris menyatakan 2-10 persen orang dewasa cenderung senang berbelanja. Pada perempuan, kecenderungan ini meningkat 9 kali lebih besar daripada lelaki. Nah, apakah Anda memiliki kecenderungan menjadi shopaholic? Simak 5 tanda berikut!&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Anda sangat bersemangat membicarakan rencana jalan-jalan untuk berbelanja. Jika tidak bisa merealisasikannya dalam satu minggu, Anda pasti akan kecewa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mood sering berubah. Saat berbelanja, Anda sangat gembira. Namun, emosi Anda bisa berubah muram ketika uang yang dimiliki menipis atau malah habis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda melihat acara pernikahan atau pesta bukan sebagai momen untuk bersenang-senang, tetapi sebagai alasan untuk berbelanja baju baru. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemari Anda penuh dengan pakaian, sepatu, perhiasan, dan peralatan makeup yang baru dipakai sekali atau masih terpasang label harga atau malah belum tersentuh sejak dibeli. Anda memang ingin membeli barang-barang itu, tanpa tahu kapan akan memakainya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda banyak berutang karena gaji Anda tidak bisa mendukung kebiasaan belanja ini.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, apakah Anda termasuk si shopaholic ini? Stop boros&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-1359815487333336730?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/1359815487333336730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/5-gejala-shopaholic.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1359815487333336730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1359815487333336730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/5-gejala-shopaholic.html' title='5 Gejala Shopaholic'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5539286619951408569</id><published>2010-07-24T10:41:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T10:41:20.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>AYO HEMAT AIR.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AIR adalah kebutuhan mendasar bagi kehidupan setelah udara. Bahkan orang yang paling sehat sekalipun akan mati dalam seminggu karena dehidrasi. Yang sangat memprihatinkan adalah, kurangnya air bersih menghantui lebih dari 7.000 anak di negara miskin setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari mereka harus berjalan paling sedikit 3 jam untuk menimba air bersih. Bagi kita yang terlahir di negara kaya air bersih, tampaknya hampir tidak ada kesulitan dalam mendapatkan air bersih, dan kebanyakan dari kita akan dengan mudah menyia-nyiakan air sesuka hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semakin sedikit air yang dihabiskan, semakin sedikit sumber daya yang habis. Namun tentunya juga tidak bijaksana bila kita sengaja mengurangi penggunaan air yang sudah sepatutnya digunakan. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi pemborosan air. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan :&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mandilah secukupnya. Hindari kebiasaan mengguyur diri atau menyirami diri dengan shower seusai mandi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ganti gayung mandi Anda dengan shower. Pilih kepala shower yang model yang hemat air. Shower akan jauh menghemat air daripada gayung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biasakan menutup kran air ketika Anda menyikat gigi, dan bagi Anda yang bercukur dan mencuci muka, sebaiknya tampung dahulu air basuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mesin cuci yang mencuci lebih banyak baju akan mengkonsumsi lebih sedikit air daripada yang hanya mencuci setengah dari kapasitasnya. Gunakan pula mesin cuci yang hemat energi dan air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air kran yang menetes menghabiskan sekitar 14 persen dari total air yang kita gunakan. 1 tetesan tiap detik akan menghabiskan air kira-kira 4 liter sehari dan lebih dari 1200 liter setahun. Periksa lagi kondisi kran rumah Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencuci mobil dengan selang yang mengalir menghabiskan begitu banyak air. Mulailah gunakan ember dan lihatlah perbedaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demikian pula bila Anda hendak menyiram tanaman, gunakanlah ember dan gayung daripada selang. Anda bisa memperkirakan sebanyak apa Anda harus menyiram dan Anda bisa sekaligus berolahraga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika merebus sayuran atau masakan lainnya, gunakan air secukupnya untuk merendam masakan tersebut. Mengukus bahkan jauh lebih menghemat air dan mejaga kandungan nutrisi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa yang Anda lakukan adalah mengurangi pemborosan, bukan mengurangi pemakaian yang sewajarnya. Jagalah kesehatan diri dan sanitasi lingkungan, dan jangan pernah mengurangi jumlah air untuk hal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tirtabenteng.com/index.php/component/content/article/62-ayo-hemat-air"&gt;tirtabenteng&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5539286619951408569?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5539286619951408569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/ayo-hemat-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5539286619951408569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5539286619951408569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/ayo-hemat-air.html' title='AYO HEMAT AIR.'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7990220963537307391</id><published>2010-07-24T10:17:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T10:17:25.839-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Hemat Energi Mulai Dari Sekarang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya-upaya nyata kita untuk mendukung penghematan energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghematan sumber daya energi harus dimulai sejak sekarang, dari diri kita dan lingkungan keluarga kita. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan energi ? Berikut beberapa contoh yang bisa dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari :&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mulailah menyusun rencana perjalanan kita dan anggota keluarga terlebih dulu, tujuannya, rutenya dan waktunya. Apabila ada beberapa tujuan yang bisa dilakukan dalam satu kali perjalanan, kenapa tidak digabungkan saja untuk menghemat pemakaian BBM kendaraan kita ?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak usah keluar rumah dengan kendaraan apabila tidak perlu benar atau sekedar keliling kota.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila hanya satu tujuan, alangkah baiknya menggunakan alat transportasi umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarak tempuh yang pendek dan dekat serta bisa dilakukan sendiri, sebaiknya menggunakan alat transport yang lebih kecil seperti sepeda motor atau sepeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihatkah susunan acara TV yang terdapat di majalah atau koran dan tentukan kapan kita akan menonton acara tertentu agar TV tidak perlu dihidupkan sepanjang malam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan TV bila ternyata tidak ditonton atau sedang melakukan kegiatan lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan lampu secukupnya di rumah dan lampu yang tidak begitu diperlukan sebaiknya dipadamkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyalakan lampu yang lebih kecil dayanya untuk bagian rumah yang tidak ada kegiatan di dalamnya, kalau perlu lampunya dimatikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batasi penggunaan hi-fi atau sound system yang menggunakan daya listrik besar. Mulailah dibiasakan mendengarkan musik dari MP3 player atau dari telepon genggam. Dengan menggunakan head set / head phone suara yang didengar tidak kalah bagusnya dibanding dengan sound system berdaya listrik besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menonton film kesayangan tidak perlu dengan home theater sound system, cukup speaker kecil atau langsung dari speaker TV.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidupkan AC pada pengaturan suhu di atas 25 derajat celcius dan matikan bila tidak diperlukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan kipas angin bila kita sudah tidak menggunakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kegiatan menyeterika pakaian sebaiknya dilakukan satu atau dua kali seminggu, jangan menyeterika pakaian setiap hari hanya untuk pakaian yang akan dipakai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila mencuci pakaian dengan mesin cuci, cucilah pakaian apabila sudah terkumpul cukup banyak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Anda mungkin penghematan ini tidak memberi pengaruh yang berarti apabila Anda melihat masih banyak orang yang boros energi di luar sana. Tetapi setidaknya Anda sudah berhemat uang dan uang tersebut dapat ditambahkan ke dalam tabungan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca Lanjutannya &lt;a href="http://carritawisatacontent3.blogspot.com/2008/08/ayo-hemat-energi-mulai-dari-sekarang.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7990220963537307391?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7990220963537307391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/hemat-energi-mulai-dari-sekarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7990220963537307391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7990220963537307391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/hemat-energi-mulai-dari-sekarang.html' title='Hemat Energi Mulai Dari Sekarang'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7469914991953084336</id><published>2010-07-24T09:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T09:48:15.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Mengukur Pendapatan Si Dia dan Anda Sebelum Menikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com - Sebelum memutuskan "I do,", selidiki dulu aset dan liability calon pasangan Anda. Jangan takut akan dianggap matre, karena memang sebaiknya ini dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan perkawinan kelak. Cinta memang penting, tapi keamanan finansial juga perlu diperhatikan. Ingat, banyak perkawinan kandas gara-gara faktor ekonomi. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oke, cobalah hitung berapa nilai aset yang dimiliki oleh calon pasangan Anda. Berapa liability (utang dan kewajiban) yang menjadi beban calon pasangan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asset - Liability = Net Worth&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian, apakah Anda tetap mau menikah dengan kekasih bila ternyata dia memiliki net worth sebesar minus Rp 250 juta, sedangkan gaji dia hanya sebesar Rp 5 juta dan gaji Anda pun sebesar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda dan pasangan sama-sama lajang dan belum pernah menikah, berangkat dari kelas ekonomi yang sama, dan memiliki net worth yang sama kecil atau besarnya, mungkin Anda bisa mengabaikan financial check up ini. Namun, bila Anda berada dalam dua kondisi di bawah ini, sangat disarankan untuk melakukannya sebelum telanjur melangkah ke penghulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda dan dia berasal dari kelas ekonomi yang berbeda. &lt;br /&gt;Misalnya Anda berasal dari keluarga yang sangat kaya, sementara si dia entah dari mana. Walau Anda dalam rentang usia yang setara, tetapi bila terjadi gap yang terlampau jauh, maka hal ini perlu diwaspadai, apakah pernikahan ini memiliki motif ekonomi? Pasalnya, saat ini sangat banyak perkawinan yang dilatarbelakangi oleh motif ekonomi atau "perbaikan nasib". Sebenarnya hal itu sah-sah saja, sepanjang kedua belah pihak telah memahami posisi ekonomi masing-masing dan menerima dengan pikiran sadar dan hati yang lapang dan tulus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Si dia pernah menikah&lt;br /&gt;Financial check up seperti ini juga berlaku bagi mereka yang akan menikah pernah mengalami pernikahan sebelumnya. Jadi bila calon pasangan Anda pernah menikah sebelumnya, cobalah cari tahu untuk hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Apakah dia menduda karena kematian atau perceraian?&lt;br /&gt;b. Apakah dia memiliki kewajiban atau tanggung jawab pada istri atau anak-anak dari perkawinannya yang pertama?&lt;br /&gt;c. Berapa bagian dari gaji calon pasangan yang harus diberikan kepada keluarga lamanya, dan berapa sisanya untuk keluarga yang akan Anda bangun bersamanya?&lt;br /&gt;d. Berapa total asset and liability serta net worth yang akan dibawa ke dalam perkawinan Anda dengannya? Apabila Anda memiliki net worth sebesar, katakanlah Rp 10 miliar, namun calon Anda yang duda itu memiliki total net worth minus Rp 20 miliar, akibat utang bisnis di mana-mana dan utang bank. Serta semua asetnya telah diagunkan juga ke bank. Apakah Anda mau "mengorbankan" dan "menukarkan" aset Adna dengan cinta kekasih Anda? Poinnya di sini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah cinta Anda akan tetap utuh dan indah, bila ternyata dalam perkawinan Anda, menghasilkan akumulasi net worth yang buruk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah Anda akan tetap mencintai pangeran yang tampan namun memiliki utang yang sangat besar dan membahayakan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan di tangan Anda, namun kebahagiaan dan penderitaan menjadi konsekuensinya. Ingatlah, hidup ini tak cukup hanya dengan cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7469914991953084336?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7469914991953084336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mengukur-pendapatan-si-dia-dan-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7469914991953084336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7469914991953084336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mengukur-pendapatan-si-dia-dan-anda.html' title='Mengukur Pendapatan Si Dia dan Anda Sebelum Menikah'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7292104556170320617</id><published>2010-07-24T09:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T09:49:59.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Membicarakan Keuangan dengan Pasangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com - Masalah keuangan bisa dimulai bahkan sebelum ikrar sehidup semati datang untuk menyatukan Anda dan si dia. Biaya pernikahan bisa menjadi semacam lubang kecil di antara Anda dan dia yang bisa saja bertambah lebar seiring Anda dan dia menjalin hubungan. Para pakar keuangan sepakat bahwa masalah keuangan pasangan harus dibicarakan serius dan ketika sudah mendapatkan kata dan visi yang sama, sama-sama saling berkomitmen untuk menjalankannya. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Berikut adalah saran yang bisa dilakukan oleh pasangan yang memiliki masalah keuangan di antara mereka:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Turunkan gengsi dan emosi. Jujurlah dengan pasangan Anda mengenai situasi dan kondisi finansial Anda. Jika sesuatu yang buruk terjadi, dan Anda atau dia kehilangan pemasukan atau tabungan, berarti melanjutkan gaya hidup yang sama sebelum kejadian adalah hal yang tidak realistis. Karenanya, penting untuk masing-masing mengetahui kondisi keuangan pasangannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan mencoba menyelesaikan masalah di tengah-tengah pertengkaran yang sengit. Sisihkan waktu yang nyaman dan tidak riskan untuk Anda dan pasangan agar bisa sama-sama membuka hati dan pikiran membicarakan masalah ini. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelajari tipe keuangan pasangan Anda. Apakah ia tipe penabung atau tipe pebelanja. Ketika masing-masing sudah mengetahui hal ini, maka akan lebih mudah untuk mengatur keuangan dan saling memelajari kecenderungan masing-masing. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menyembunyikan pemasukan atau utang apa pun. Keluarkan semua dokumen keuangan, termasuk laporan kredit, pembayaran yang tertunda, polis asuransi, utang, juga dokumen investasi ke meja. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat ingin bertanya atau mengucapkan sesuatu, upayakan tidak dalam kalimat yang menyakitkan. Jangan menuduh dan jangan menyalahkan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika diperlukan, buatlah satu rekening bersama untuk keperluan sama-sama, keperluan keluarga, dan rumah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Putuskan siapa yang bertugas membayar tagihan-tagihan bulanan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita semua memiliki hobi dan kesukaan yang tak pelak, butuh uang. Penting untuk Anda dan si dia masing-masing memiliki uang untuk melakukan hal yang ia sukai, asalkan bermanfaat. Putuskan pula, apakah penggunaan uang saku tersebut harus dilaporkan ke pasangannya atau tidak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bicarakan gol keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Adalah hal yang baik untuk memiliki gol individual, tapi Anda pun butuh gol keuangan keluarga juga, lho. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa untuk membicarakan perihal membiayai orangtua masing-masing saat mereka memasuki usia lanjutnya, dan merencanakan keuangan untuk kebutuhan finansial mereka, jika dibutuhkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7292104556170320617?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7292104556170320617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/membicarakan-keuangan-dengan-pasangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7292104556170320617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7292104556170320617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/membicarakan-keuangan-dengan-pasangan.html' title='Membicarakan Keuangan dengan Pasangan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-8562836794792133850</id><published>2010-07-24T09:40:00.001-07:00</published><updated>2010-07-24T09:50:48.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>5 Alasan Wanita Tidak Mandiri secara Finansial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com — Untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan. Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan. Sebagian yang telah mempunyai rencana pun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terbuai asmara&lt;br /&gt;Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive), sementara wanita tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, agar mampu bertahan hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terlalu muda untuk menabung&lt;br /&gt;Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja, dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tergoda belanja dan terlilit utang&lt;br /&gt;Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion, dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terintimidasi sukses&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun, kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga. Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran, dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin, baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, sejumlah wanita merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terdorong untuk membantu orang lain&lt;br /&gt;Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga, bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan, dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogianya wanita memerhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekadar gengsi. Wanita perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemandirian finansial bukan sebatas tidak bergantung pada pasangan, melainkan juga memahami bahwa wanita dapat mengelola finansial secara mandiri. Selamat Hari Kartini!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-8562836794792133850?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/8562836794792133850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/5-alasan-wanita-tidak-mandiri-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8562836794792133850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/8562836794792133850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/5-alasan-wanita-tidak-mandiri-secara.html' title='5 Alasan Wanita Tidak Mandiri secara Finansial'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5478904912266750550</id><published>2010-07-24T09:36:00.001-07:00</published><updated>2010-07-24T09:51:31.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Mengapa Perempuan Sulit Menabung?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com — Perempuan mengeluh defisit keuangan dalam rumah tangga, namun juga tak membatasi diri dari perilaku konsumtifnya. Akhirnya, perempuan pekerja dan kaum ibu penyokong ekonomi keluarga merasa kesulitan memenuhi kebutuhan. Kondisi keuangan sering kali tak tersisa setiap bulan, bahkan defisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak masalahnya sebenarnya bukan karena penghasilan yang minim, tetapi bagaimana mengelola keuangan dengan baik, membuat prioritas, dan disiplin menjalankan pengelolaan keuangan keluarga. Bahkan, banyak perempuan tak menyadari pentingnya menabung, dan meyakini bahwa pendapatannya sangat bisa dialokasikan untuk tabungan. Asalkan mengurangi konsumsi yang bukan prioritas penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing &amp;amp; Communication Director Prudential Indonesia, mengatakan, kesadaran perempuan untuk menabung masih rendah. Hal ini dialami perempuan pekerja ataupun ibu rumah tangga yang juga menyokong ekonomi keluarga dengan berbagai usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang bisa membatasi diri untuk berbelanja, entah karena ikut teman atau tren, menjadi sumber masalah keuangan hingga defisit. Perempuan sebagai penyokong bahkan penunjang utama ekonomi keluarga sudah harus mengubah pola pengelolaan keuangannya, jelas Nini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebanyakan perempuan, dengan penghasilan Rp 1,5-Rp 2 juta per bulan, yang bekerja sebagai pedagang kaki lima, misalnya, tidak memiliki rekening tabungan di bank. Uang hanya disimpan di rumah dan mudah habis, bahkan hilang. Perempuan perlu disosialisasikan bahwa mereka harus menabung dari hasil kerja keras mereka," papar Nini kepada Kompas Female, di sela pelatihan pengelolaan dan perencanaan keuangan (financial literacy) kepada 300 perempuan PKL dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DKI Jakarta, di Wisma Mandiri, Jakarta, Rabu (14/7/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuan mengelola uang, termasuk menyisihkan uang untuk menabung, perempuan bisa meringankan masalah keuangannya. Setidaknya perempuan juga bisa mengurangi bebannya karena selain bekerja, ada tanggung jawab lain yang lebih dilekatkan kepada perempuan, yakni mengurus anak dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan semua perannya, jika keuangan keluarga masih tekor, yang disalahkan lantas perempuan. Lalu perempuan panik mencari cara membayar semua keperluan. Perempuan pusing dengan berbagai masalahnya, namun juga masih saja konsumtif," papar Nini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nini, perempuan pekerja dan ibu rumah tangga penyokong ekonomi keluarga sangat bisa menyisihkan Rp 300.000 saja untuk menabung. Caranya, dengan membatasi konsumsi, seperti pada perhiasan, pakaian, salon, dan kebutuhan lain yang bukan prioritas utama. Kaum ibu disarankan sebisa mungkin menahan keinginan untuk memberikan segalanya yang terbaik bagi anak jika kondisi keuangan ternyata tak memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, namun lihat kembali kondisi ekonomi keluarga, dan jangan memaksakan jika anggaran tak mencukupi," kata Nini. Ia menegaskan, perempuan perlu menyadari pentingnya mengelola keuangan, termasuk menabung. Apalagi bagi perempuan yang berperan sebagai tulang punggung keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5478904912266750550?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5478904912266750550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mengapa-perempuan-sulit-menabung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5478904912266750550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5478904912266750550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/mengapa-perempuan-sulit-menabung.html' title='Mengapa Perempuan Sulit Menabung?'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-6308734660390363653</id><published>2010-07-24T09:33:00.001-07:00</published><updated>2010-07-24T09:52:23.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Siasat Hemat di Salon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOMPAS.com - Memanjakan diri di salon memberi efek yang luar biasa, kita merasa lebih cantik dan segar. Sayangnya, ritual ini seringkali menguras dompet. Berikut 8 cara hemat perawatan di salon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Training Salon&lt;br /&gt;Bila Anda hanya ingin treatment rambut, atau mani-pedi dengan harga terjangkau, coba pilih salon-salon training. Sekarang ini sudah banyak salon terkemuka yang membuka salon khusus untuk melatih para calon hairstylist atau terapis. Kualitas pelayanan mereka tak kalah dengan yang sudah profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Murah Meriah&lt;br /&gt;Jika tujuan Anda pergi ke salon hanya untuk mendapatkan potongan rambut yang sangat simpel, seperti memotong poni yang sudah terlalu panjang atau ingin potong rambut model lurus tanpa layer, coba minta bantuan ibu atau teman untuk memotongkan rambut Anda. Sehingga Anda tak perlu membayar mahal hairstylist profesional. Atau, pilih saja salon biasa di dekat rumah yang mematok harga standar. Begitu pun untuk creambath, salon-salon yang ada di kawasan perumahan, juga bisa memberikan pelayanan yang memuaskan dengan harga yang lebih bersahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beli Alatnya&lt;br /&gt;Daripada harus menghabiskan uang untuk mem-blow rambut setiap kali Anda pergi, lebih baik Anda membeli alat yang biasa digunakan para hairstylist profesional. Pasalnya, faktor penting tatanan rambut di salon terlihat istimewa adalah karena kualitas peralatan yang digunakan. Meskipun harga peralatannya mahal, toh, Anda bisa menggunakannya sepanjang waktu tanpa perlu bolak balik ke salon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rencanakan Lebih Dulu&lt;br /&gt;Salah satu hal yang membuat Anda sering "bangkrut" ketika berada di salon, karena tak adanya perencanaan yang matang. Niat semula yang hanya gunting rambut, tetapi kemudian tergoda rayuan si Mbak Salon, perawatan pun bertambah menjadi highlights, dan mani-pedi. Belum lagi ada embel-embel pemakaian produk tertentu. Tak terasa budget Anda pun membengkak dua sampai tiga kali lipat. Karena itu, ada baiknya Anda rencanakan lebih dulu perawatan apa yang akan Anda lakukan di salon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilih Paket&lt;br /&gt;Ketimbang Anda bolak-balik ke salon hanya untuk perawatan satuan, lebih baik ambil beberapa perawatan sekaligus dalam satu waktu. Misalnya satu bulan sekali Anda "bertapa" di salon untuk hair spa, facial, mani-pedi, dan sebagainya. Dengan begitu, Anda bisa berhemat biaya salon, transportasi, tip, dan makan. Lumayan banyak, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jadi Member&lt;br /&gt;Bila Anda sudah cocok dengan salon tertentu, dan mendatanginya secara rutin, lebih baik Anda menjadi member salon tersebut. Biasanya ada penawaran menarik untuk anggota, di antaranya mendapat potongan harga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Di-mix Saja&lt;br /&gt;Ada beberapa perawatan yang bisa disiasati, salah satunya highlights. Sebelum melakukan perawatan ini, cobalah untuk mewarnai sendiri rambut Anda dengan produk yang ada di konter-konter. Setelah itu baru temui penata rambut untuk memberi efek highlights agar hasil pewarnaan Anda maksimal. Dengan cara ini setidaknya Anda hanya perlu mengeluarkan setengah biaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berikan Tip Secukupnya&lt;br /&gt;Jika merasa puas dengan pelayanan penata rambut atau terapis di salon, sah-sah saja memberikan tip. Tapi, tak perlu berlebihan, beri tip sepantasnya saja. Misalnya untuk stylist yang menggunting atau mewarnai rambut Anda, bisa diberikan 10-20 persen dari jumlah biaya treatment. Sedangkan untuk yang mencuci dan mem-blow rambut cukup berikan Rp 5 ribu - 10 ribu. Bahkan bila pemilik salon sendiri yang menata rambut Anda, tak perlu memberikan tip kepadanya. Yang penting, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah membantu melayani Anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-6308734660390363653?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/6308734660390363653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/siasat-hemat-di-salon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6308734660390363653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/6308734660390363653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/siasat-hemat-di-salon.html' title='Siasat Hemat di Salon'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5819144381744396180</id><published>2010-07-23T09:28:00.001-07:00</published><updated>2010-07-24T09:54:36.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Cara Cepat Dinginkan Udara Tanpa AC</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DENGAN udara yang kian hari kian panas, semua orang rasanya mencari cara untuk menyejukkan tubuh. Menghidupkan AC pasti solusinya. Tapi sayang, tidak semua orang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa kalangan masyarakat, pemakaian AC mulai dikurangi. Alasannya, ingin menurunkan tagihan listrik, menghemat energi, tidak punya AC, dan sebagainya. Kalau Anda adalah salah satunya, berikut lima cara cepat agar tubuh tetap sejuk di musim panas, seperti dikutip Modern Mom.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tutup jendela&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membiarkan jendela terbuka di siang hari akan memanaskan udara dalam rumah. Karena itu, tutup jendela termasuk tirai sebelum matahari menembus jendela di pagi hari. Kemudian, buka jendela di malam hari jika udara di luar lebih dingin daripada di dalam rumah. Udara dingin malam hari akan bersirkulasi dengan udara panas dalam ruangan akibat panas matahari siang hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsumsi makanan dingin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari yang panas, mengonsumsi makanan dingin akan menurunkan suhu tubuh Anda, terutama makanan berbahan sayur-sayuran dan buah-buahan (misal salad dan es buah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berenang atau mandi air dingin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingin solusi lebih cepat? Ambil es batu dan oleskan pada bagian dalam pergelangan tangan Anda. Pembuluh darah sangat dekat dengan kulit di daerah tersebut. Dengan es batu, tubuh Anda akan segera merasa lebih dingin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Matikan lampu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bola lampu pijar tidak hanya menghasilkan banyak cahaya, tetapi juga banyak panas. Sebaiknya, pertimbangkan solusi untuk mengganti bola lampu ruangan. Selain mendinginkan, mematikan lampu juga menghemat energi dan uang Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunakan kipas angin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda memiliki ceiling fan (kipas angin gantung), pastikan baling-baling kipas berada di arah yang benar. Ceiling fans dapat digunakan pada musim dingin untuk membelokkan arus dingin ke atas ruangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda menggunakan standing fan, tempatkan di depan Anda sambil menyemprotkan air bening dari botol semprot (spritzer). Ketika air menguapkan udara panas dari kulit, tubuh Anda akan segera merasa lebih dingin. Sementara untuk bepergian, Anda bisa menggunakan kipas mini dengan spritzer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Solusi lebih permanen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada solusi lebih permanen untuk mengalahkan panas tanpa harus memakai AC. Salah satunya adalah menanam pohon di daerah strategis, seperti pekarangan rumah. Solusi lainnya adalah memasang penyekat loteng untuk menjaga udara dingin di rumah Anda “kabur” melalui langit-langit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda menggunakan pendingin udara sentral, pastikan untuk menutup saluran, terutama ventilasi di mana Anda dapat kehilangan hingga 20 persen udara dingin. Terakhir jika Anda menyukai penampilannya, siapkan tenda (awning) untuk mengurangi panas dari sinar matahari yang diserap rumah Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2010/07/23/27/355953/cara-cepat-dinginkan-udara-tanpa-ac"&gt;okezone&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5819144381744396180?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5819144381744396180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/cara-cepat-dinginkan-udara-tanpa-ac.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5819144381744396180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5819144381744396180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/cara-cepat-dinginkan-udara-tanpa-ac.html' title='Cara Cepat Dinginkan Udara Tanpa AC'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-7745879140833870392</id><published>2010-07-22T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T23:47:40.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Liburan Hemat Perlu Direncanakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musim liburan tinggal dua-tiga bulan lagi. Anda tergiur untuk menerima ajakan teman untuk berlibur, tapi bagaimana bila keuangan sedang mepet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, Anda bisa mencoba untuk mulai mengubah mindset, bahwa liburan sebaiknya direncanakan dengan cermat. Misalnya, pada bulan apa Anda hendak berlibur, berapa lama waktu yang akan Anda gunakan, dan dimana Anda akan menginap. Bila semuanya direncanakan sejak awal, Anda bisa berlibur setiap tahun dengan biaya yang lebih murah. Cara-cara di bawah ini bisa Anda pertimbangkan untuk merencanakan liburan murah.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tentukan waktu yang tepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun, atau akhir tahun, biasanya merupakan masa liburan favorit semua orang. Namun justru karena itulah, harga tiket dan hotel bisa melonjak naik. Anda masih bisa kok, liburan di tempat yang sama (bahkan di hotel yang sama) dengan biaya yang lebih ringan. Syaratnya, Anda berlibur di luar peak season. Menjelang masa liburan, atau sesudah musim liburan, tarif pesawat atau hotel biasanya sudah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tentukan lama liburannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Liburan tak harus selalu dilakukan dalam waktu lama, apalagi jika dana sedang mepet. Liburan saat long weekend pun sudah cukup membuat tubuh dan pikiran rileks setelah didera pekerjaan yang bertubi-tubi. Dengan waktu liburan yang lebih singkat, tentu Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menabung sejak awal tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berencana untuk liburan saat peak season, cara termudah untuk menikmatinya tanpa terasa berat adalah menabung sejak beberapa bulan sebelumnya (tergantung kemampuan Anda). Misalnya budget untuk liburan adalah Rp 3 juta, maka sebulan Anda bisa menyisihkan sekitar Rp 300.000 untuk ditabung. Sisihkan lebih banyak jika Anda mendapatkan bonus khusus. Jika Anda termasuk penggila belanja, tentu Anda harus menabung lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gunakan paket dari budget airlines&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Buat perencanaan sejak awal, kapan Anda akan berlibur. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan tiket promo dari budget airlines dengan harga yang benar-benar murah. Anda bisa bergabung sebagai member di situs airlines semacam ini, untuk mendapatkan informasi lebih awal mengenai paket-paket promo yang ditawarkan. Kekurangan dari cara ini, Anda tak bisa membatalkan rencana perjalanan Anda. Jika Anda memesan tiket pesawat secara online pun biasanya tiket tak dapat dijadwalulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilih family room atau apartemen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda berlibur bersama keluarga, memesan satu family room cenderung lebih menguntungkan daripada memesan dua kamar dengan satu ranjang tambahan. Alternatif lain adalah dengan menyewa apartemen untuk beberapa malam. Keuntungannya, di dalam apartemen Anda bisa menggunakan dapur untuk memasak makanan sendiri. Tentu, hal ini bisa dilakukan bila Anda bukan termasuk pemburu makanan lokal. Atau, Anda membawa anak-anak yang harus mengonsumsi makanan rumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilih hotel "melati" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat berlibur, Anda tentu lebih memilih jalan-jalan ketimbang diam di dalam hotel, bukan? Jadi, untuk apa memesan hotel bintang tiga atau bintang lima? Kenyamanan itu hanya Anda dapatkan saat Anda tidur, kok. Di situs seperti indo.com/hotels, Anda bisa mencari hotel-hotel dengan tarif kamar yang murah. Bila Anda masih lajang, Anda juga bisa bergabung dengan komunitas CouchSurfing (www.couchsurfing.org) untuk mendapatkan tumpangan gratis saat berlibur ke luar kota atau luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/04/05/15493318/liburan.hemat.perlu.direncanakan"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-7745879140833870392?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/7745879140833870392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/liburan-hemat-perlu-direncanakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7745879140833870392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/7745879140833870392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/liburan-hemat-perlu-direncanakan.html' title='Liburan Hemat Perlu Direncanakan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5292631266169095833</id><published>2010-07-22T23:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T23:44:22.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Cermat Mengelola Keuangan Saat Liburan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda berencana bepergian bersama keluarga atau teman-teman di musim liburan ini? Yang perlu Anda persiapkan menjelang liburan nanti tentunya bukan hanya akomodasi dan lokasi wisata, tetapi juga keuangan. Enggak asyik kan, kalau Anda kehabisan uang saat liburan masih berjalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mengikuti tips mengatur anggaran liburan dan pengeluaran dari Visa, berdasarkan riset terhadap 7.500 pelancong di seluruh Asia Pasifik berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Susun rencana dan anggaran liburan jauh sebelum keberangkatan. Untuk menghindari pengeluaran tak terduga ketika dalam perjalanan, rencanakan anggaran liburan dan lakukan identifikasi kegiatan dan pembelian yang menimbulkan alokasi dana yang besar, sehingga harga yang muncul tidak mengagetkan.&amp;nbsp; Di samping itu, pemegang kartu harus memberitahukan bank penerbit kartu masing-masing sebelum berangkat, untuk menghindari gangguan terhadap kartu Anda. Selalu ingat nomor PIN Anda, namun jangan menyimpannya di ponsel atau dompet. Untuk berjaga-jaga, buat pembayaran otomatik untuk kartu kredit, dan pastikan Anda memiliki dana cukup dalam rekening debit Anda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut hasil riset Visa travel, para pelancong memerlukan waktu rata-rata 14 minggu untuk merencanakan liburan mereka. Tiga perempat dari responden juga mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk merencanakan dan memesan liburan secara online. Internet merupakan sumber yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi perjalanan dan mengecek cara-cara pembayaran yang tersedia di tempat tujuan liburan.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cek penawaran untuk tujuan liburan Anda. Untuk merencanakan anggaran perjalanan dengan lebih lebih rinci, para pelancong perlu mengecek promo-promo lokal di (negara) tempat tujuan mereka, mulai dari tinggal di hotel gratis sampai dengan diskon di restoran-restoran. Dengan demikian, Anda dapat menikmati akses terhadap promo tersebut namun dengan biaya yang hemat. Untuk Anda pemegang kartu Visa, dapatkan informasi mengenai biaya-biaya liburan dengan mengunjungi www.visagoexplore.com. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Semakin sedikit uang tunai yang dibawa semakin sedikit risikonya. Keamanan pribadi semakin meningkat dengan menggunakan metode-metode pembayaran elektronik Visa seperti kartu debit, kartu kredit, atau kartu pra-bayar (prepaid card).&amp;nbsp; Hampir satu dari dua orang responden (45 persen) mengatakan bahwa alasan utama memilih menggunakan kartu pembayaran elektronik daripada uang tunai atau cek perjalanan untuk transaksi di luar negeri adalah untuk memperkecil risiko. Hanya 4 persen dari para pelancong berpendapat bahwa membawa uang tunai itu aman. Jika uang tunai hilang atau dicuri, uang tersebut akan hilang untuk selamanya sedangkan kartu Visa dapat diganti dengan menelepon bank penerbit. Pelancong yang mencari cara cermat untuk membayar akan merasa lebih nyaman mengetahui bahwa Visa diterima di jutaan lokasi merchant di dunia.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan ATM untuk cara aman, nyaman, dan mudah ke anggaran. Untuk menghindari membawa uang tunai dalam jumlah besar, dua per tiga (64 persen) dari responden memilih untuk mengambil uang tunai dari ATM di daerah tujuan mereka. Terdapat lebih dari 1,6 juta ATM berlogo Visa di dunia, termasuk bandara-bandara utama, menjadikan lebih mudah dan nyaman untuk mengakses anggaran. Pemegang kartu dapat mencari ATM berlogo Visa atau PLUS untuk memastikan bahwa kartu pembayaran internasional diterima. Ellyana Fuad, Country Manager Indonesia Visa, mengatakan, “Kartu menyediakan mata uang tunggal yang diterima secara global, dan pelancong dapat mengakses uang mereka dengan mudah ketika bepergian, dan tidak perlu menarik uang tunai dalam jumlah besar sebelum melakukan perjalanan. Dalam waktu 24-jam ATM tersedia di bandara-bandara dan tujuan wisata utama. Pelancong dapat mengakses uang mereka dengan mudah dan memperoleh mata uang lokal dengan nyaman.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simpan rincian kartu yang penting dan nomor telepon darurat di tempat yang aman dan mudah dibawa. Apabila terjadi hal yang tidak diharapkan, para pelancong bisa menelepon Visa Global Customer Assistance Service (GCAS) untuk membatalkan kartu-kartu dan mengurus pergantiannya dengan cepat. Sebuah kartu pembayaran Visa juga memberikan proteksi&amp;nbsp; bebas tanggung jawab (zero liability) terhadap pembelian-pembelian yang tidak sah (unauthorized). Hal ini lebih menguntungkan jika dibanding menggunakan cek perjalanan atau uang tunai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kembali dari liburan, periksa laporan pembayaran kartu dan segera menghubungi bank penerbit jika ada biaya-biaya yang tidak benar atau mencurigakan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/06/09/11593648/cermat.mengelola.keuangan.saat.liburan"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5292631266169095833?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5292631266169095833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/cermat-mengelola-keuangan-saat-liburan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5292631266169095833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5292631266169095833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/cermat-mengelola-keuangan-saat-liburan.html' title='Cermat Mengelola Keuangan Saat Liburan'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5689379881233310294</id><published>2010-07-22T23:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T23:35:22.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>9 Ide Mengisi Waktu Liburan dengan Hemat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda mungkin sudah merencanakan core leave, atau cuti besar, tahun ini. Sialnya, kesibukan kerja justru membuat Anda tak sempat merencanakan, akan diapakan liburan itu nanti. Atau, karena kepepet, Anda memilih berlibur ke suatu tempat yang sudah sering Anda kunjungi. Akhirnya, karena sudah bosan mengunjungi obyek-obyek wisatanya, malas jalan kaki (mau liburan kok malah capek?), atau persediaan uang menipis, Anda hanya bermalas-malasan di hotel saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berada dalam situasi ingin jalan-jalan tapi enggak punya duit seperti ini, ada 9 ide untuk mengisi waktu, seperti dituangkan Trinity dalam bukunya, The Naked Traveler 2.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Naik kendaraan umum, seperti bus atau trem, dan ikuti trayeknya sampai habis, lalu balik lagi. Bus umum adalah mode transportasi termurah. Saat masih ingin jalan-jalan melihat kota, cara begini ditanggung menyenangkan, tidak nyasar, dan tetap hemat. Anda akan bisa menemukan tempat-tempat nonturistik, mengetahui kebiasaan orang-orang lokal, melihat perumahannya, bahkan menertawakan iklan billboard yang lucu-lucu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pergi ke taman umum atau alun-alun, duduk-duduk sambil memperhatikan orang lalu lalang. Inilah kesempatan bagi Anda untuk jadi "fashion police", memperhatikan gaya berbusana penduduk lokal. Selain itu juga mengamati bagaimana orang bertransaksi, mendengar bahasa asing, dan menertawakan kesialan orang. Menurut Trinity, dari aktivitas ini ia berkesimpulan, di negara barat, pria blue collar lebih banyak yang ganteng daripada pria white collar. Mungkin karena pria berjas lebih sres dan kurang menikmati hidup, sehingga mukanya kusut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidur. Kenapa harus merasa bersalah kalau tidur lama dan bangun siang? Traveling itu melelahkan karena membuat Anda harus banyak berjalan kaki. Dengan demikian, tidur bisa jadi sarana me-recharge diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berenang. Kalau sedang kehabisan ide, atau sedang kepanasan, berenang saja di kolam renang hotel. Kalau tidak ada, berenang lah di pantai terdekat atau di kolam renang publik. Jika Anda berani, diam-diam berenang di hotel berbintang, lalu belagak bego ketika diminta bayar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ke supermarket atau pasar tradisional. Bukan untuk berbelanja, melainkan untuk memperhatikan produk-produk lokal yang aneh-aneh, dan membandingkan harganya sehingga tahu taraf hidup penduduk di suatu tempat. Cobalah jajanan pasar atau perhatikan jenis makanan setempat. Kalau untung, Anda bisa dapat barang loak bermerek yang murah, lho.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;6. Pergi ke resepsionis, ajak kenalan petugasnya, lalu ngobrol-ngobrol. Mereka bisa jadi sumber informasi arah jalan dan tempat makan termurah tapi enak. Karena sering bergaul dengan penduduk lokal, Trinity sering diajak main ke tempat gaul orang lokal, bahkan mendapat makanan gratis. Resepsionis juga sumber utama gosip. Anda tak ingin ketinggalan gosip-gosip setempat, kan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Main internet. Saat tidak bekerja, Anda pasti akan tetap merindukan apa yang terjadi di kota asal Anda, atau di Indonesia. Enggak asyik kan, kalau ada demo ini-itu, ada kebijakan ini-itu, atau harga BBM turun, dan Anda jadi orang terakhir yang tahu? Hanya saja kalau ke warnet di negara yang tidak berbahasa Inggris, keyboard komputer juga berbahasa atau berkarakter asing. Belum lagi Yahoo! atau Google sudah diset dalam bahasa lokal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cuci baju. Kalau travel light, bawaan Anda tentu minim. Nah, sediakan waktu khusus untuk mencuci baju dan menjemurnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baca buku, menulis, atau menggambar. Sebenarnya kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi jika tidak ada pekerjaan, asyik juga kan, leyeh-leyeh sambil membaca? Di hostel biasanya ada common room berisi perpustakaan mini atau koleksi video. Bisa juga ke taman hostel di luar, atau di rooftop.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/22/16153323/9.ide.mengisi.waktu.liburan.dengan.hemat."&gt;kompas &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5689379881233310294?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5689379881233310294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/9-ide-mengisi-waktu-liburan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5689379881233310294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5689379881233310294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/9-ide-mengisi-waktu-liburan-dengan.html' title='9 Ide Mengisi Waktu Liburan dengan Hemat'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-1990581490927326565</id><published>2010-07-22T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:54:09.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>10 Tips Kelola Uang Keluarga</title><content type='html'>&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Prioritas pertama dan terpenting: lunasi hutang konsumtif Anda sesegera mungkin. Lebih cepat lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cek pos pengeluaran cicilan hutang, apakah besarnya &amp;lt;=30%? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan beresiko tidak terbayar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prioritas ke-2, menabung minimal 10% dari penghasilan. Lebih tinggi lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan terlalu banyak menempatkan uang Anda dalam tabungan. Setelah pos Dana Darurat yaitu sebesar 5-6x pengeluaran bulanan terpenuhi, berinvestasilah !!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat, lifesytle = expense. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda. Jika tidak sesuai, lakukan pemangkasan pengeluaran sekarang juga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Be a smart shopper ! Berpikirlah 10x sebelum Anda mengeluarkan uang. Apakah benar-benar perlu dan sesuai kebutuhan ? Apakah barang yang saya beli termasuk produktif atau konsumtif ?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat yang tepat untuk berbelanja adalah saat barang yang anda butuhkan sedang sale/discount di toko. Namun harus diingat yang terpenting, itu adalah barang yang memang Anda butuhkan dan sudah dianggarkan ! Dengan demikian Anda dapat saja melewati toko yang sedang sale besar-besaran tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan abaikan pengeluaran-pengeluaran yang bersifat sepele dan berjumlah kecil tetapi teratur/sering. Tanpa sadar, jika ditotal selama sebulan ternyata jumlahnya tidak sedikit dan cukup menguras kantong kita. Hal ini harus dihilangkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penting untuk diingat, kartu kredit bukanlah extra money. Jika menggunakan kartu kredit, pastikan bahwa memang uang untuk membayar tagihan sudah ada dalam budget Anda. Dengan begitu, pasti dapat Anda penuhi tepat waktu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tantangan terbesar dalam mengelola keuangan keluarga adalah memperkecil expense (menyederhanakan lifesytle) dan memperbesar income anda. Jika hal ini dapat dilakukan secara konsisten dan disiplin, niscaya keberhasilan mengelola keuangan keluarga Anda dengan mudah akan terwujud.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://keluargacerdas.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=16&amp;amp;Itemid=36"&gt;Keluargacerdas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-1990581490927326565?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/1990581490927326565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/10-tips-kelola-uang-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1990581490927326565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/1990581490927326565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/10-tips-kelola-uang-keluarga.html' title='10 Tips Kelola Uang Keluarga'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3175034905737374309</id><published>2010-07-22T19:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:48:53.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Hemat Energi di Tempat Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu lingkungan hidup sangat menjadi sorotan akhir-akhir ini. Anda pun harus turuut berpartisipasi, menghemat energi di manapun berada. Di rumah, Anda bisa mulai mengontrol penggunaan energi; listrik, gas, air. Sementara di tempat kerja, mungkin peran Anda tak bisa terlalu besar, namun bila dilakukan rutin, peran kecil pun tak akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa hal kecil yang bisa Anda terapkan sehari-hari di kantor, misalnya:&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Batasi mencetak dokumen&lt;br /&gt;Pastikan Anda hanya mengeprint dokumen yang benar-benar dibutuhkan keberadaannya dalam bentuk kertas. Pun, sebelum mencetak, pastikan tidak ada kesalahan format atau lainnya, yang memaksa Anda mencetak berulang-ulang. Biasakan menyimpan dokumen dalam bentuk digital. selain hemat tempat penyimpanan, dokumen digital bisa sangat mengurangi penggunaan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Daur ulang&lt;br /&gt;Daur ulang atau musnahkan semua kertas-kertas di kantor yang tidak lagi terpakai. Anda bisa memanfaatkan kertas-kertas bekas untuk membuat catatan-catatan pada halaman sebaliknya yang masih kosong, atau memotongnya menjadi potongan kertas kecil untuk diletakkan di atas meja telepon sebagai kertas notes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peralatan makan yang bisa dicuci&lt;br /&gt;Bersyukurlah bila tempat kerja Anda menyediakan pantry berikut office boy yang menjamin ketersediaan perlengkapan makan dan minum. Namun bila kantor hanya menyediakan tempat menyeduh kopi dan gelas-gelas berbahan styrofoam, maka lebih baik bawalah sendiri cangkir dari rumah yang bisa dicuci ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote style="color: #f4cccc;"&gt;Bila Anda membawa bekal makan siang dari rumah, bungkuslah makanan dalam wadah yang bisa dibersihkan dan dipakai berulang-ulang. Langkah kecil ni bisa menekan penggunaan plastik.&lt;/blockquote&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2009/11/10/744/Hemat-Energi-di-Tempat-Kerja"&gt;Suaramerdeka&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3175034905737374309?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3175034905737374309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/hemat-energi-di-tempat-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3175034905737374309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3175034905737374309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/hemat-energi-di-tempat-kerja.html' title='Hemat Energi di Tempat Kerja'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-640180728463318684</id><published>2010-07-22T19:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:44:40.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>10 Tips Hemat Berlibur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat menyenangkan mendengar masa liburan sebentar lagi akan datang. Apalagi jika kita berencana menghabiskannya bersama keluarga tercinta sambil menikmati suasana tempat yang berbeda dari biasanya. Tanpa terasa uang yang dikeluarkanpun selama masa liburan tidak lagi terhitung dan baru disadari besar jumlahnya di kala liburan telah usai. Bagaimana cara mensiasati liburan anda agar tidak menjadi beban di kemudian hari ? Berikut ini adalah tips-tips yang bisa anda lakukan sebelum dan selama berlibur :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Yang pasti, persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya jika Anda mempunyai rencana berlibur yang cukup panjang ke luar kota apalagi ke luar negeri. Lebih panjang waktu persiapannya tentu lebih baik. Sisihkan secara auto debet dari income bulanan Anda selama waktu yang disesuaikan dengan besarnya dana yang dibutuhkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biasanya mengambil paket liburan yang disediakan pihak tour travel bisa lebih murah. Namun jika Anda ingin berpergian sendiri, ketahui dahulu seluk-beluk tempat liburan yang dituju. Biaya transportasi, akomodasi, tempat rekreasi dan makan serta tak ketinggalan tempat belanja, menjadi poin-poin penting untuk dicatat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk biaya transportasi dan akomodasi, sangatlah baik jika Anda bisa mendapatkan paket promosi. Bahkan jika ada, rumah kerabat atau penduduk setempat dan apartemen milik perorangan bisa dijadikan tempat menginap. Anda dapat menghemat lumayan banyak, mengingat kedua hal ini adalah biaya yang paling besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cermatlah dalam memilih tempat rekreasi. Cari obyek wisata yang memang benar-benar unik dan bagus serta merupakan ciri khas tempat tersebut. Hindari pergi ke lokasi wisata yang tidak perlu dan berbiaya tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sama seperti tempat rekreasi, mencari tempat makan/restoran harus sesuai dengan budget yang disiapkan. Lebih baik jika Anda memilih tempat yang tidak jauh dari tempat menginap atau tempat terakhir Anda sedang berkunjung. Selain hemat waktu, hemat ongkos pula.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat belanja yang tidak populer biasanya lebih murah dibandingkan tempat belanja yang ramai dikunjungi turis. Berburu oleh-oleh dan barang kerajinan ke pasar-pasar tradisional bahkan langsung ke tempat pembuatan/pabriknya bisa menghemat uang Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa, selalu membawa bekal seperti roti dan minuman air putih dalam tas. Selain lebih sehat, Andapun terhindar dari jajan yang tidak perlu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bawalah uang saku sesuai dengan budget. Dan tetap catat semua pengeluaran Anda selama perjalanan dari awal hingga akhir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika Anda dan keluarga mempunyai fleksibilitas waktu, pertimbangkanlah untuk berpergian pada masa “low season”. Anda bisa mendapatkan tawaran yang menarik dan murah yang tidak bisa didapatkan pada masa “high season” .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika budget Anda saat ini tidak memungkinkan untuk berpergian jauh, liburan didalam kota bisa menjadi pilihan yang tidak kalah menarik. Banyak alternatif tempat liburan yang bersifat edukatif bagi anak-anak terutama di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan rumahpun bisa menjadi tempat liburan yang menyenangkan bagi keluarga. Buatlah acara/kegiatan yang selama ini tidak pernah dilakukan keluarga di rumah. Yang penting, berpikir kreatif dan merasa bahagia menjadi kunci untuk dapat menikmati masa liburan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://keluargacerdas.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=18&amp;amp;Itemid=37"&gt;Keluargacerdas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-640180728463318684?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/640180728463318684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/10-tips-hemat-berlibur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/640180728463318684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/640180728463318684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/10-tips-hemat-berlibur.html' title='10 Tips Hemat Berlibur'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-665813602390276741</id><published>2010-07-22T19:40:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:40:53.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Cara Hemat Berbelanja Pakaian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbelanja, bagi sebagian besar wanita, terasa sangat membahagiakan. Mereka begitu menikmati saat-saat berkeliling toko, gerai dan butik penjual pakaian, untuk memilih, mencoba, dan kemudian membeli pakaian yang mereka inginkan. Meski demikian, tak jarang para penggila belanja ini hanya memindahkan pakaian dari rak-rak etalase untuk ditumpuk di lemari pakaian, karena ternyata mereka tidak benar-benar menyukainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya para penggila belanja yang sering salah beli, mereka yang suka pilah-pilih dan penuh perhitungan saat membeli baju pun seringkali kebobolan. Nah, agar kejadian ini tidak terulang kembali, perhatikan panduan berbelanja busana berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Berbelanja seorang diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbelanja dengan para sahabat memang terlihat lebih seru dan menyenangkan, namun seringkali Anda jadi terprovokasi; membeli barang yang sebenarnya tidak Anda inginkan, hanya gara-gara menuruti saran mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gunakan sepatu/sandal favorit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penting, untuk menjadi bahan pertimbangan padu padan busana yang sesuai dengan sandal/sepatu Anda. Jangan sampai, baju yang Anda beli tidak match dengan alas kaki favorit Anda, sehingga terpaksa Anda harus membeli lagi sepatu baru, yang berarti: pemborosan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan pencahayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memilih busana, cari tempat yang memiliki pencahayaan lampu putih. Ini bertujuan untuk memastikan warna asli dari busana yang Anda pilih, karena umumnya sebagian besar pusat perbelanjaan menggunakan lampu halogen yang dapat menyamarkan warna asli busana. Anda tentu tak ingin kecewa ketika tiba di rumah, melihat warna busana tidak sesuai dengan yang ditampilkan sebelumnya di pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Coba di kamar pas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari penyesalan karena ukurannya tidak sesuai dengan ukuran tubuh, sebaiknya Anda selalu fitting busana yang akan dibeli. Perlu diingat, masing-masing label busana memiliki ukuran yang berbeda-beda. Sehingga Anda harus lebih jeli dan mencobanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manfaatkan kamera ponsel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ponsel Anda dilengkapi kamera, manfaatkan untuk menjepret tampilan Anda saat di kamar pas. Cara ini dapat memudahkan Anda dalam memutuskan busana apa yang sesuai dan cocok dikenakan pada tubuh Anda, sehingga sangat kecil kemungkinan Anda membeli barang yang akan disesali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Amankan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Anda berbelanja, pastikan selalu mengenakan underwear atau lingerie, untuk menghindari kemungkinan terburuk saat Anda harus mengepas baju di kamar pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hindari tren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli busana yang sedang tren hanya akan membuat Anda terlihat seperti orang kembar dengan para pengikut tren lainnya. Cobalah Anda lebih berkreasi dalam berbusana, kenakan busana yang sedikit berbeda dan terkesan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pilih kain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun busana tersebut adalah keluaran merk ternama, namun jika tidak membuat diri Anda nyaman maka akan sia-sia. Karena itu pilihlah busana yang terbuat dari bahan yang halus, tidak panas dan lembut di kulit seperti wool dan katun.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2009/05/07/562/Cara-Hemat-Berbelanja-Pakaian"&gt;Suaramerdeka&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-665813602390276741?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/665813602390276741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/cara-hemat-berbelanja-pakaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/665813602390276741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/665813602390276741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/cara-hemat-berbelanja-pakaian.html' title='Cara Hemat Berbelanja Pakaian'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-515437232286758369</id><published>2010-07-22T19:38:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:38:10.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Memanfaatkan Penawaran Diskon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap akhir pekan--bahkan setiap hari!--pusat-pusat perbelanjaan dan mal memberikan tawaran yang amat menggiurkan: diskon-diskon-diskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awas, jangan langsung kalap saat melihat tulisan ‘big sale’, ‘great sale’, "70% off" atau semacamnya. Sebab, dalam keadaan kalap, Anda bisa dengan mudah mengeluarkan tunai dari dompet atau menggesek kartu kredit tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Agar tak menyesal kemudian, tetap gunakan akal sehat Anda, agar bisa memanfaatkan penawaran diskon sebaik mungkin. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sediakan waktu khusus bila datang ke acara diskon. Berbelanja terburu-buru akan membuat Anda kurang cermat dalam mengawasi kualitas barang yang dibeli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teliti kualitas barang dan pastikan nilai yang akan Anda nikmati dari pembelian barang tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau mood Anda sedang jelek, sebaiknya jangan pergi ke toko yang menggelar diskon. Orang yang sedang bad mood biasanya cenderung lapar mata dan membeli barang yang tidak dibutuhkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelum membeli barang, pastikan Anda benar-benar membutuhkan barang tersebut. Jangan sampai Anda membeli hanya karena murah, dan akhirnya barang tak terpakai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bandingkan dulu harga satu barang dengan tempat lain yang menjual barang yang sama. Pilih yang termurah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan beli barang di lokasi sale bila Anda sebetulnya tidak tahu berapa harga normalnya, baik di toko itu atau di toko yang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2009/07/10/617/Memanfaatkan-Penawaran-Diskon"&gt;Suaramerdeka&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-515437232286758369?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/515437232286758369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/memanfaatkan-penawaran-diskon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/515437232286758369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/515437232286758369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/memanfaatkan-penawaran-diskon.html' title='Memanfaatkan Penawaran Diskon'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-3111923388427346218</id><published>2010-07-22T19:30:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:30:20.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Menghemat Bahan Bakar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, angkutan umum belum begitu dapat diandalkan. Untuk keperluan mobilitas sehari-hari, Anda masih membutuhkan kendaraan pribadi. Akan tetapi, dengan harga bahan bakar yang melambung, anggaran untuk pos ini bisa membengkak. Satu-satunya cara, Anda harus berhemat. Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Ketahui tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Anda ingin pergi ke suatu tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, sebaiknya cek peta atau manfaatkan GPS (global positioning system). Dengan begitu, Anda tahu jalur mana yang sebaiknya ditempuh. Cara ini dapat mengurangi risiko tersesat yang akan menghabiskan banyak waktu dan bahan bakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Atur kecepatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan berkendara dengan agresif atau selalu ingin cepat dan kebut-kebutan. Memacu kendaraan dengan cepat membutuhkan akselerasi dan rem yang cepat, efeknya, bahan bakar cepat habis. Jika Anda lebih banyak berkendara di jalan-jalan perkotaan, berkendara dengan cepat pun tidak terlalu berefek signifikan karena kondisi jalan yang sering macet. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Matikan mesin saat menunggu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan biasakan menyalakan mesin saat menunggu seseorang yang akan menumpang kendaraan Anda. Meski hanya lima menit, bila diakumulasikan setiap hari, jumlah bahan bakar yang terbuang percuma bisa membuat Anda tercengang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Buatlah rute yang searah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal menentukan rute perjalanan, Anda juga harus mempertimbangkan kepraktisan. Jika Anda ingin pergi berbelanja kebutuhan tumah tangga, siasatilah dengan memilih supermarket yang berdekatan dengan kantor. Tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga waktu Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Berbelanja di pusat perbelanjaan yang lengkap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat berbelanja, pilihlah pusat perbelanjaan yang lengkap. Dengan begitu, Anda tidak perlu pergi ke pusat perbelanjan lain untuk membeli keperluan yang tidak tersedia. Mencatat barang yang dibutuhkan sebelum berbelanja juga cukup bisa menghemat bahan bakar, karena bisa meminimalkan kemungkinan Anda lupa membeli barang dan kembali lagi untuk membelinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Langsung parkir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan mengitari lahan parkir hanya untuk mencari tempat parkir yang nyaman. Jika langsung menemui tempat parkir yang kosong, segeralah parkir. Mengitari lahan parkir hanya akan membuang bahan bakar dan waktu Anda. Lagipula mencari parkir dengan mengitari lahan parkir tidak menjamin Anda akan mendapatkan tempat parkir yang nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2009/09/25/688/Menghemat-Bahan-Bakar"&gt;Suaramerdeka&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-3111923388427346218?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/3111923388427346218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/menghemat-bahan-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3111923388427346218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/3111923388427346218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/menghemat-bahan-bakar.html' title='Menghemat Bahan Bakar'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-5515227906404118979</id><published>2010-07-22T19:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:25:39.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Hemat Belanja Kebutuhan Sehari-hari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih besar pasak daripada tiang adalah sebutan bagi orang-orang yang memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan atau penghasilan yang diterima. Untuk melakukan menghemat uang anda, salah satu teknik yang cukup ampuh adalah melakukan kontrol pada saat belanja barang-barang kebutuhan baik untuk sehari-hari maupun belanja produk atau jasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap setiap rupiah yang anda miliki adalah sangat berharga. Pada tulisan pada situs organisasi.org kali ini mengangkat tips hemat ketika berbelanja dengan point-poin sebagai berikut di bawah ini :&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Membuat Daftar Belanja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buatlah daftar barang-barang yang dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga setiap awal bulan untuk kebutuhan selama periode satu bulan penuh. Hindari pembelian berang dan jasa di luar daftar beli tersebut kecuali dalam keadaan terdesak. Hindari pembelian barang yang tidak diperlukan atau berlebihan. Belanjalah sekali sebulan di tempat yang murah dan dekat untuk menghemat biaya transportasi, tenaga dan waktu anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mambawa Uang Tidak Berlebih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode jitu yang pasti manjur adalah membawa uang sesuai daftar belanja dan ongkos pulang pergi dengan sedikit duit tambahan yang tidak boleh dipakai jika tidak terpaksa. Jangan bawa kartu kredit dan kartu atm anda untuk menghindari pembelian tanpa perencanaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Persiapan Sebelum Ke Pusat Perbelanjaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persiapkan diri anda di rumah sebelum berangkat untuk menghindari hal-hal yang dapat memperbesar pengeluaran anda. Makan dulu hingga kenyang sebelum berangkat agar tidak jajan di luar, percantik diri agar tidak perlu ke salon, istirahat dulu sebelum belanja agar tidak perlu pijat, buang air terlebih dulu agar tidak ke toilet saat berlanja (kecuali gratis masuk toilet, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tidak Mudah Terpengaruh Penawaran Harga Promosi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika belanja di supermarket, hipermarket, minimarket, dan lain sebagainya mungkin akan ada promo potongan harga, diskon, rabat, harga spesial, beli dua dapat satu, pembelian dengan pembelian, produk unik, dan lain sebagainya. Semua godaan tersebut harus anda abaikan dan konsentrasi penuh pada daftar belanja anda saja. Jika promo itu berhubungan dengan daftar belanja anda dan dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama mungkin dapat anda pertimbangkan secara bijaksana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Batasi Waktu Belanja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beri batasan waktu dalam berbelanja untuk menghindari cuci mata untuk melihat barang-barang di luar produk dalam daftar belanjaan anda, main games, makan, minum, ngemil, nyalon, dan lain sebagainya. Utamakan selesaikan belanja barang dalam daftar belanja yang anda buat. Apabila setelah waktu yang ditentukan belum selesai maka beri tambahan waktu dan langsung pulang ketika selesai. Semakin cepat maka semakin hemat dalam hal biaya parkir jika anda membawa kendaraan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Tidak Membawa Anak Dan Anggota Keluarga Lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belanjalah sendiri untuk mengurangi resiko berdebat dengan anggota keluarga masalah barang yang dibeli, anak merengek minta dibelikan sesuatu, anggota keluarga minta makanan atau jajanan, dan lain sebagainya yang dapat membengkakkan biaya belanja yang harus dialokasikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;---&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keterangan :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tips ini hanya untuk orang-orang yang ingin menekan pola konsumsinya ketika berbelanja. Tidak berlaku bagi yang berpenghasilan lebih besar dari pengeluaran, yang ke tempat berbelanja hanya sekedar untuk cuci mata, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://organisasi.org/tips-cara-hemat-belanja-barang-kebutuhan-sehari-hari-serta-produk-dan-jasa-lainnya"&gt;Organisasi&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399003245077016757-5515227906404118979?l=ayohemat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayohemat.blogspot.com/feeds/5515227906404118979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/hemat-belanja-kebutuhan-sehari-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5515227906404118979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399003245077016757/posts/default/5515227906404118979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayohemat.blogspot.com/2010/07/hemat-belanja-kebutuhan-sehari-hari.html' title='Hemat Belanja Kebutuhan Sehari-hari'/><author><name>rina mardiana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-B2fvLFVstXg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/71ha5FsZhY4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399003245077016757.post-2629970961901270806</id><published>2010-07-22T08:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T08:48:43.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hemat'/><title type='text'>Hemat, Stop Beli Popok Sekali Pakai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pampers adalah peralatan popok bayi sekali pakai, ini tentu bukan sifat berhemat tapi pemborosan dan merusak lingkungan, sebaiknya beli popok kain bila kotor bisa di cuci&amp;nbsp; lagian bisa menghemat pengeluaran, sehingga popok kain bisa di pakai berulang-ulang, daripada pada menggunakan popok sekali pakai dan popok sekali pakaian juga sangat merusak lingkungannya. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pampers terus menerus akan menyebabkan pengeluaran semakin banyak. Jika dikurangi maka uang pengeluaran dapat dialihkan untuk pembelian susu atau makanan bayi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain pengurangan penggunaan pampers adalah dari sisi lingkungan. Seperti diketahui, bahwa bahan spons pada pampers terbuat dari polimer yang relatif tidak mudah terdegradasari. Padahal setiap pampers selesai digunakan, akan langsung dibuang begitu saja. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan. Kalau langkah penggunaan pampers dapat diatur seperlunya saja dengan diselingi penggunaan celana maka akan dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.&lt;br
